Senin, 25 Januari 2010

“Margarin, Si Pelezat Masakan” plus 3 more

“Margarin, Si Pelezat Masakan” plus 3 more


Margarin, Si Pelezat Masakan

Posted: 25 Jan 2010 02:18 AM PST

MARGARIN adalah mentega buatan. Bisa dibuat dari minyak nabati ataupun minyak hewani. Bisa juga mengandung susu saringan, ragam, dan pengemulsi.
Margarin mengandung lebih sedikit lemak daripada mentega, sehingga margarin banyak digunakan sebagai pengganti mentega. Ada juga margarin "rendah kalori" yang mengandung lemak lebih sedikit.

Margarin dapat dikemas ke dalam beberapa konsistensi pengemas. Margarin sedikitnya mengandung 80 persen lemak dari total beratnya. Sisanya (kurang lebih 17-18 persen) terdiri atas turunan susu skim, air, atau protein kedelai cair. Dan sisanya (1-3 persen) merupakan garam yang ditambahkan sebagai flavor, meskipun ada beberapa produk margarin tidak mencantumkan garam di label untuk alasan kesehatan.

Margarin berbeda dengan mentega. Mentega berasal dari lemak hewan, sedangkan margarin dari lemak tumbuh-tumbuhan. Sementara butter, yang dalam bahasa Portugis adalah manteiga alias mentega, berasal dari krim (susu). Biasanya kandungannya hanya krim dan garam (untuk salted butter). Karena bahan dasarnya krim, maka bila disimpan lama di suhu ruang akan lumer.

Mentega yang terbuat dari lemak hewan biasanya mengandung lebih banyak lemak jenuh/saturated fats (66 persen) dibanding lemak tak jenuh/unsaturated fats (34 persen).
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Serba Serbi Seputar Makanan Organik

Posted: 25 Jan 2010 02:16 AM PST

KEHADIRAN pilihan jenis makanan yang beragam sering membuat bingung para ibu. Apalagi kini, makanan organik yang sering digaungkan sebagai makanan sehat semakin menarik perhatian konsumen.

Banyak konsumen mempertanyakan berbagai hal seputar produk-produk makanan yang tidak atau hanya sedikit menggunakan pestisida dan pupuk buatan harus lebih jeli dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu pertanyaan tersebut, "Apakah semua makanan organik lebih baik daripada makanan yang tumbuh secara tradisional?."

Untuk menjawab pertanyaan Anda, ulasan Sheknows berikut dapat memperkaya pengetahuan seputar makanan organik.

Nutrisi

Penelitian terbaru menunjukkan, makanan organik memiliki kandungan mineral yang lebih tinggi mineral, vitamin C, dan antioksidan daripada makanan non-organik. Itu disebabkan, tanaman organik mengandalkan pertahanan mereka sendiri daripada pestisida kimia.

Karena itu, antioksidan yang terlibat dalam sistem pertahanan tanaman itu (phytonutrisi) lebih tinggi dalam produk-produk organik.

Pengurangan dan pencegahan alergi, serta beberapa penyakit

Makanan organik memiliki tingkat antioksidan yang lebih tinggi guna melawan penyakit. Industri pestisida dan pupuk yang digunakan dalam pertanian intensif mengandung bahan kimia sintetis, sehingga zat-zat beracun dapat tertinggal dalam makanan.

Beberapa bahan kimia ini bertanggung jawab pada sejumlah alergi umum. Tak hanya itu saja, organik juga dikaitkan dengan penyakit serius seperti kanker. Makanan dan minuman organik seperti sari buah apel diakui sebagai salah satu komponen makanan yang menyehatkan.

Menurunkan penggunaan pestisida

Anak-anak dan bayi yang belum lahir paling rentan terhadap paparan pestisida karena sistem kekebalan tubuh dan otak mereka masih berkembang. Terlalu banyak penggunaan pestisida pada makanan, dapat menghambat proses tumbuh kembang anak dalam hal gangguan perilaku dan disfungsi otak.

Lingkungan sehat

Praktek pertanian organik mengurangi polusi (udara, air, tanah), menghemat air, mengurangi erosi tanah, meningkatkan kesuburan tanah, dan menggunakan lebih sedikit energi.

Lebih jauh lagi, pertanian organik lebih baik bagi burung dan binatang-binatang kecil. Sedangkan, pestisida kimia pada makanan non-organik dapat mencegah perkembangbiakan burung dan hewan kecil dan bahkan dapat membunuh mereka.

Pertanian organik juga baik bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Dan juga bagi anak-anak bermain dan tinggal di dekat ladang pertanian.

Lebih segar!

Produk organik biasanya diproduksi pada pertanian kecil di dekat tempat itu dijual, sehingga lebih dingin saat Anda mendapatkannya. Selain itu, bahan makanan jenis ini juga tidak diberikan bahan pengawet. Rasa buah dan sayuran yang bebas zat kimia lebih segar lebih baik dari produk konvensional.

Dampak pada anak

Anak-anak yang belum dewasa dan berkembang organ tubuh serta otaknya, sangat rentan dengan zat-zat beracun. Sehingga dibutuhkan detoksifikasi dan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Membeli dan mengonsumsi makanan organik terbukti bermanfaat bagi anak-anak. Makanan organik mengurangi beban keracunan pada anak, meningkatkan asupan nutrisi, dan mendorong anak untuk melahap makanan sehat.
(nsa)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Ikan Sidat Tubagus Ismail, Nikmat & Kaya Nutrisi

Posted: 25 Jan 2010 01:04 AM PST

IKAN Sidat, nama itu barangkali terdengar asing di telinga. Namun, daging ikan yang sekilas mirip belut itu ternyata enak disantap dan penuh nutrisi. Mau coba? Kampung Laut Pangandaran, Jalan Tubagus Ismail No 22 jawabannya.

Di warung seafood tersebut pengunjung akan langsung melihat dua buah akuarium berisi ikan sidat. Memang, bentuk ikan sidat nyaris serupa dengan belut, karena ikan itu masih merupakan keluarga belut. Nama latinnya Angguila Sp.

Ikan itu sering disebut belut bertelinga atau belut moa. Bagian kepalanya mirip ular kobra sementara ukurannya cukup panjang mulai dari 30 cm sampai 1 meter. Lantaran berlendir, ikan tersebut sulit ditangkap.

Menu ikan sidat yang kemudian diberi nama ikan sidat torpede menjadi salah satu menu andalan di Warung Kampung Laut Pangandaran. Dedi (35) pemilik warung tersebut bahkan mengklaim warung tersebut satu-satunya yang menjual ikan sidat di Bandung.

"Idenya muncul karena saya berasal dari Pangandaran. Di Pangandaran banyak ditemukan ikan sidat. Sejak dulu saya dan keluarga memang senang mengonsumsi ikan sidat," kata Dedi saat ditemui di warungnya, belum lama ini.

Menurut Dedi, ada tiga menu ikan sidat yang ditawarkan di warung tersebut. Ketiganya adalah ikan sidat bakar, pepes ikan sidat, dan ikan sidat goreng. Cara mengolah ikan sidat bakar cukup gampang. Setelah diambil dari akuarium, ikan itu dibersihkan lantas dibelah dua. Kemudian ikan itu dipipihkan dengan palu dan dipotong menjadi beberapa bagian lalu dibubuhi dengan garam.

"Daging ikan sidat sudah gurih, sehingga tidak perlu bumbu lain dan cukup dilumuri dengan garam," terang Dedi.

Dedi menambahkan, garam yang digunakan untuk membubuhi ikan juga bukan garam biasa. Garam tersebut berupa garam blok dengan tekstur yang lebih kasar. "Maksudnya agar lebih menyerap," ujarnya.

Selama 10 menit, ikan itu kemudian dibakar. Saat proses pembakaran, kata dia, ikan itu diolesi minyak goreng. Selain ikan sidat bakar, ada juga ikan sidat pepes yang penuh bumbu. Namun, ikan itu terlebih dulu harus dipesan sehari sebelumnya karena memerlukan proses yang cukup lama.

Ikan sidat tergolong ikan kelas menengah atas karena harganya mahal. Konon, kata Dedi, di Jepang menu ikan sidat yang disebut unagi ini paling mahal di tahun 2000. Harga satu ekor ikan sidat mencapai Rp490 ribu per ekor.

Awalnya, Dedi mengaku menjual ikan sidat per ekor dengan harga Rp50 ribu untuk ukuran kecil. Lantaran ukurannya tak sama untuk masing-masing ikan, konsumen lantas meminta dihitung per ons.

"Harga ikan bisa lebih dari Rp50 ribu atau kurang. Ikan sidat paling besar berukuran 1,5 kilogram dengan panjang 1 meter. Kalau yang paling kecil panjangnya 30 sentimeter dengan diameter 2 sentimeter," tukas Dedi.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Citarasa Sandwich Khas Vietnam

Posted: 24 Jan 2010 10:52 PM PST

SANDWICH ala Amerika atau Eropa mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana dengan sandwich dari Vietnam? Rasa asam memberi sensasi yang beda pada sandwich ini.

Apalagi keistimewaan rasanya? Meski bukan makanan khas Indonesia, namun sandwich kini sudah menjadi menu yang tak asing lagi. Apalagi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, roti isi ini begitu mudah dijumpai. Salah satunya di Kafe and Lounge Cali Deli.

Tapi di sini, sandwich yang disediakan sungguh berbeda. Sebagai menu utama Cali Deli sengaja meracik sandwich dengan sensasi rasa yang berbeda. Ketebalan rotinya benar-benar membuat sandwich ini mantap.

Bukan hanya itu, dagingnya pun terbagi merata dalam satu tangkup roti. Dari sisi kesehatan, roti isi ini pun terbilang makanan menyehatkan.

"Sebab kami tidak menggunakan pengawet, dan setiap hari bahan-bahan yang digunakan selalu baru," kata Marketing and Promotion Manager Cali Deli Riny Soesylowati.

Isi sandwich pun menggunakan sayuran segar dan alami. Tidak heran jika tagline Cali Deli adalah 'Your Healthy Choice'. Adapun daging yang dipakai untuk roti isi ini menggunakan daging pilihan dengan sedikit serat lemak. Yakni bagian has dalam. Pantas rasanya gurih dan amat empuk.

Uniknya, tidak seperti sandwich kebanyakan, Cali Deli menawarkan cita rasa khas Vietnam. Jadi jangan terkejut jika rasanya agak sedikit asam. Untuk bumbu-bumbu yang dipakai juga didatangkan langsung dari Vietnam.

"Kami melihat belum ada satu pun tempat makan di Jakarta yang mengangkat bumbu Vietnam khusus untuk sandwich, " jelas Riny.

Nama Cali diambil dari California, kota tempat roti isi ini berasal, sedangkan Deli artinya sandwich. Jika berkesempatan bertandang ke Cali Deli, ada beberapa variasi menu roti isi yang bisa Anda coba. Meski artinya sandwich California, namun tak salah dong bila mereka menyajikan sandwich cita rasa Vietnam.

Selain sandwich, kafe ini juga menyediakan berbagai menu lainnya. Misalnya java bread, veggie, grill chicken, lemon grass chicken, momogy beef, tuna egg, dan kalkun. Atau jika hanya ingin makan yang lebih ringan atau sebagai menu pembuka, ada sup ayam jamur dan boston clam chowder .

Untuk salad yang ditawarkan, saigon salad. Jangan lupa untuk menutup makan dengan paradise ice, sticky durian, paradise ice, atau sweet saigon.

Cali Deli menawarkan berbagai minuman, untuk kopi misalnya, ada black hot coffee, cappucino, coffee latte, coffee mocha, dan coffee caramel. Untuk yang dingin ada iced coffee caramel, iced coffee mocha, dan black iced coffee. Kopi-kopi ini memakai biji kopi pilihan dari Vietnam.

Hingga saat ini, kafe dan lounge tersebut memiliki lima cabang. Salah satunya di lokasi tempat penjualan barang-barang antik yang banyak dikunjungi para wistawan Mancanegara, yakni di Jalan Surabaya, Menteng.

Di malam hari tempat ini begitu romantis dengan penataan cahaya yang dramatis. Begitu masuk, tamu disambut dengan kipas angin yang menyemburkan udara dingin dan basah. Maksudnya bukan ingin membawa tamu menikmati atmosfer Vietnam, tetapi hanya agar para tamu tidak kepanasan di siang hari. Jadilah Cali Deli begitu sejuk di siang hari dan dingin di malam hari.

Tempat ini pun menjadi meeting point yang disukai oleh para ekspatriat dan kalangan eksekutif. Namun di malam minggu, Cali Deli biasanya 'diserbu' oleh kalangan anak muda, apalagi ditunjang dengan fasilitas free wifi.

Cali Deli beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 22.00. Kisaran harga makanan yang ditawarkan antara Rp20.000-Rp47.000, sedangkan minuman mulai dari Rp8.000- Rp45.000.
(Koran SI/Koran SI/nsa)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: