Kamis, 08 Oktober 2009

“Si Pembangkit Selera Makan” plus 3 more

“Si Pembangkit Selera Makan” plus 3 more


Si Pembangkit Selera Makan

Posted: 08 Oct 2009 02:00 AM PDT

MASAKAN yang biasa disebut appetizer punya variasi yang tidak terhitung. Mulai berbahan dasar rumput laut, tulang ikan hiu, jamur, sampai seefood, semua mencitrakan kelezatan. Dari sekian banyak varian appetizer, suplah yang umum dijasikan hidangan pembuka sebelum menyantap menu utama.

Dalam perjamuan makan, biasanya terdapat urutan makanan yang meliputi makanan pembuka (appetizer), makanan utama (main course), dan makanan penutup (desert). Dari urutan penyajian tersebut, hidangan pembuka mempunyai tugas penting. Appetizer berfungsi sebagai pemancing selera makan untuk menyantap hidangan selanjutnya.

Sebagai hidangan pembuka, appetizer mempunyai variasi yang banyak sekali. Misalnya, di Prancis makanan dimulai dari salad atau sup, sedangkan di Libanon, sebagai menu pembuka dihidangkanlah hummus.

Di samping mampu membangkitkan selera, sup juga bermanfaat bagi kesehatan. Sup bisa menghangatkan badan, memperlancar aliran darah, serta mampu meningkatkan hormon.

Menu appetizer juga tidak hanya bisa disantap sebagai hidangan pembuka. Tergantung permintaan pemesan, ingin menikmati hidangan appetizer  pada awal atau akhir santapan.

Menikmati sup pada awal atau akhir acara bersantap bukanlah suatu masalah. Yang jelas, pihak restoran pasti akan berusaha menampilkan yang terbaik bagi tamunya dengan kreasi baru yang inovatif.(Koran SI/Koran SI/nsa)




image

Inspirasi Jajanan Sehat Kota Bogor

Posted: 08 Oct 2009 01:06 AM PDT

JAJANAN pinggir jalan di Kota Bogor tak terhitung banyaknya. Memang tidak semua menyehatkan, tapi beberapa di antaranya diharapkan dapat menginspirasi Anda untuk senantiasa mengonsumsi makanan dan minuman berbahan alami dengan pengolahan yang benar. Berikut referensi beberapa lokasi jajanan di Bogor:

1. Cendol De Keraton

Berlokasi di Jalan Pajajaran, tepatnya berupa pikulan yang mangkal di depan Michelle Bakery. Cendolnya segar dan sehat karena terbuat dari bahan alami dengan pemanis asli gula merah dan gula pasir. Santannya tidak dimasak sehingga lemak sehat dari kelapa tidak rusak akibat pemanasan.Air yang dipakai adalah air RO (reverse osmosis).

2. Brownies Singkong Serambi Botani (Botani Square)

Umumnya brownies (baca: bronis) yang dijual di pasaran terbuat dari tepung terigu. Padahal, gluten pada terigu termasuk sulit dicerna. Brownies singkong menggunakan komposisi 80 persen tepung singkong dan 20 persen terigu.

Selain lebih sehat, brownies seharga Rp28.000-Rp35.000 per kotak ini rasanya tidak kalah enak dengan brownies biasa. Tersedia dua pilihan brownies kukus dan panggang dengan aneka pilihan topping seperti choco chip, kismis, keju, dan kacang.

3. Es Bubur Buah Rahat Cafe

Mengusung konsep Indonesian & Healthy Food, Rahat Cafe yang berlokasi di Jalan Malabar 1 (sebelah timur Plaza Pangrango) menampilkan salah satu menu andalan es bubur buah.

Bubur yang satu ini istimewa karena terbuat dari campuran yoghurt, es krim, sedikit tapai singkong, serta potongan buah seperti jambu merah, melon, kelapa muda, nangka, dan stroberi segar yang dibekukan (frozen). Es krim tersedia dalam dua pilihan rasa, yakni cokelat dan vanila.

4. Es Pala Dimsum Kampoeng

Jika Anda mengalami kesulitan tidur alias insomnia, cobalah terapi alami dengan minuman dari buah pala. Di gerai Dimsum Kampoeng yang berlokasi di Jalan Malabar (samping Plaza Pangrango), Anda dapat memesan es pala yang "pedas" menyegarkan.

Pala juga bermanfaat sebagai obat alami nyeri haid, rematik, maag, dan mabuk perjalanan.

5. Soto Kuning Pak Yusuf

Berlokasi di Jalan Surya Kencana dan biasanya lokasinya aplusan dengan Soto Kuning Pak Bongkok. Rasanya enak dan gurih. Pilihan isian soto kuning yang terdiri atas paru, usus, otot, limpa, otak, dan lidah mungkin terasa "kurang sehat" karena jeroan hewan umumnya berkolesterol tinggi.

Jika ingin mempraktikkan pembuatannya di rumah, cobalah menetralisasi dengan menambahkan minyak zaitun atau mengganti santan dengan susu kedelai.

6. Comro De Paris

Comro singkatan dari oncom ti jero (bahasa Sunda: oncom di bagian dalam). Comro De Paris yang dijual seharga Rp2.000 memiliki cita rasa dan tekstur yang kering, renyah, serta isian yang pas gurih dan pedasnya.

7. Asinan Jagung Bakar

Jagung mengandung betakaroten yang baik bagi kesehatan mata. Asinan jagung bakar bisa Anda temui mangkal di pinggir jalan seperti di Jalan Surya Kencana (dekat toko kue De Paris).

Jagung manis dibakar, dibersihkan, lalu disisir dari bonggolnya. Selanjutnya, jagung disiram kuah yang terbuat dari campuran cuka, cabai, gula, serta garam sehingga menciptakan perpaduan rasa manis-asam-pedas. Sebagai pelengkap adalah kerupuk mi berwarna kuning yang gurih.

8. Bir Kocok

Minuman ini menyehatkan karena terbuat dari campuran air jahe, gula, kayu manis, dan cengkeh. Pak Acep, penjual minuman ini sudah mangkal di Gang Roda, Bogor, sejak tahun 1960-an. Disebut bir kocok karena sebelum disajikan, Acep akan mengocok minuman tersebut bersama es batu dalam sebuah tabung stainless steel hingga agak berbuih.

9. Pepes Pisang

Di Jalan Surya Kencana,Anda dapat menemukan sebuah gerobak berisi penuh aneka pepes. Antara lain pepes sagu pisang, jamur, teri, otak-otak, oncom, usus, dan pedapetai. Pepes sagu pisang seharga Rp2.000 per bungkus bisa menjadi inspirasi camilan sehat.

10. Lumpia Basah

Lumpia basah dinilai lebih sehat karena dimasak dengan cara didadar, bukan digoreng. Lumpia ini dibuat dengan terlebih dulu menumis campuran taoge, irisan bengkuang, telur, tahu, dan bawang putih. Selanjutnya, tumisan dibungkus kulit lumpia yang sudah matang dan tidak digoreng lagi sehingga mengurangi pemakaian minyak.Anda dapat menemukan camilan sehat ini di Jalan Surya Kencana. Selamat berwisata kuliner! (Koran SI/Koran SI/nsa)




image

Dicari Jajanan Enak dan Sehat

Posted: 08 Oct 2009 12:52 AM PDT

KAMI dipertemukan oleh dua hal: suka makan dan ingin tetap sehat. Maka, dimulailah perjalanan kuliner sehat kami di Kota Hujan ini. Menyenangkan sekaligus mengenyangkan.

Kami, rombongan tak bernama yang terdiri dari 23 orang, awalnya tidak saling mengenal. Bermula dari pengumuman yang di-posting pelaku food combining, Wied Harry Apriadji, di milis (mailing list) dan Facebook, Seputar Indonesia (SI) pun turut serta berwisata jajanan sehat di Kota Bogor, Sabtu (3/10).

Wied Harry Apriadji atau yang akrab disapa Mas Wied, adalah penulis buku-buku nutrisi dan makan sehat alami yang sudah menerapkan pola makan food combining sejak tahun 2000. Food combining pada prinsipnya merupakan pola makan dengan menghindari konsumsi karbohidrat, protein, dan lemak dalam waktu yang bersamaan.

Pengalaman Wied yang sukses menerapkan hidup sehat ala food combining, membuat pria kelahiran 1960 itu tergerak menularkan pola makan sehat kepada banyak orang. Konsep makanan sehat bukan sekadar bebas bahan penyedap, pengawet, dan pewarna buatan. Lebih dari itu, juga kemampuan untuk memodifikasi atau mengganti bahan tidak sehat dengan yang lebih aman bagi banyak kalangan.

"Saya ingin membangun kesadaran mulai dari kelompok kecil agar kalau jajan itu sebaiknya mengetahui mana yang sehat dan kurang sehat. Begitu pun pengusaha makanan atau penjual, harapan saya dapat terbangun kesadarannya untuk menjual jajanan yang aman juga sehat," ujar alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga itu.

Sebelum memulai tur jajanan sehat, pukul 09.00 WIB kami berkumpul di Warung Pecel Madiun Bu Pardi yang berlokasi di Jalan Binamarga No 24-E, Baranangsiang, Bogor. Selain pecel, di sini juga tersedia makanan tradisional lain seperti botok, garang asem, dan brengkes kemangi dengan tahu.

Sambil mempersilakan kami menjajal kenikmatan pecel madiun, Wied mengungkapkan bahwa pecel merupakan aset salad tradisional Indonesia yang menyehatkan. Pasalnya, makanan berjenis pecel sudah pasti mengandung banyak sayuran segar seperti mentimun, kemangi, petai china, kangkung, dan taoge.

"Untuk bumbu kacangnya, banyak yang beranggapan bahwa kacang itu kolesterolnya tinggi. Padahal, sumber kolesterol adalah lemak hewani. Adapun kandungan lemak dalam kacang itu sehat," papar pria yang wajahnya kerap muncul dalam acara Jajan Sehat Wied Harry di sebuah stasiun televisi swasta itu.

Tepat pukul 11.00 WIB, rombongan kami meninggalkan Warung Pecel Bu Pardi menuju Jalan Pajajaran. Tepat di depan Michelle Bakery, kami melihat pikulan yang biasa dipakai pedagang es dawet ayu khas Banjarnegara. Inilah Cendol De Keraton yang menjadi destinasi jajan sehat kedua kami. Teriknya matahari membuat tak seorang pun di antara kami yang melewatkan kesempatan mencicipi kesegaran es cendol seharga Rp6.000 per porsi itu.

Penyanyi Nina Tamam dan sang suami, Erikar Lebang,yang tergabung dalam rombongan, tampak kompak menyendok buliran cendol segelas berdua. "Enak. Segar banget," komentar Nina.

Mee Mee, sang pengelola Cendol De Keraton, mengklaim semua bahan yang dipakai alami tanpa pewarna buatan. Cukup memakai daun suji dan daun pandan sehingga beraroma khas. Gulanya pun asli dari gula merah dan gula pasir.

"Air yang dipakai air RO (Reverse Osmosis), bukan air mentah atau air sembarangan," tukas wanita berkulit putih itu.

Untuk santannya, Cendol De Keraton menggunakan santan yang tidak dimasak. Menurut Wied, santan sebaiknya memang dibuat dengan memeras kelapa parut bersama air matang hangat.

Pemanasan akan merusak kandungan lemak sehat pada santan, bahkan dapat mengubahnya menjadi lemak trans yang membahayakan. Petualangan berlanjut di Serambi Botani yang terletak di lobi dalam Botani Square.

Di gerai ini, kami mencicipi bronis singkong, suatu bentuk penganekaragaman produk lokal. Jika bronis pada umumnya didominasi bahan tepung terigu, bronis singkong menggunakan komposisi 80 persen tepung singkong dan 20 persen terigu. Dengan begitu, kandungan gluten dalam terigu yang sulit dicerna dapat diminimalisasi.

Di antara pilihan bronis singkong kukus dan panggang, SI memilih yang dikukus karena lebih lembut. Sekotak bronis singkong dengan topping choco chip pun segera masuk kantong belanjaan. Es bubur buah Rahat Cafe di Jalan Malabar, kembali menginspirasi kami untuk membuat model minuman sehat.

Es ini terbuat dari campuran yoghurt, es krim, sedikit tapai singkong, serta potongan buah seperti jambu merah, melon, kelapa muda, nangka, dan buah stroberi segar yang dibekukan (frozen). Rasanya? hmmm segar dan creamy!

"Kalau mau bikin sendiri yang lebih sehat, ganti saja dengan frozen yoghurt yang plain. Tinggal diblender dengan menambahkan mangga sebagai pemanis alami, jadi tidak perlu ditambah gula," saran Wied.

Inspirasi sehat juga datang dari buah pala. Jika biasanya buah bernama latin myristica fragan haittitu dibuat manisan, Dimsum Kampoeng (masih di Jalan Malabar) mengolahnya menjadi minuman bernama es pala yang rasanya segerseger pedas. Cocok dijadikan obat tidur alami bagi orang insomnia.

Beranjak ke Jalan Surya Kencana, para pehobi jajan niscaya bakal "kalap" di sini. Sungguh beragam kudapan yang dijajakan di sepanjang jalan ini. Kami memulai dengan soto kuning Pak Yusuf yang rasanya benar-benar nikmat. Bahan isian soto dapat dipilih mulai paru, usus, otot, limpa, otak, dan lidah.

Wah, bagi sebagian orang mungkin cukup "menyeramkan", mengingat kandungan kolesterol tinggi pada jeroan.

"Tidak semua makanan yang kita temui itu sehat. Tapi jika ingin membuatnya sendiri di rumah, kita bisa mengolah atau menggantinya dengan bahan yang lebih sehat. Untuk soto ini, ganti saja santannya dengan susu kedelai, atau menambahkan minyak zaitun saat hendak disajikan," saran Wied.

Selepas soto kuning, sasaran kami berikutnya adalah Comro Atmaja yang garing dan renyah, serta asinan jagung bakar yang letaknya berdekatan. Jagung sebagai bahan utama dinilai sehat mengingat kandungan betakaroten yang tinggi. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa menemukan asinan jagung bakar yang disertai potongan mentimun, taoge, dan selada. Kuahnya yang asam-pedas menyegarkan berasal dari campuran cuka, cabai, gula, dan garam.

"Sebaiknya pakai cuka dari gula aren, jangan cuka sintesis," tandas Wied.

Petualangan kami di Jalan Surya Kencana ditutup dengan mencicipi pepes sagu pisang, lumpia basah, dan meneguk kesegaran bir kocok alias "bir pengantin".Yang terakhir ini cukup unik, karena boleh dibilang satu-satunya dan terletak di Gang Roda.(Koran SI/Koran SI/nsa)




image

Soto, Wisata Lidah nan Komplet

Posted: 08 Oct 2009 12:34 AM PDT

SOTO termasuk makanan tradisional karena hampir ada di setiap daerah dengan ciri khas masing-masing. Bagi pencintanya, soto adalah makanan murah, meriah, dan komplet. Kenapa?

Pantaslah kiranya soto disebut sebagai makanan rakyat. Pertama, hampir di semua daerah di Indonesia dapat ditemui soto. Uniknya, di belakang "nama" soto dilekatkan asal daerah. Dimulai dari Jawa Tengah. Beberapa daerah mempunyai menu soto, seperti Solo, Semarang, dan Kudus.

Bergeser ke Jawa Timur, pencinta kuliner dapat menikmati soto surabaya dan lamongan. Jawa Barat terkenal dengan soto bandung dan bogor. Tidak ketinggalan soto betawi ikut meramaikan dunia soto. Kedua, soto bukan sekadar pemuas rasa lapar.

Dalam artian, orang dapat berwisata memanjakan lidah dengan cita rasa khas yang berbeda-beda dari masing-masing daerah, dengan menyesuaikan olahan bumbu agar pas dengan lidah orang wilayah setempat. Kendati begitu, masyarakat dari daerah lain tetap bisa menerima soto. Meski cita rasa yang dirasakan agak "aneh" bila belum terbiasa.

Ketiga, soto termasuk rounded clock product. Sebab, soto dapat dinikmati tidak tergantung waktu dan bisa disantap kapan saja. Baik sarapan, makan siang, maupun makan malam. Keempat, soto adalah makanan tradisional nan sederhana. Jika tubuh terasa demam dan kecapekan, cobalah menikmati soto.

Rempah-rempah yang ada di dalam komposisi soto bakal menghangatkan tubuh. Masing-masing daerah yang ada sotonya pasti mempunyai ciri khas berbeda. Soto kudus misalnya, kelihatannya sederhana dengan kuah soto berwarna kuning dan tarikan rasa yang asam, berisi taoge dan bersantan, dengan pilihan daging ayam dan daging sapi atau kerbau.

Sebagai pelengkap, disediakan kecap, jeruk limau, dan irisan bawang putih yang digoreng kering. Di Semarang, soto boleh dibilang menjamur. Di setiap sudut kota berdiri tempat makan yang menyediakan soto. Ciri khas soto Semarangan adalah kuah yang bening tanpa santan.

Nasi, soun, bawang merah, bawang putih, seledri, daun bawang, dan tambahan isinya tergantung dari masing-masing tempat untuk menonjolkan ciri khasnya. Usaha soto ayam semarang harus melakukan variasi agar pengunjung tidak bosan serta berinovasi pada menu sotonya.

"Salah satu ciri khas soto ini ada tambahan irisan bawang merah segar supaya semakin nikmat," ujar pemilik Soto Bangkong Soleh Sukarno.

Ciri khas lainnya, daging ayam yang disajikan dirajangrajang, bukan disuwir. Pendamping soto juga perlu diperhatikan, yakni sate ayam, sate kerang, sate telur puyuh, tempe goreng, dan perkedel. Soto Cipto khas Semarang memberikan sensasi berbeda dalam side dish (makanan pendamping).

"Saat menikmati soto akan terasa lebih nikmat dengan menyantap gimbal udang. Kegurihan rempah-rempah dalam kuah soto akan semakin gurih ditambah rasa udang nan nikmat," tutur pemilik Soto Cipto Ambarwati.

Pemilik Soto "Pak No" Rochmat mengandalkan kaldu dari balungan ayam sehingga kuah terasa lebih lezat. "Kuahnya yang agak keruh memang disengaja agar tercipta rasa gurih.Mangkuk yang digunakan juga kecil sehingga rasa tetap terjaga," sebutnya.(Koran SI/Koran SI/nsa)




image

Tidak ada komentar: