Jumat, 09 Oktober 2009

“Memberi Camilan Sehat untuk Anak” plus 1 more

“Memberi Camilan Sehat untuk Anak” plus 1 more


Memberi Camilan Sehat untuk Anak

Posted: 09 Oct 2009 01:25 AM PDT

SEMUA anak kecil senang camilan. Baik karena rasanya yang lezat, bentuknya yang menarik, maupun kemasannya yang lucu. Meski begitu, Anda harus jeli saat memilih camilan anak.

Nah, agar Anda tak salah memberi kudapan untuk buah hati tercinta, tip berikut patut Anda lakukan:

1. Untuk anak-anak, pilihlah camilan yang terbuat dari biji-bijian, seperti kue kering dari gandum. Camilan berserat tinggi yang terbuat dari biji-bijian dapat memberi anak energi dengan kekuatan yang lebih lama.  

2. Tawarkan pilihan makanan yang berbeda dari biasanya. Seperti nanas, atau kacang kedelai bakar.  

3. Biasakan anak-anak sarapan dengan sendiri makanan ringan, namun memiliki kandungan gula rendah, semisal roti bakar gandum. Menu sarapan ini bisa menjadi camilan ringan yang sehat untuk pagi ataupun siang hari.  

4. Camilan sehat untuk anak-anak juga perlu cita rasa. Untuk memenuhi kesukaan anak akan rasa manis, cobalah tawarkan pusing bebas lemak namun memiliki rasa yang agak manis.  

5. Pilihkan sayur-mayur yang siap dimakan di dalam kulkas. Taruhlah buah-buahan segar di dalam mangkuk di atas meja. Sediakan gula rendah kalori, sereal biji-bijian, buah-buahan kaleng, dan jus kotak dalam lemari yang mudah dijangkau.  

6. Makanan yang dipasarkan sebagai hidangan rendah lemak atau bebas lemak, tetapi bisa memiliki kandungan kalori yang tinggi. Begitu juga dengan makanan yang dianggap bebas kolesterol, masih bisa mengandung lemak jenuh, dan gula. Periksalah label nutrisi untuk mencari tahu informasi lengkapnya. Jangan langsung percaya pada iklan demi kesehatan anak-anak Anda. (Koran SI/Koran SI/nsa)




image

Merindu Camilan Tradisional

Posted: 09 Oct 2009 01:02 AM PDT

KEPOPULERAN kuliner Indonesia ditandai dengan hadirnya aneka menu tradisional yang mulai merambah kafe ataupun restoran mewah. Termasuk camilan khas daerah yang makin banyak dicari.

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, camilan tradisional biasanya disajikan dalam acara-acara penting. Misalnya pada perayaan keagamaan, seperti Lebaran ataupun Natal.

Camilan tradisional juga kerap dihidangkan dalam pesta-pesta perkawinan, juga perayaan kelulusan anak dari sekolahnya. Camilan tradisional sempat tergeser pamornya oleh kemunculan aneka kudapan modern nan unik yang dibalut performa menarik.

Namun, setelah beberapa lama nyaris terlupakan, kerinduan masyarakat -terutama di kota-kota besar- terhadap camilan tradisional kembali muncul. Untuk membangkitkan kembali kenangan masa lalu, kue-kue tradisional mulai disajikan di restoran ataupun kafe. Bahkan, kudapan asal daerah ada yang diangkat menjadi lambang dan ciri khas sebuah kafe.

Dibandingkan dengan kudapan modern, camilan tradisional memang memiliki performa yang monoton. Namun, kalau bicara rasa, camilan jenis ini tidak kalah lezat dibandingkan camilan modern.

Beberapa camilan tradisional yang kembali populer dan makin dicari, di antaranya pisang goreng keju, pisang bakar cokelat, getuk singkong, kroket, pastel, klepon ubi, serta widaran cokelat, kue renyah yang biasa dikonsumsi sebagai teman minum teh pada sore hari. Ada pula egg roll alias telur gulung yang sangat pas disantap bersama keluarga sebagai hidangan pagi maupun sore hari.

"Camilan tradisional Indonesia sebenarnya sangat beragam. Sayang, camilan sempat terpinggirkan dan terganti oleh camilan modern. Tapi sekarang, orang mulai menggemari kembali camilan ini," kata Firman Idham, executive chef sebuah kafe tradisional di Jakarta.

Menurut Idham, semua wilayah di Indonesia, dari Sumatera hingga Papua, punya kudapan khas masing- masing. Fakta ini yang membenarkan adanya keberagaman menu dalam khazanah kuliner TanahAir.

"Medan misalnya, terkenal akan bika ambonnya. Padang malah memiliki banyak camilan yang terkenal, satu di antaranya gelamai. Demikian pula dengan daerah Jawa Timur, ada klepon," sebut chef yang sempat bekerja di Hong Kong dan India itu.

Satu hal yang membuat camilan tradisional Indonesia digemari, yakni rasanya yang sudah sangat familier. Ini membuat siapa pun ingin selalu mengonsumsinya lagi dan lagi.

"Seperti pisang goreng keju atau pisang bakar cokelat.Camilan tersebut sekarang banyak disajikan di kafe sebagai hidangan ringan," ujar Idham.

Di samping makanan,tentu ada pula minuman tradisional. Misalnya bandrek, STMJ (susu telur madu jahe), bir pletok yang sarat rasa jahe, serta teh telur yang sangat populer di wilayah Sumatera.

"Bir pletok adalah minuman tradisional asal Betawi yang sekarang sudah merambah ke kafe-kafe. Ada pula STMJ yang diyakini dapat menambah stamina," kata chef yang tertarik pada dunia kuliner sejak duduk di bangku sekolah dasar itu.(Koran SI/Koran SI/nsa)




image

Tidak ada komentar: