Jumat, 01 Januari 2010

“Bersantap dengan Sereal” plus 2 more

“Bersantap dengan Sereal” plus 2 more


Bersantap dengan Sereal

Posted: 01 Jan 2010 01:36 AM PST

SEREAL, sepintas makanan ini lekat dengan hidangan yang disukai anak-anak. Bila disantap dengan susu, rasa gurih dari sereal berpadu dengan manis serta lembutnya susu membuat anak-anak suka untuk mengonsumsinya ketika sarapan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Weight Registry Amerika Serikat yang dikutip dari Google, Jumat (1/1/2010), sebanyak 90 persen partisipan turun 15 kilogram dalam satu tahun karena mengonsumsi sereal ketika sarapan.

Bahkan, berdasarkan hasil penelitian lain yang dilakukan Harvard University menemukan bahwa rutin mengonsumsi sereal ketika sarapan dapat mengurangi risiko terjangkit diabetes hingga 34 persen. Pasalnya, kandungan serat di dalam sereal dapat mencegah diabetes.

Sereal juga mengandung karbohidrat, protein, mineral, phytochemical, serta vitamin B kompleks. Konsumsi sereal juga disinyalir dapat menjaga kerja organ tetap maksimal. Kandungan protein dalam sereal yang berasal dari susu juga membuat tulang anak lebih kuat.

Pilihlah sereal yang memiliki kandungan gula rendah. Dan hidangkanlah dengan potongan pisang, stroberi, melon, dan anggur. Varian rasa cokelat, jagung, dan plain bisa disajikan dengan susu sebagai panganan yang disukai si kecil.

Potongan buah-buahan di dalamnya tak hanya membuat sereal terasa lezat, namun dapat pula membuat perut terasa kenyang lebih lama. Pisang di dalam semangkuk sereal mengandung tiga jenis gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Sedangkan kandungan vitamin C di dalam stroberi dapat mencukupi sokongan vitamin C yang banyak untuk perkembangan anak.
(nsa)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Mengenal Woku Manado

Posted: 01 Jan 2010 01:16 AM PST

WOKU adalah salah satu masakan Manado yang sangat populer. Sebenarnya woku terdiri atas dua jenis, woku belanga dan woku daun.

Keduanya dimasak dengan bumbu yang sama, tetapi yang membedakan adalah cara memasaknya. Woku belanga dimasak di dalam belanga atau panci, sedangkan woku daun dimasak dalam bungkusan daun pisang, mirip seperti pepes. Woku juga ada yang basah dan kering.

Woku basah biasanya didapat dengan cara menambahkan santan. Di Manado, woku digunakan untuk memasak berbagai jenis seafood, seperti ikan, telur ikan, udang, cumi, kepiting, dan juga ayam.

Agar woku memiliki rasa lezat berbagai bumbu dapur lengkap digunakan Mulai dari bawang putih, bawang merah, sereh, lengkuas, kunyit, kemiri, jahe, dan daun pandan serta daun bawang.

Biasanya mereka menumbuk bahan bumbu tersebut lantas menumisnya. Nah, setelah harum barulah mereka menambahkan ikan atau ayam, lalu diberi air secukupnya.

Setiap jenis ikan yang dimasak dengan bumbu woku pun memiliki perlakukan yang berbeda, tergantung jenis ikannya. Bila ikan yang dipakai adalah goropa atau bobara, biasanya dilapis dulu dengan daun pepaya rebus, sebelum kemudian dibungkus daun pisang.(Koran SI/Koran SI/nsa)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Nikmatnya Ayam Pedas ala Manado

Posted: 01 Jan 2010 12:33 AM PST

BOSAN dengan menu berbahan daging ayam yang itu-itu saja. Sesekali cobalah menu yang satu ini, ayam woku-woku. Rasa gurih ayam berbalut sambal hijau pedas sungguh nikmat. Masakan Nusantara memang tak pernah membosankan.

Betapa tidak, Indonesia memiliki berbagai jenis sajian dengan rasa yang berbeda pada setiap daerahnya.Salah satunya ayam woku-woku khas Manado yang tersedia di Euphoria. Di restoran ini selain menu ala Manado yang lezat, suasana rumah makan yang nyaman juga akan membuat Anda semakin senang bersantap di sini. Gembira secara meluap-luap itulah arti dari sebuah kata "Euphoria".

Sama halnya dengan konsep yang ingin diberikan pada restoran Euphoria. Ketika para pengunjung datang ke Euphoria, mereka akan merasakan perasaan yang bahagia. Manajer Restoran Euphoria, Bagus A Widyawan, mengatakan bahwa restoran yang buka sejak 15 Februari 2008 lalu ini memiliki konsep menawarkan kegembiraan untuk pengunjungnya karena suasana restoran yang nyaman.

"Suasana restoran yang nyaman, feeling hommy, akan menghasilkan perasaan yang rileks sehingga akan merasakan bahagia," ujar pria lulusan NHI Bandung ini.

Selain itu, pengunjung yang datang ke restoran yang beralamat di Menara Prima Mezzanine di Jalan Lingkar Mega Kuningan ini pun akan asyik bersantai-santai tanpa merasa terganggu. Hal itu karena jarak yang cukup jauh antara pengunjung satu dan pengunjung yang lain sehingga tidak terganggu dengan meja lain.

Dominasi warna hijau,menghasilkan suasana yang serba-lembut diiringi dengan warna-warna interior white lili, semakin memanjakan pengunjung. Ruang restoran yang dikelilingi kaca jendela yang transparan menjadikan restoran ini memiliki city view yang terlihat indah. Musik tenang dengan alunan jazzy mengantarkan para tamu yang sedang bersantap siang.

Dari beberapa meja, terlihat para pengunjung di antaranya kaum ekspatriat memilih menu ayam goreng yang dibalut dengan sambal hijau. Menu tersebut berlabel ayam woku-woku.

Yulianto, Executive Chef Euphoria, mengatakan, ayam woku-woku, merupakan masakan khas Manado, Sulawesi Utara. Ayam woku-woku ini identik dengan ayam goreng yang dibaluri sambal hijau dan dilengkapi dengan sayur bunga pepaya dan sambal dabudabu.

"Karena bunga pepaya sulit dicari, jadi kami menjadikan daun singkong sebagai alternatif pengganti bunga pepaya. Selain itu, kami juga mengombinasikannya dengan tahu bacem dan orek tempe," ujar koki yang mengambil spesialisasi masakan Asia ini.

Boleh dikatakan, ayam woku-woku merupakan menu spesial di Euphoria. Yulianto menyebutkan, ayam yang digunakan untuk masakan ini adalah ayam penjantan, yaitu kombinasi ayam broiler dan ayam kampung.

Rasa yang disajikan sudah disesuaikan dengan selera secara umum, yaitu tidak terlalu pedas. Seperti yang tersaji pada sambal hijau yang membaluri daging ayam pada menu ini.

Restoran yang awalnya menyajikan menu Asian dan Western, mulai Januari 2010 ini akan beralih konsep makanan yang lebih ke masakan Indonesia. Karena itu hampir seluruh menu yang tersaji pun semakin banyak menyediakan menu Nusantara, seperti gado-gado. Atau aneka pilihan menu berbahan dasar buntut.

Yulianto menjelaskan, dari awal buka sampai sekarang,menu oxtail fried rice merupakan menu yang difavoritkan. Karena memiliki rasa lebih unik yang merupakan resep inovasi sang koki.

"Kami menggoreng nasi pada menu ini, menggunakan minyak yang berasal dari lemak buntut yang telah direbus sebelumnya dan kemudian dicampur dengan rempah-rempah, seperti jinten dan ketumbar," katanya.

Adapun promosi yang tersedia sejak lima bulan lalu juga menyajikan "Oxtail Festival". Buntut yang disajikan merupakan perpaduan antara gaya masakan khas Asia dan Barat, misalnya buntut yang disajikan dengan saus barbequedan kentang goreng,atau ada pula Indonesia oxtail fried noodle. Keseluruhan harga promosi buntut dimulai dari Rp60.000. Tidak ketinggalan, menu minuman khas Nusantara seperti es campur.

Pastry Chef Euphoria Anda Syaiful Rochman menuturkan, es campur Euphoria merupakan inovasi sendiri. Hampir keseluruhan dari isi yang ada di dalamnya, semua home made, seperti cendol dan sago mutiara.Ada juga tape dan cincau hitam sebagai isian, selain itu terdapat buah seperti nangka dan kelapa muda yang diserut halus.

Restoran yang hanya buka dari Senin sampai Sabtu ini buka sejak pukul 08.00 pagi sampai 10.00 malam untuk hari kerja.Pada hari Sabtu, restoran ini buka hingga pukul 11.00 malam.Pada hari Sabtu restoran ini juga memberikan harga yang relatif murah, yaitu berkisar dari Rp25.000 sampai Rp85.000.(Koran SI/Koran SI/nsa)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: