Sabtu, 05 Desember 2009

Mencicipi Ayam Bakar Bumbu Rujak pasti siip

Mencicipi Ayam Bakar Bumbu Rujak pasti siip


Mencicipi Ayam Bakar Bumbu Rujak

Posted: 04 Dec 2009 10:14 PM PST

JIKA Anda sudah familier dengan menu ayam bakar plus sambalnya, kini saatnya Anda mencoba ayam bakar bumbu rujak.

Bagi Anda yang berencana berkunjung ke Surabaya, tak ada salahnya mampir ke Restoran La Table yang berlokasi di Hotel Ibis Rajawali.

Restoran yang konon merupakan bangunan tua ini menyuguhkan berbagai hidangan khas Kota Surabaya yang dimodifikasi menjadi aneka sajian khas La Table. Misalnya ayam bakar bumbu rujak itu tadi. Menu ini terbilang unik, karena ayam bakar bukan dipadukan dengan sambal, melainkan dengan bumbu rujak.

Menurut chef La Table Yoyo Setia Hadi Priana, bumbu rujak di sini bukan seperti bumbu rujak kebanyakan, melainkan berjenis bumbu kuning. Biasanya di Surabaya yang pedas-pedas kerap disebut bumbu rujak. Jadi, nama ayam bakar bumbu rujak sebenarnya ayam bakar bumbu kuning.

Dilihat sekilas, tampilan ayam bakar ini mirip dengan ayam kari. Hanya, ayam bakar bumbu rujak jelas berbeda karena bahan dasarnya harus dibakar terlebih dahulu. Setelah itu, kita bisa lumuri dengan bumbu yang sudah ditumis dan berwarna kuning kemerahan.

Contoh hidangan lain adalah sate campur. Jenis sate ini menggunakan bahan dasar yang cukup beragam. Biasanya dalam satu piring sate, kita hanya menikmati satu rasa daging. Tapi pada sate campur, kita bisa menikmati sate dengan aneka rasa daging.

Pada satu piring sate, kita dapat mencicipi daging ayam, sapi, dan kambing sekaligus. Menurut Yoyo, makanan jenis ini terbilang unik karena setiap daging pasti mempunyai cita rasa yang berbeda, dalam arti kaya rasa.

Yoyo menjelaskan, untuk daging kambing, cara pengolahannya berbeda dengan jenis daging yang lain, karena tekstur daging kambing cukup keras sehingga dibutuhkan teknik pengolahan khusus supaya mendapatkan hasil yang baik.

"Daging kambing sebelum dipanggang harus direndam dulu dengan nanas parut," imbuh sang chef.

Caranya, lanjut Yoyo, siapkan nanas yang sudah diparut, taruh di mangkuk. Lalu, masukkan daging kambing yang sudah dipotong kecil- kecil. Rendam kurang lebih satu menit. Setelah itu, angkat daging kambing, biarkan selama lima menit, kemudian siram dengan air matang. Pada saat dicuci, daging jangan ditekan-tekan karena bisa hancur. Setelah dicuci, daging tersebut siap dipanggang bersama daging yang lain.

Satu lagi menu yang layak dicoba, yakni rujak cingur. Makanan ini paling sering kita temui manakala berkunjung ke Surabaya. Bumbu petisnya begitu kental sehingga menjadi pembeda antara bumbu rujak yang biasa kita makan.

"Sajiannya pun cukup sederhana. Daging cingur yang telah direbus, dicampur bersama sayuran dan bumbu petis yang sudah diencerkan dengan air. Menikmati rujak cingur, supaya makin afdol, harus ditemani lontong dan kerupuk," ujar Yoyo. Jadi, jangan pernah mengaku ke Surabaya jika belum mencicipi rujak cingur.

Sebagai menu pamungkas, Yoyo menawarkan dessertala La Table, yakni es degan dan mocktail. Menurut Yoyo, es degan merupakan campuran daging kelapa berikut airnya, biji kemangi atau biji selasih, serta madu.

"Meracik es degan relatif tidak sulit karena bahan-bahan dasarnya mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket," tutur Yoyo.

Sang chef juga menyarankan, apabila ingin mendapatkan rasa manis yang lebih baik, Anda sebaiknya menggunakan madu sebagai penambah rasa. Sebab, selain memberi rasa manis yang alami, madu juga bagus untuk kesehatan.

Di samping makanan tradisional, La Table Ibis Rajawali juga menyuguhkan menu-menu internasional seperti seafood sampler, pasta bolognice, spaghetti carbonara, chicken steak, dan sirloin steak.

This content has passed through fivefilters.org.



image

Tidak ada komentar: