Rabu, 23 Desember 2009

“Karakter Menu Peranakan” plus 1 more

“Karakter Menu Peranakan” plus 1 more


Karakter Menu Peranakan

Posted: 23 Dec 2009 01:05 AM PST

DALAM dunia kuliner, penggabungan menu dari dua kawasan yang berbeda kerap dinamai fusion. Serupa dengan fusion kita juga mengenal masakan peranakan, yang merupakan menu perpaduan dari sejumlah negara.

Perpaduan itu terjadi karena adanya pengaruh dari budaya satu negara terhadap negara lain. Nah, untuk lebih mengenal apa itu masakan peranakan, pointer-pointer berikut mungkin bisa membantu Anda:

Masakan peranakan menu hasil persilangan seni kuliner Indonesia dengan beberapa negara seperti China, Melayu, India, dan Belanda. Umumnya resep yang digunakan adalah serep turun-temurun.

Kunci kelezatan masakan peranakan terletak pada rempah-rempah yang digunakan sebagai bumbu. Beberapa juru masak sangat memperhatikan detail saat mereka memasak menu peranakan. Misalnya, cara memotong sayuran harus disesuaikan dengan makanan yang ingin dimasak.

Demikian pula dengan jenis wajan, harus disesuaikan dengan jenis masakan yang hendak dimasak, dan tentu saja jenis piring ataupun mangkuk yang bakal digunakan untuk menempatkan makanan. Beberapa nama pada menu peranakan memiliki makna filosofi tertentu.
(Koran SI/Koran SI/nsa)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Masakan yang Menggugah Kenangan

Posted: 23 Dec 2009 12:46 AM PST

MASAKAN khas China peranakan umumnya dibuat menggunakan resep yang diwariskan secara turun-temurun, dipadu dengan beragam budaya. Tak pelak, budaya ataupun kuliner warga peranakan selalu lekat dengan sejarah. Bersantap jenis masakan ini seperti membawa kita ke masa dulu.

Public Realation Manager Meradelima Jessy Williams Coert mengatakan, pihaknya coba menyajikan sebuah konsep rumah makan yang juga mengedepankan suasana kekeluargaan. Menu-menu yang disuguhkan adalah masakan autentik peranakan yang sesuai dengan selera lidah masyarakat Indonesia, terutama Jakarta.

"Sejak berdiri dan dari sekian banyak konsep family restaurant yang hadir di Jakarta, restoran ini berhasil mencuri sesuatu, yaitu dengan konsep perakannya yang khas," papar Willi, sapaan akrabnya.

Hal yang sama dijelaskan Linny Adisubrata, pengawas masakan Meradelima, yang juga menangani beberapa restoran lain seperti Bunga Rampai. Linny menuturkan, dengan menghadirkan beragam menu peranakan yang memiliki cita rasa lezat hasil resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun, Meradelima berhasil menjadi restoran keluarga favorit.

"Masakan peranakan itu campur-campur. Bukan hanya masakan China, tapi juga Indonesia dan Arab," ucap Linny.

Salah satu menu yang menjadi favorit adalah salad berlabel vanzuylen. Menu ini menggunakan resep asli Bangka, yang banyak dibuat masyarakat China dan disajikan saat perayaan Tahun Baru. Salad ini terdiri atas irisan mangga beserta sayuran seperti wortel dan bengkoang yang dicampur jeruk bali, udang goreng, serta dilengkapi dengan rengginang. Bisa dibilang, menu salad yang satu ini memiliki rasa unik berkat tambahan rengginang di dalamnya.

"Biasanya Chinnese new year dirayakan dengan menyantap salad yang menggunakan udang mentah dan dicampur cuka. Namun, di sini salad telah diperbarui, di antaranya dengan menggunakan udang yang digoreng terlebih dahulu," ungkap Linny.

Terdapat pula menu bernama gurame lima rasa. Pemberian nama "lima rasa" didasarkan pada cita rasa yang muncul pada menu ini, di antaranya asin, pedas, dan terasi. Yang juga terkenal dari restoran ini adalah menu tahu bakar tangkiwut. Menu yang namanya diambil dari nama jalan di kawasan Mangga Besar, Jakarta ini menyajikan tahu bakar dilengkapi bumbu yang rasanya menyerupai bumbu ayam bakar dan dibalut dengan potongan cabai merah kering.

"Perpaduan rasa yang didominasi pedas dan manis ini yang menjadikan tahu bakar tangkiwut menjadi favorit," ujar Linny.

Beberapa menu dengan nama unik lain yang merupakan hasil resep turun-temurun dan bisa dicoba di Meradelima adalah pindang bandeng, lumpia Ny Liem, ayam panggang mertua, oseng bini gue, mi goreng umur panjang, serta aneka jenis sambal.

Sedangkan untuk minuman tradisional seperti es dawet kauman nangka, es nyiur melambai, dan wedang jahe, masih disediakan dengan rasa yang orisinal. Adapun untuk menu mocktail, Meradelima menyediakan pilihan rasa yang lebih segar seperti peony sea view yang merupakan perpaduan antara kiwi dan leci yang disatukan dengan jeruk nipis serta sirup spesial ala Meradelima.

Selain di Kebayoran Baru, Meradelima juga hadir di Gedung Graha Paramita, Kuningan, yang buka pukul 08.00-20.00 WIB dengan kapasitas kursi 80 orang. Sementara untuk standing party dapat menampung hingga 120 orang.

Anda penasaran dengan menu peranakan yang mampu menggugah kenangan? Tepat sekali jika Anda mau melangkahkan kaki ke Meradelima di kawasan Kuningan atau cabang Kebayoran Baru yang buka pukul 11.00-23.00 WIB. Harga menu-menunya berada dalam kisaran Rp20.000-Rp150.000.
(Koran SI/Koran SI/nsa)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: