Rabu, 16 September 2009

“Membuat Pempek Lezat” plus 2 more

“Membuat Pempek Lezat” plus 2 more


Membuat Pempek Lezat

Posted: 15 Sep 2009 11:24 PM PDT

SIAPA yang tak suka pempek? Rasanya, semua orang senang makan panganan khas Sumatera Selatan ini. Namun, jika Anda penggemar berat pempek, rasanya kurang pas bila tak mengetahui bagaimana cara membuatnya.

Untuk Anda yang ingin membuat pempek dengan cita rasa yang tak kalah lezat seperti dari daerah asalnya, ini dia tip jitunya:

1. Agar cita rasa ikan lebih menonjol, perbandingan ikan giling dan adonan adalah 3:1.

2. Ikan tenggiri dapat diganti dengan kakap, layur, tuna, dan gabus. Jika menggunakan gabus, rendam daging ikan dalam larutan air garam selama semalam (simpan dalam lemari pendingin) agar daging ikan lebih mudah digiling.

3. Buat adonan pempek untuk sekali makan, sebab adonan biang tidak tahan lama. Tutup adonan (yang sudah dibentuk) dengan plastik agar tidak kering.

4. Bila tidak ada gilingan daging atau food processor, gunakan cobek atau lumpang. Sebelumnya, cuci bersih agar tidak tercemar aroma bumbu lain.

5. Bila ingin disimpan cukup lama, lumuri pempek dengan tepung kanji atau olesi minyak. Beri lubang halus di kemasannya. Sebelum direbus, bilas dengan air matang, setelah itu barulah rebus kembali.

6. Agar cuka lebih sedap, haluskan bawang putih berikut kulit dan cabai rawit dengan tangkainya.

7. Sebelum digunakan, simpan cuka semalaman agar aromanya lebih sedap.(Koran SI/Koran SI/nsa)




image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Si Eksotis yang Kontroversial

Posted: 15 Sep 2009 11:16 PM PDT

MENU sirip hiu dianggap eksotis dan bergengsi karena sulit mendapatkannya. Bayangkan perjuangan berisiko tinggi yang harus ditempuh untuk menangkap ikan "raksasa" ini.

Rata-rata para "pemburu" hanya mengambil siripnya, sedangkan bagian daging biasanya dibuang kembali ke laut untuk mengurangi berat beban kapal mereka. Hingga kini, aksi berburu hiu masih mengundang kontroversi, terutama dari para pencinta lingkungan yang mengkhawatirkan punahnya hewan mamalia ini.

Konon, selama kurun waktu 50 tahun lebih, populasi hiu telah menurun hingga 80 persen. Masalahnya, budi daya hiu juga tidak mudah dilakukan. Di sisi lain, sirip hiu seolah sudah menjadi "kebutuhan" bagi restoran-restoran China. Pasalnya, permintaan dari klien kelas menengah ke atas masih banyak.

Ada pula yang berkeyakinan bahwa hiu itu menyehatkan, seperti halnya herbal, abalon, dan teripang (sea cucumber) yang juga banyak dipakai di restoran China. Namun, hingga kini belum ada bukti manfaat kesehatan yang jelas dari sirip hiu.(Koran SI/Koran SI/nsa)


image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Pempek Langka dan Unik

Posted: 15 Sep 2009 11:01 PM PDT

JENIS pempek yang paling terkenal adalah kapal selam. Padahal, ada banyak macam pempek yang bisa kita konsumsi, seperti pempek bakar dan pempek santan yang makin jarang ditemui.

Rasanya hampir semua orang mengetahui dan pernah mengonsumsi makanan tradisional Palembang, Sumatra Selatan, itu. Saking terkenalnya, rata-rata kota besar di Indonesia punya rumah makan ataupun restoran yang secara khusus menyajikan pempek.

Bagi masyarakat Jakarta, pempek jenis kapal selam tentu sudah tidak asing lagi. Pempek ini sangat disukai karena rasanya pas dengan selera lidah orang Indonesia. Apalagi bila di dalamnya diisi telur, hmm? rasanya makin komplet.

Dan lazimnya, pempek disajikan bersama kuah yang disebut saus cuka. Berbeda dengan rumah makan penyaji pempek di Jakarta lainnya yang umumnya hanya menyediakan dua hingga tiga jenis pempek-Pempek Palembang dan Otak-Otak Kelapa Gading 161 memiliki 25 macam pempek.

Rumah makan pempek yang beralamat di Jalan Boulevard Blok FW1 Nomor 26, Kelapa Gading, Jakarta Utara, itu telah berdiri sejak 21 tahun lalu. Bila Anda berkunjung ke rumah makan ini, akan terlihat suasana yang sibuk.

Di bagian depan tampak kesibukan para pegawai yang tengah membakar pempek di atas tempat pembakaran. Begitu memasuki resto, suasana sibuk makin terasa. Puluhan pengunjung pun terlihat menempati kursi yang telah disediakan. Pempek Palembang dan Otak-Otak Kelapa Gading 161 juga memiliki buku menu sebagai panduan bagi pengunjung untuk memilih pempek yang mereka inginkan.

Selain buku menu, di meja makan bisa dilihat pula foto-foto pempek, lengkap dengan namanya. Misalkan pempek climpungan. Pempek satu ini berbeda dengan pempek kebanyakan, karena panganan yang hanya tersedia di Pempek Palembang dan Otak- Otak Kelapa Gading 161 itu dibuat menggunakan santan, bukan saus cuka seperti biasanya.

"Kami merupakan tempat makan pempek satu-satunya yang menyediakan 25 macam pempek. Rasanya pun autentik seperti dari daerah asalnya," kata pemilik Pempek Palembang dan Otak-Otak Kelapa Gading 161, Suryani, yang ditemui beberapa waktu lalu.

Untuk memanjakan lidah penggemar pempek, dalam satu porsi climpungan terdapat baso ikan, ikan sagu, kuah santan, dan sambal. Sambalnya memiliki nama yang unik, yaitu sambal cengeng.

"Barang kali karena sambalnya pedas dan siapa pun yang memakannya pasti kepedasan. Makanya, dinamakanlah dia dengan sambal cengeng," ujar Suryani, diiringi tawa.

Selain climpungan nan unik dengan rasa yang benar-benar menggugah selera, di tempat ini juga tersedia pempek jenis langka di Jakarta. Pempek itu bernama pempek tunu. Pempek ini berbeda karena disajikan setelah pempek dibakar terlebih dahulu.

"Salah satu motivasi kami menyajikan pempek dengan banyak jenis adalah untuk melestarikan makanan tradisional, khususnya makanan dari Palembang," kata wanita berdarah Palembang itu.

Pempek tunu, kata Suryani, selain unik karena dibakar, juga bisa disajikan dengan saus cuka yang biasanya dibuat menggunakan bahan-bahan seperti bawang merah, bawang putih, gula merah, dan sedikit cuka.

"Kalau hari-hari libur nasional, kami sampai kewalahan melayani pengunjung karena ramai sekali. Namun, tetap saja pengunjung rela antre untuk mendapatkan pempek yang mereka inginkan," imbuh wanita berkulit kuning langsat itu.

Di antara 25 jenis pempek yang disajikan di rumah makan ini, terdapat jenis pempek yang sangat unik dan bakal menjadi hidangan favorit para pencinta rujak.

Sajian itu bernama rujak mi tahu. Sesuai namanya,menu rujak mi tahu terdiri atas pempek lenjer, tahu goreng, mi, dan ketimun.

"Untuk mendapatkan pempek berkualitas, kita harus menggunakan ikan yang benar-benar segar serta tepung sagu yang berkualitas baik juga. Tanpa itu, pempek tidak akan berasa enak ketika dikonsumsi," tandas Suryani.(Koran SI/Koran SI/nsa)




image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: