Kamis, 29 Oktober 2009

Resto Bernuansa NY Tempo Dulu pasti siip

Resto Bernuansa NY Tempo Dulu pasti siip


Resto Bernuansa NY Tempo Dulu

Posted: 29 Oct 2009 12:54 AM PDT

MAKAN sampai kenyang bukanlah satu-satunya tujuan orang datang ke restoran. Di samping menu, suasana tempat makan juga harus bisa dinikmati.

Menyadari fenomena tersebut, pemilik resto Immigrant lantas membangun sebuah tempat makan berkonsep lounge bar yang nyaman dan dapat memberi pengalaman bersantap nan menakjubkan buat konsumen.

Resto yang terletak di lantai enam Plaza Indonesia, Jakarta, dan beroperasi sejak Maret 2009 ini mengusung moto "One for Many". Menurut Head Public Relations Immigrant Shinta Layanti, Immigrant merupakan restoran yang memiliki nuansa interior kapal pesiar era 1920-an. Konsep itu terinspirasi dari sejarah kedatangan para imigran ke Kota New York (NY), AS, awal abad ke-20.

Konsep desain interiornya cukup sederhana, tetapi sang pemilik resto tetap memperhatikan detail, seperti membiarkan dinding bata terbuka tanpa lapisan, hiasan, serta coran beton kasar. Selain itu, lantai sebagian juga dibuat dari kayu.

"Sesuai namanya, yakni Immigrant, restoran ini menyajikan konsep yang ingin menyatukan semua orang dari berbagai kawasan untuk berkumpul di sini. Interiornya juga didominasi nuansa yang menggambarkan kegiatan awal para pendatang yang sedang mendirikan beberapa bangunan," ungkap Shinta.

Begitu melewati pintu masuk Immigrant, semilir angin akan terasa. Terlebih saat memasuki brainstorm alley, yaitu lorong yang menghubungkan antara pintu masuk dan ruangan dalam resto Immigrant.

Di sepanjang lorong teras berlantai kayu itu, terdapat tiang-tiang yang juga terbuat dari kayu. Tiang dihiasi gambar wanita yang sepertinya dibuat "asal-asalan", tetapi terlihat sangat artistik. Di pinggir sebelah kiri lorong, juga terdapat sejumlah pot besar berisi tumbuhan, yang menambah sejuk suasana.

Area makan di restoran ini terbagi menjadi dua: indoor dan outdoor. Area outdoor mengelilingi bagian indoor, sedangkan ruang indoor terbagi menjadi beberapa bagian, seperti lounge dan dining area.

Ketika memasuki ruang indoor Immigrant, seperti sedang mendekati setting lokasi film "Star Wars". Interior resto seakan didominasi warna-warna logam. Ada pula kesan yang tebersit, area ini seperti sebuah kawasan perindustrian. Agak kelam nuansanya, tapi cukup tenang. Lampu yang sedikit reduplah yang membuat ruangan di dalam resto terkesan agak gelap. Matahari di luar yang tengah bersinar terik tidak akan terasa lagi di ruangan ini.

"Pendapat orang mengenai Immigrant memang berbeda-beda. Ada yang bilang menyerupai kawasan perindustrian, ada pula yang menilai mirip kapal. Kami sengaja menyuguhkan suasana demikian agar semua orang merasa cocok dengan restoran bernuansa New York tahun 1920-an ini," tutur Shinta.

Beberapa elemen yang mencirikan kota industri dapat dilihat pada langit-langit restoran yang sebagian ditutup pelat logam melengkung berwarna emas dan "berhias" paku ukuran besar. Sementara sebagian area langit-langit dibiarkan "melompong" tanpa plafon. "Nuansa kota industri dipertegas dengan suasana di bawah plafon. Khususnya pada meja bar kayu yang bisa dipisah, dan uniknya meja bar ini menyerupai bentuk rel kereta api," jelas Shinta, seraya menyebut bahwa Immigrant memiliki luas 1.400 meter persegi.

Immigrant memiliki ruang VIP yang bisa menampung 20 orang. Ada pula dining area yang memuat jajaran sofa empuk nan nyaman. Sementara area bar dan lounge dapat dijadikan tempat bersantai lantaran ada iringan lagu-lagu lembut di sana.

This content has passed through fivefilters.org.



image

Tidak ada komentar: