Kamis, 10 September 2009

“Memilih Daging Ayam Segar” plus 2 more

“Memilih Daging Ayam Segar” plus 2 more


Memilih Daging Ayam Segar

Posted: 10 Sep 2009 01:52 AM PDT

DAGING ayam memang gampang didapatkan, baik di pasar tradisional maupun supermarket. Meski demikian, Anda harus selektif memilih daging ayam karena kesegaran daging ayam adalah kunci kelezatan sebuah hidangan.

Ingin tahu cara memilih daging ayam yang sehat? Berikut tipnya:

1. Ayam segar hanya tahan 4-6 jam setelah dipotong. Sedangkan ayam segar dingin tahan 24 jam, dimasukkan dalam chiller/lemari es. Sementara ayam segar beku, tahan untuk beberapa hari jika disimpan dalam kondisi yang tepat (24 derajat Celsius di bawah nol).

2. Ayam segar memiliki daging berwarna putih kekuningan. Warna lemaknya putih kekuningan dan merata di bawah kulit.

3. Biasanya ayam segar tidak berbau asing/abnormal. Daging segar juga elastis (bila ditekan jari, akan kembali seperti semula).

4. Saat membeli daging ayam, pilihlah ayam yang berkulit mulus. Hindari ayam yang memiliki bekas luka memar.(Koran SI/Koran SI/nsa)




image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Warna-warni Mi

Posted: 10 Sep 2009 01:31 AM PDT

WARNA mi tidak harus monoton kuning atau putih. Kini, banyak dijumpai mi warna-warni bak pelangi. Ada merah, hijau, pink, bahkan mi hitam. Zaman sudah berubah? Ya memang berubah, sudah sejak lama.

Orang makin kreatif dan bebas bereksperimen menciptakan sesuatu yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya. Dulu, orang Indonesia hanya mengenal nasi putih dan nasi merah (dari beras merah). Tapi, dalam perkembangannya, makanan pokok ini juga dijumpai berwarna kuning dan hijau.

Tentu dengan pewarnaan alami dari kunyit untuk warna kuning, serta daun pandan sebagai penyumbang aroma dan warna hijau. Agaknya, makin banyak rempah ditemukan, makin berwarna pula dunia boga. Selain nasi, kreativitas pewarnaan juga diterapkan pada mi.

Tak heran, makanan kenyal dan panjang ini pun tampil dengan balutan aneka warna: hijau, merah, pink, serta hitam. Semuanya aman karena menggunakan pewarna alami dari sayuran dan buah-buahan, kecuali mi hitam yang berbahan daging dan tinta cumi-cumi alami. Prosesnya pun mudah.

Sayuran atau buah diblender hingga membentuk jus, lalu dicampurkan ke adonan mi yang umumnya terbuat dari tepung terigu. Selanjutnya, tinggal diuleni (diadon) seperti biasa. Penambahan unsur bahan pewarna alami ini tak hanya mempercantik tampilan, konon juga lebih menyehatkan. Nilai lebihnya, unsur karbohidrat pada mi diperkaya dengan vitamin dari buah dan sayuran, atau protein dari cumi-cumi. (Koran SI/Koran SI/nsa)




image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Mengoptimalkan Wangi Daun Pandan

Posted: 10 Sep 2009 01:15 AM PDT

SUDAH sejak lama, daun pandan digunakan dalam dunia masak-memasak. Orang yang suka masak pastinya langsung hapal manfaat daun pandan.

Daun berwarna hijau dengan bentuk pipih memanjang ini biasanya dijadikan pewarna alami dan pengharum kue, kolak, dan sebagainya.

Bahkan sebuah literatur menjelaskan, daun pandan wangi yang mengeluarkan wewangian ini memiliki khasiat khusus sebagai tonikum, penambah nafsu makan, dan penenang. Karena daun pandan memiliki kandungan kimia alkaloid, saponin, flavoida, tanin, polifenol, dan zat warna.

Terlepas dari wacana tersebut, daun pandan tetap dipercaya bisa membuat makanan lebih harum. Hanya saja terkadang wangi daun pandan tidak terambil maksimal.

Chef Hotel Padma Bandung Wawan, memberikan tip agar daun pandan bisa mengeluarkan wangi optimal.

"Biasanya, untuk mendapatkan wangi daun pandan, ibu-ibu atau bapak-bapak cukup mengikat daun pandan, itu kurang tepat. Jika ingin mengeluarkan wangi yang optimal, ambil satu lembar daun pandan. Lalu, sobek bagian tulang punggung daun, namun jangan sampai putus. Setelah itu, buanglah tulang daunnya baru diikat. Daun pandan pun siap dimasukkan ke dalam masakan, dan wangi masakan Anda dijamin akan lebih harum dari biasanya," imbuhnya.(nsa)




image

Tidak ada komentar: