Rabu, 14 Oktober 2009

“Pizza Raksasa yang Istimewa” plus 1 more

“Pizza Raksasa yang Istimewa” plus 1 more


Pizza Raksasa yang Istimewa

Posted: 14 Oct 2009 02:40 AM PDT

DEMI memuaskan pengunjung, pengelola Kafe Pisa tak mau berhenti berkreasi dan berinovasi. Kreativitas itu ditunjukkan melalui cara mereka menyuguhkan hidangan buat para tamu dan pelanggan kafe.

Salah satu kreasi paling unik yang disajikan kafe ini adalah menu pizza berukuran raksasa. Siapa pun yang pertama kali memesan atau melihatnya, pasti akan kaget bercampur heran. Sebab, pizza yang biasanya bulat dengan diameter yang tidak terlalu besar, di kafe ini "berubah wujud" menjadi sebuah pizza dengan bentuk persegi panjang. Panjangnya mencapai 60 cm, sementara lebarnya lebih kurang 20 cm.

Nama pizza raksasa itu adalah famiglia. Pizza tersebut tak hanya memiliki satu rasa, melainkan em-pat rasa di dalam satu pizza, yakni smoked chicken, smoked beef, salame beef, dan ikan tuna. Melihat ukurannya yang sangat besar, seluruh anggota keluarga bisa menikmati sensasi rasa pizza yang satu ini.

"Satu pizza bisa dikonsumsi oleh empat atau lima orang. Keunikan pizza ini adalah ukurannya yang sangat besar. Bahan baku yang digunakan tentu juga berkualitas," ujar Leader Chef Kitchen Kafe Pisa Iwan Suparman. Pizza famiglia sengaja dibuat Iwan demi memberi suguhan menarik bagi pengunjung dari kalangan keluarga yang ingin menikmati suasana kebersamaan.

"Kami menjadikan satu pizza memiliki empat rasa agar selera yang berbeda tetap terpuaskan walau hanya dengan memesan satu pizza," tukas Iwan.

Agar lebih terasa nikmat, Iwan menyarankan agar pemesan pizza famiglia menyantap menu tersebut saat masih hangat. Pasalnya, rasa pizza akan berbeda jika disantap dalam keadaan dingin.

"Kami selalu menyarankan tamu untuk memakannya saat masih hangat. Selain rasanya lebih gurih, adonan pizza juga masih segar," kata dia.

Keunggulan lain dari pizza raksasa ala Kafe Pisa ini terlihat pula pada lapisan rotinya. Cita rasanya lebih gurih dibandingkan produk yang lain karena dia dipanggang di dalam tungku tradisional dengan suhu 190 derajat Celsius. Lapisan keju mozzarella, daging asap, dan topping ikan tuna ikut menyumbang rasa lezat pada panganan ini.

"Tekstur rotinya yang lebih crispy cocok untuk lidah siapa saja, termasuk lidah orang Indonesia yang suka makan makanan hangat," sebut Iwan.

Agar pizza yang disajikan benar-benar menggugah selera makan orang lain, menurut Iwan, hal paling penting yang harus diperhatikan adalah proses pembuatan adonan dasar pizza, yang kerap disebut dough.

"Dough yang baik adalah yang kekentalannya cocok dan pas. Kondisi itu diperlukan untuk mendapatkan pizza yang crispy," kata dia lagi.

Pizza akan semakin lezat ketika dipadu dengan saus tomat yang fresh, lalu dipanggang di dalam tungku tradisional Italia selama 30 menit.(Koran SI/Koran SI/nsa)


This content has passed through fivefilters.org.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Cita Rasa Italia di Kafe Pisa

Posted: 14 Oct 2009 02:32 AM PDT


Kafe ini cukup dikenal di kalangan anak muda, juga tamu keluarga dan orang asing yang ingin melepas penat setelah seharian beraktivitas. Letaknya yang sangat strategis di pusat Kota Jakarta, membuat kafe ini kerap dijadikan rujukan banyak orang untuk mampir dan menikmati suasana khas Italia.Ya, kafe ini memang mengusung gaya Italia. Suasananya nyaman. Rasa nyaman itu sudah terasa begitu kaki melangkah masuk kafe.

Dari pintu terlihat nuansa ruangan yang tertata apik dengan desainnya yang khas. Kafe yang berdiri sejak 16 tahun lalu ini mengusung konsep family resto. Kafe Pisa menjadi sangat terkenal selain berkat menumenu yang disajikan, juga lantaran desain bangunannya yang khas Belanda. Bangunan kafe ini bahkan telah menjadi cagar budaya yang menyimpan banyak nilai sejarah. Saat baru dibuka, Kafe Pisa hanyalah sebuah kedai kecil bernama Pisa Ice Cream.

Waktu itu, produk yang dijual adalah es krim khas Italia yang dikenal dengan nama gelato. Gelato berbeda sekali dengan es krim kebanyakan, semisal es krim ala Amerika.Gelato memiliki kadar lemak rendah dan dibuat menggunakan bahan baku dominan susu, sehingga ketika dimasukkan ke dalam kulkas, gelato tidak menampakkan butiran-butiran es.

Sementara es krim "biasa" umumnya mengandung banyak air, sehingga ketika ia beku, akan tampak butiran air yang membeku. Setelah berjalan lebih kurang empat tahun, keberadaan kedai kecil yang menjual aneka gelato ini makin diminati masyarakat Jakarta. Tak ayal, sang pengelola akhirnya harus memperluas area kafe dengan tambahan fasilitas lain yang membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi.

Saat ini, jika Anda datang dan ingin menikmati kenyamanan ala Kafe Pisa, mata Anda bakal "dimanjakan" oleh konsep penataan ruang yang terdiri atas main cafe. Main cafe memiliki fasilitas panggung musik, area taman dengan nuansa romantis, serta tak ketinggalan area gelato. Khusus di area gelato, pengunjung dapat menikmati aneka sajian es krim Italia berikut pastry-nya yang lezat. Selain itu, tersedia pula menu utama ala Italia yang tak lain adalah berbagai jenis pasta.

Adapun panggung musik di Kafe Pisa bukan hanya diperuntukkan bagi para musisi yang ingin menampilkan karya mereka secara live. Sebab, di tempat ini tiap satu bulan sekali juga digelar kegiatan cooking class yang dipandu chef dari Kafe Pisa sendiri.

"Seiring dengan makin tingginya minat masyarakat untuk datang ke kafe ini, akhirnya kami juga menyajikan aneka makanan bermutu tinggi sebagai bentuk penghargaan kepada pelanggan," kata Public Relation Manager Kafe Pisa Astri Sungkono.

Suasana di dalam kafe semakin nyaman berkat keberadaan sebuah tungku pembakaran piza tradisional. Konsep tungku itu masih merujuk pada kekhasan Italia. Bahan bakarnya adalah kayu, sesuai dengan sifatnya yang tradisional.

"Kami sengaja menggunakan tungku tradisional khas Italia, karena selain membuat desain interior kafe jadi lebih menarik, piza yang dipanggang dengan tungku pembakaran ini juga memiliki rasa yang lebih lezat," imbuh Astri.

Selain aneka hidangan ala Eropa, kafe ini juga menyajikan beragam sajian tradisional yang tentu saja familier bagi lidah orang Indonesia, misalnya sop buntut.

"Untuk lebih memanjakan tamu yang datang, kami menyajikan aneka sop buntut. Sop buntut kami sudah sangat terkenal di Jakarta," ujar wanita berambut sebahu itu.

Bagi pencinta kopi, tidak usah mencari tempat lain untuk menyeruput secangkir kopi. Sebab, Kafe Pisa juga menyediakan kopi dengan kualitas maksimal dan diolah sendiri oleh sang barista.

Beragam cita rasa kopi bisa dinikmati di kafe ini, di antaranya frozen coffee, decaffeinated coffee, pure coffee, dan relaxing coffee. Menyeruputnya bersama keluarga ataupun kolega, hmm? nikmat rasanya.

"Kami mengolah sendiri biji kopinya, sehingga kopi yang dihasilkan adalah yang memiliki kualitas terbaik. Dulu kami belajar proses membuat kopi dari ahli kopi asal Italia. Sekarang kami sudah bisa membuatnya sendiri dengan kualitas yang tidak kalah baik," papar Astri.

This content has passed through fivefilters.org.



image

Tidak ada komentar: