Selasa, 27 Oktober 2009

“Segudang Manfaat Pepaya” plus 2 more

“Segudang Manfaat Pepaya” plus 2 more


Segudang Manfaat Pepaya

Posted: 27 Oct 2009 12:38 AM PDT

PEPAYA sebenarnya berasal dari Amerika Tengah. Tanaman ini mudah tumbuh di mana saja, termasuk di tanah Indonesia.

Di Indonesia terdapat banyak sentra produksi pepaya yang aktif memproduksi tanaman dan buah pepaya untuk disalurkan ke daerah-daerah lain di Indonesia. Sentra tanaman pepaya itu ada di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Walau tersebar di seantero negeri, namun tidak banyak masyarakat yang peduli akan pentingnya pepaya. Padahal buah ini merupakan sumber gizi yang baik, harganya pun relatif murah. Hampir seluruh bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan, baik sebagai bahan pangan maupun untuk bahan obat dan industri. Mulai dari akar, batang, daun, kuntum bunga, buah, kulit pohon, sampai getahnya.

Tiap bagian pepaya memiliki kandungan serta manfaat masing-masing. Misalnya akar. Bagian ini biasanya digunakan untuk membasmi cacing kremi, sakit ginjal, sakit kandung kemih, tekanan darah tinggi, digigit serangga, dan encok. Daunnya juga memiliki manfaat yang tidak sedikit. Sayur daun pepaya biasa digunakan untuk penambah nafsu makan, mengobati penyakit beri-beri, kejang perut, malaria, sakit panas, dan insomia.

Adapun kuntum bunga pepaya biasa dibuat sayur lodeh dan pecel. Kuntum ini dapat merangsang nafsu makan. Buah pepaya pun sangat bagus untuk terapi memperlancar pencernaan, menghaluskan kulit, dan mengobati lambung yang terasa sakit.

Dalam industri minuman, pepaya digunakan sebagai penjernih dan penambah cita rasa pada bir. Sedangkan pada industri daging, pepaya sering kali digunakan sebagai pengempuk daging.

This content has passed through fivefilters.org.



image

Tradisi Upacara Minum Teh

Posted: 26 Oct 2009 03:09 AM PDT

UPACARA minum teh Jepang atau chanoyu adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chat atau cha no yu.

Sementara upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate. Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu.

Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.

Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, dan agama.

Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa basi, etiket meminum teh, dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.

Pada umumnya upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchad, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchad.

Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktikkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh. Tea ceremony di Jepang dan di China sangat berbeda sekali.

Cara minum teh di Jepang sudah ditentukan sejak beberapa ratus tahun dan tidak pernah diubah atau diperbaiki. Teh yang dipakai juga sangat berlainan dengan teh yang dipergunakan di China dan yang diminum atau dimakan juga sangat berlainan.

Teh jepang yang dipergunakan untuk upacara minum teh adalah teh tipe sinensis yang begitu dipetik langsung dikeringkan dan digiling jadi bubuk dan harus disimpan di dalam vacuum jika ingin tahan lama. Kue yang disuguhkan di samping teh saat upacara minum teh disebut Chakaiseki.(Koran SI/Koran SI/nsa)


This content has passed through fivefilters.org.



image

Kue Tradisional ala Jepang

Posted: 26 Oct 2009 02:57 AM PDT

PASTI Anda sudah akrab dengan makanan bernama dorayaki ataupun konyaku. Ya, mereka adalah kudapan tradisional yang selalu tersaji di Jepang, namun populer juga di Indonesia.

Nama kue dorayaki sangat familier buat masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di kota besar. Hal itu lantaran kudapan tersebut kerap dikonsumsi oleh Nobita, tokoh dalam film kartun hit Doraemon. Nobita yang tiap hari selalu menyantap kue dorayaki bisa jadi merupakan gambaran kecil betapa panganan ini sangat lekat dengan keseharian masyarakat di Negeri Sakura.

Irwan, salah seorang koki dari Restoran Basara Jakarta, membenarkan bahwa dorayaki sangat populer di Jepang. Bahkan kini kepopulerannya sudah menular ke negara-negara di Asia lainnya. Dorayaki termasuk ke dalam golongan kue tradisional Jepang (wagashi) yang bentuknya bundar sedikit tembam, terdiri atas dua lembar kue yang direkatkan dengan selai kacang merah.

Dorayaki memiliki tekstur lembut dan mirip dengan kue Jepang yang disebut kastela karena adonannya mengandung madu.

"Dorayaki memang makanan kesukaan masyarakat Jepang. Selain terdapat variasi rasa, dorayaki juga mudah didapat," ujar Iwan dalam sebuah seminar masakan Jepang yang diadakan The Japan Foundation Jakarta, beberapa waktu lalu.

Varian dorayaki di antaranya dorayaki orisinal, dorayaki cokelat, dorayaki kacang merah, dan dorayaki ubi. Irwan menuturkan, biasanya variasi rasa tersebut dibuat berdasarkan musim panen. Misalnya pada musim kacang merah, orang Jepang bakal menggunakan jenis kacang itu untuk isian kue dorayaki.

Ada satu lagi kudapan yang difavoritkan warga Jakarta, yakni konyaku. Konyaku merupakan camilan yang penyajiannya ditusuk menyerupai sate. "Daging" yang ditusuk itu bertekstur kenyal dan terbuat dari tepung beras. Kudapan ini dimasak dengan cara direbus di dalam kuah yang telah dicampur kulit ikan kering dan juga konbu (rumput laut Jepang), kemudian dicocol ke dalam bumbu kacang yang bernama miso.

"Miso menjadi saus konyaku. Miso terbuat dari kacang yang dihaluskan dan menggunakan jahe," timpal Food Checker Restoran Basara Jakarta Merdiansyah Rizki.

Ingin menu berkuah ala Jepang? Cobalah keinger. Sup ini biasanya disajikan pada musim dingin karena kuahnya yang mampu menghangatkan tubuh. Cita rasa sup ini didominasi rasa jahe dan mempunyai khasiat bagus untuk kesehatan.

Satu lagi masakan tradisional unik dari Jepang yang patut dicoba, yakni mi somen yang bersuhu rendah alias dingin. Konon, mi somen berasal dari sebuah kawasan di Jepang yang berada di pegunungan. Di kawasan tersebut, penduduk selalu menyajikan mi di dalam bambu yang dicampur dengan air dingin khas pegunungan. Makanya, sampai sekarang mi somen selalu tersaji dalam keadaan dingin.

Hal yang sama terlihat di Restoran Basara. Mi somen dialiri dari dapur, kemudian dimasukkan ke dalam bambu panjang setengah terbuka yang berisi air mengalir. Pada saat mi mengalir itulah Anda bisa memegang sumpit dan mangkuk, bersiap untuk mengambil mi tersebut. Setelah itu, mi boleh disatukan ke dalam mangkuk yang telah terisi saus soyu.

Siapa sigap, maka dia yang akan mampu mendapatkan mi. Maklum, mi somen ternyata memiliki tekstur sangat licin sehingga cukup sulit dijepit dengan sumpit.

"Berhubung rasanya hambar karena dingin, saya selalu menyiasatinya dengan cara menambahkan wasabi. Soalnya itu yang bikin enak. Dari sisi kesehatan, somen sehat, minya segar karena tidak mengandung minyak. Jika diibaratkan seperti menyantap semacam sashimi sushi yang langsung dimasak segar. Benar-benar makanan sehat," ungkap Ninik Rita, dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Jakarta, yang saat itu berkunjung ke Basara. Masih belum puas? Masih ada wasabi cake yang bisa dicicipi.

Rasanya pedas dan memanfaatkan bahan dasar sayur wasabi. Untuk hidangan penutup, silakan cicipi satsumaimo atau yang dikenal dengan nama ubi ice cream. Es krim ini kerap disajikan bersama tambaru (kulit crispy yang terbuat dari tepung terigu). (Koran SI/Koran SI/nsa)


This content has passed through fivefilters.org.



image

Tidak ada komentar: