Senin, 02 November 2009

Menu Rumahan Sehat dan Nikmat pasti siip

Menu Rumahan Sehat dan Nikmat pasti siip


Menu Rumahan Sehat dan Nikmat

Posted: 01 Nov 2009 09:03 PM PST


Bagi Anda yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, urusan perut sangat dimanjakan dengan menjamurnya berbagai restoran yang menawarkan beragam hidangan. Coba terka, jenis masakan apa sih yang tak dapat ditemui di Ibukota? Nyaris semuanya tersedia, mulai menu lokal, Asia, Timur Tengah, hingga Western seperti Italia dan Prancis.

Ragam pilihan tersebut memang sangat melenakan, apalagi bagi Anda yang dan tidak suka repot di dapur. Beli makanan di luar rumah atau makan di restoran mungkin terasa lebih praktis. Namun, jangan lupakan bahwa walau bagaimanapun makan bersama keluarga di rumah itu lebih baik. Selain mengakrabkan secara psikologis, masakan rumah juga jauh lebih sehat. Sebab, Ibu bisa merencanakan dan mengontrol kandungan gizinya agar tetap terjaga.

Contohnya, saat memasak sayuran jangan terlalu layu (tiga per empat matang saja) supaya gizinya tidak hilang; merebus air harus sampai mendidih; menggoreng tempe, tahu, ayam, ikan menggunakan minyak goreng yang baru dan non kolesterol (bukannya minyak jelantah yang telah digunakan berkali-kali sehingga membahayakan kesehatan).

Jika Ibu tidak pandai memasak, tak perlu berfikir jauh-jauh ke menu ala hotel atau restoran yang rumit membuatnya dan sulit mendapatkan bahan-bahannya. Percayalah, dengan niat tulus disertai usaha untuk belajar memasak, suami dan anak-anak akan bangga dengan hasil karya Ibu, walaupun hanya masakan rumah yang sederhana saja. Bila perlu, Ibu bisa membuka-buka kembali arsip resep-resep masakan keluarga yang sudah turun-temurun.

Masakan rumahan walaupun sederhana tapi senantiasa membuat kangen. Tengoklah sambal goreng kentang berbaur hati yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dimanapun. Menu sederhana rumahan lainnya antara lain Tumis Labu Siam, Tumis Oncom, Sayur Daun Singkong, dan Ikan Tongkol Goreng.

Selain praktis dan mudah dipraktekan, bahan menu masakan rumah ini dengan mudah bisa didapat di swalayan hingga pasar tradisional. Bagi penggemar pedas pasti akan tergoda dengan irisan cabai merah dan cabai hijau dalam masakan tumis labu siam yang sengaja dibuat mencolok (diiris agak besar-besar). Namun, rasa pedas sebenarnya lebih dominan berasal dari cabai rawit yang sudah dihaluskan. Sedangkan cabai hijau dan cabai merah memang diambil dari golongan yang tidak pedas, atau bisa dianggap semacam garnish saja.

Tumis oncom juga tak kalah nikmat. Masakan yang populer di kalangan orang sunda ini juga dimasak dengan aneka cabai, sehingga rasa pedas masih terselip diantara gumpalan oncom yang empuk. Ciri khas lainnya adalah penambahan leunca yang berbentuk bulat kecil dan berwarna hijau. Buah yang satu ini memang kerap dijumpai dalam menu khas sunda, seperti karedok leunca. Sajian tumis oncom yang dicampur leunca sangat pas disajikan bersama nasi panas ditambah sambal terasi dan ikan peda...hmm nikmatnya bisa menambah selera makan.

Beralih ke sayur daun singkong, menu yang satu ini tentu sudah tak asing lagi di telinga. Selain sayur bersantan, daun singkong yang kaya protein juga bisa dibuat variasi olahan lain seperti sayur bobor, kare daun singkong, rolade, buntil, atau direbus sebagai lalapan seperti yang tersedia di rumah makan Padang. Sebagai lauk utamanya, Ibu bisa mencoba ikan tongkol goreng yang gurih. Membuatnya pun mudah, cukup dibumbui dan dimarinasi, lalu digoreng hingga matang. Praktis bukan? Selamat mencoba!

This content has passed through fivefilters.org.



image

Tidak ada komentar: