Selasa, 29 Desember 2009

“Martabak Kambing Bungkus Dadar Telur” plus 4 more

“Martabak Kambing Bungkus Dadar Telur” plus 4 more


Martabak Kambing Bungkus Dadar Telur

Posted: 29 Dec 2009 02:44 AM PST


Untuk menghasilkan dadar telur yang tipis, diamkan adonan selama 1 jam di tempat yang dingin. Kulit dadar telur, atau crepe dalam istilah Barat, dapat pula diisi dengan setup apel pekat, digoreng dengan sedikit butter, dan disajikan panas dengan es krim vanila.

Jika menggoreng martabak dengan butter, cairkan terlebih dahulu butter dengan cara memanaskannya. Hanya ambil bagian butter cair yang bening, buang busa dan endapannya. Butter bening yang dikenal pula dengan istilah clarified butter, ini tidak cepat gosong saat digunakan untuk menggoreng.
 
Bahan Isi:
600 g daging kambing giling
5 g ketumbar bubuk, sangrai
3 g jintan bubuk, sangrai
Minyak goreng secukupnya
50 g bawang bombai, iris rajang halus
50 g daun bawang, iris
250 g atau 4 btr telur
Garam secukupnya
Lada secukupnya
15 g daun ketumbar, iris halus sesuai selera
15 g daun jeruk, iris halus sesuai selera

Bahan Kulit:
1 btr telur
250 ml susu
120 g tepung terigu
15 g butter oil atau minyak goreng
Garam secukupnya
Lada secukupnya

Bahan Lain:
Minyak goreng atau butter oil secukupnya

Pelengkap:
Acar bawang merah, mentimun, dan cabai rawit

Cara Membuat:
1. Campur semua bahan isi.

2. Untuk kulit: campur telur dan susu hingga merata. Masukkan tepung sedikit demi sedikit sambil aduk. Tambahkan lada, garam, dan butter oil. Sisihkan di tempat dingin selama 1 jam.

3. Panaskan pinggan teflon di atas api sedang. Tuangkan adonan kulit, ratakan, angkat setelah matang. Lakukan berulang-ulang untuk membuat kulit martabak.

4. Siapkan kulit martabak, letakkan adonan isi di tengahnya. Lipat keempat sisi kulit dan bentuk segi empat. Goreng dengan sedikit butter oil atau minyak goreng hingga kedua sisi martabak kuning kecokelatan. Sajikan martabak dengan acar bawang merah, mentimun, dan cabai hijau.

5. Untuk 10 porsi. (Ceritarasa Wiliam Wongso, Kumpulan Resep Alternatif)
(tty)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Gulai Sagu Cumi Udang Pakis

Posted: 29 Dec 2009 02:27 AM PST


Sayangnya, tidak semua ragam Juadah Tradisional Melayu dari semua kabupaten di kepulauan yang indah dan bersejarah ini dapat ditampilkan di sini. Aneka masakan yang menggugah selera dengan cita rasa yang sulit dilupakan dan nama unik khas provinsi ini di antaranya adalah Bubur Lambok, Bubur Asyura, Kerabu Nio Gula, Gulai Kepala Ikan, Otak-Otak, Gonggong, Paes Ikan Tambak, Sambal Billis, Sambal Lempuyang, Bahulu Berendam, Lendot, Pengat Labu, dan Mahkota Pecah Intan Bertabur. Di samping itu, masih banyak masakan lain, seperti Billis Berselubung, Sri Gaharu Batang Buruk, Ubi Gulung Selai Nanas, Sukun Jantung Pisang, dan Gulai Sagu Cumi Udang Pakis.

Bahan:
200 g sagu
1 gelas air mendidih
10 lbr/5 ikat daun selasih, atau kemangi, atau pakis muda
1 lbr daun kunyit
3 btg daun bawang, iris tipis
150 g udang
100 g cumi, potong bulat

Bumbu Halus:
1.000 ml air
30 g bawang putih, haluskan
40 g bawang merah, haluskan
1 sdm merica
Garam secukupnya

Cara Membuat:
1. Campur butiran sagu dengan air panas, aduk rata hingga mengental.

2. Bulatkan adonan sagu hingga berbentuk seperti kelereng.

3. Masak air hingga mendidih. Masukkan bawang merah, bawang putih, udang, cumi, garam, merica, dan daun kunyit. Terakhir masukkan daun selasih, atau pakis muda dan daun kemangi.

4. Masukkan bulatan sagu saat memanaskan kuah sebelum menyajikan.

5. Tumis bawang, kemudian taburkan di atas sup. Hidangkan.
 
6. Untuk 6 porsi. (Ceritarasa Wiliam Wongso, Kumpulan Resep Alternatif)
(tty)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Cara Pintar Simpan Daun Herbal

Posted: 29 Dec 2009 02:05 AM PST

DEDAUNAN herbal perlu disimpan dengan baik agar aromanya terjaga sempurna. Pastikan Anda memilih cara yang tepat sesuai karakteristik herbal tersebut.

Dedaunan herbal selalu hadir dalam berbagai kuliner khas Nusantara. Aroma yang dihasilkan memberi kenikmatan masakan sekaligus mengundang selera makan. Bagaimana cara menyimpan dedaunan herbal, berikut tipnya dari Eatingwell.

Daun herbal bertekstur lembut

Sebelum memilih metode penyimpanan, pahami betul bagaimana struktur daun herbal itu sendiri. Daun-daun yang lembut, seperti basil, lokio, aromaterapi, mint, dan parsley lebih baik disimpan dengan cara dibekukan. Blanching (melayukan) terlebih dahulu rempah-rempah tersebut menjaga kesegaran dan aroma dengan baik.

Caranya, masukkan daun herbal ke dalam air mendidih selama beberapa detik. Dengan menggunakan penjepit makanan, pindahkan daun herbal ke mangkuk berisi air dingin untuk didinginkan selama beberapa detik. Kemudian, keringkan dengan jalan membentangkannya satu demi satu di atas kertas wax yang biasa digunakan untuk loyang kue. Tutup longgar daun herbal dengan plastik lalu bekukan sekira satu jam. Setelah itu, pindahkan ke tas penyimpanan berbahan plastik.

Herbal yang telah di-blanching dan dibekukan bisa tahan hingga empat bulan. Herbal juga bisa dipotong dalam keadaan beku sebelum ditambahkan pada sup, stew, dan masakan berkuah lainnya.

Daun herbal bertekstur keras

Pengeringan pada daun herbal bertekstur lebih keras, misalnya rosemary, thyme, oregano, dan sage dilakukan dengan cara yang jauh lebih murah. Caranya, Anda cukup menggantung batang daun herbal pada tempat gelap selama 5-10 hari, atau sampai cukup kering saat dipegang.

Untuk melindungi daun-daun herbal dari debu selama proses pengeringan, masukkan ke kantong kertas dengan menekan lubang di dalamnya. Kemudian, simpan daun di dalam sebuah toples kedap udara dan jauh dari cahaya. Sebelum digunakan untuk bumbu masakah, remas daun herbal hingga hancur untuk mengeluarkan aroma sedapnya.
(ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Empal Daging Sengkel & Sambal Matah Keluak

Posted: 29 Dec 2009 01:02 AM PST

POHON kepayang penghasil biji keluak adalah tanaman yang unik jika ditinjau dari keguanaannya. Di Jawa Timur, isi biji keluak digunakan sebagai bumbu rawon atau brongkos yang hitam pekat. Sementara itu, orang Minahasa tidak mengonsumsi biji keluak, tetapi daunnya, yang mereka sebut dengan pangi. Mereka merajang halus daun keluak, mencampurnya dengan lemak babi, dan memasukkannya ke dalam bambu, yang mereka sebut bulu, dan memanggangnya dengan bara kecil selama beberapa jam.

Keluak segar yang dilumatkan dapat dipadukan dengan sambal matah dan disajikan bersama empal goreng, yang di proses hingga lunak dengan air kelapa.


Bahan:
1,2 kg daging sapi top side
1.000 ml air kelapa
1.000 ml minyak goreng

Bumbu Halus:
200 g bawang merah
150 g bawang putih
50 g lengkuas
30 g serai, memarkan
3 lbr daun salam
30 g ketumbar, sangrai
50 g gula merah
2 g garam

Cara Membuat:
1. Rebus daging bersama air kelapa, kemudian masukkan serai, lengkuas, daun salam, gula merah, dan garam.

2. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan ketumbar yang sudah disangrai.

3. Rebus daging, kemudian angkat. Pastikan daging sudah matang.

4. Potong daging masing-masing 50 g, tumbuk hingga pipih.

5. Kemudian goreng daging sampai warnanya kecokelatan. Sajikan bersama sambal matah keluak.

6. Untuk 10 porsi.

Sambal Matah Keluak
 
Bahan:
150 g bawang merah, iris tipis
100 g bawang putih, iris tipis
150 g cabai rawit
3 btg kecombrang
2 btg serai
3 lbr daun jeruk limau
50 g terasi, bakar
1 bh jeruk limau, ambil airnya
5 biji keluak, ambil isinya
Garam secukupnya
Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat:
1. Iris halus bawang merah dan bawang putih, kemudian taburi garam. Diamkan selama 5 menit, lalu cuci dan peras.

2. Iris tipis cabai rawit, kecombrang, serai, dan daun jeruk limau.

3. Ambil isi biji keluak, campur dengan terasi, lalu haluskan.

4. Campur semua bahan di atas, kemudian tambahkan minyak goreng, garam, dan air jeruk limau. Sajikan. (Ceritarasa Wiliam Wongso, Kumpulan Resep Alternatif)
(tty)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Sup Pangsit Jepara

Posted: 29 Dec 2009 12:02 AM PST

SATU hal yang saya dapat simak mengenai keluarga RA Kartini adalah pada zamannya mereka sudah menerapkan konsep yang di zaman seni kuliner modern ini disebut dengan fusion, yaitu paduan kuliner lokal dan asing. Salah satu contoh yang tersaji di sini adalah "pangsit" yang tidak tampak seperti pangsit yang kita kenal, tetapi justru berupa sup bening dengan dadar gulung udang yang cantik. Sup ini hampir serupa dengan pangsit pengantin yang berbahan utama pangsit goreng.

Bahan:
250 g udang, kupas, buang kepala dan ekornya
0,25 sdt garam
1/8 sdt merica bubuk
2 btr telur
1 sdm minyak atau margarin, untuk membuat dadar
50 g suun, rendam, potong kecil-kecil
2 sdm kacang polong
2 btg daun bawang, iris halus
2 btg seledri, iris halus

Bahan Kuah:
250 g fillet ayam, potong kecil-kecil
2 sdm minyak goreng
1.000 ml kaldu
1 sdt garam
0,50 sdt merica bubuk
20 g jamur kuping, rendam, iris tipis
50 g sedap malam, rendam
2 sdm bawang merah goreng
1 sdm bawang putih goreng

Cara Membuat:
1. Cincang halus 0,75 bagian udang, biarkan utuh sisanya, sisihkan.

2. Bumbui udang cincang dengan garam dan merica, sisihkan.

3. Kocok telur, buat dadar tipis-tipis, sisihkan.

4. Ambil selelmbar dadar, letakkan 1-2 sdm adonan udang di tengahnya, gulung. Lakukan sampai adonan dan dadar habis.

5. Kukus dadar isi sampai matang, angkat dan sisihkan. Jika sudah dingin, potong menjadi 5-6 bagian.

6. Untuk kuah: Tumis daging ayam dan udang ututh sampai berubah warna, lalu tuangkan kaldu. Tambahkan garam dan merica, masak sampai mendidih atau matang.

7. Masukkan jamur kuping, sedap malam, sebagian bawang merah dan bawang putih goreng, lalu angkat.

8. Masukkan suun, kacang polong, daun bawang, dan seledri ke dalam mangkuk. Tambahkan irisan dadar isi, siram dengan kuah panas bersama jamur dan sedap malam. Taburkan sisa bawang goreng, sajikan segera.

9. Untuk 6 porsi. (Ceritarasa Wiliam Wongso, Kumpulan Resep Alternatif)(tty)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: