Selasa, 05 Januari 2010

“Menu Autentik ala Raja” plus 3 more

“Menu Autentik ala Raja” plus 3 more


Menu Autentik ala Raja

Posted: 05 Jan 2010 02:21 AM PST

BALE Raos menawarkan makanan yangn lain daripada yang lain. Jika Anda ingin mencicipi makanan yang tidak biasa ketika berkunjung ke Yokyakarta, maka langkahkan kaki Anda ke restoran ini. Bukan gudeg, mi godog, atau sego pecel yang akan Anda temui. Tempat ini menghidangkan santapan ala raja Jawa. Tidak heran jika restoran yang tempatnya berada di bagian belakang kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menyediakan sajian kegemaran para Sultan Hamengkubuwono dengan konsep fine dining yang didapat dari resep-serep autentik yang unik.

Menu favorit di sini adalah sup timlo. Kuahnya segar dengan rasa ebi yang kuat. Adapun bebek suwir-suwir yang menjadi kegemaran Sultan Hamengkubuwono IX memiliki cita rasa yang luar biasa. Suwiran daging bebek nan empuk disajikan di atas potongan buah nanas yang permukaannya dilapisi saus kedondong parut.

Yang menarik, di antara potongan daging bebek terselip potongan buah kedondong. Hidangan bebek ini akan menjadi teman bersantap yang tidak ada duanya dengan sepiring nasi. Daging bebek ini sebelumnya telah direndam terlebih dahulu dengan ekstrak kedondong. Jadi, jangan heran jika rasa asam kedondong begitu kuat.

Yang lain, ada kambing panggang. Potongan daging kambing hangat dan empuk dimakan dengan cocolan saus jeruk. Bau prengus hilang dari jeruk tersebut. Kelar menghabiskan hidangan ini, pesanlah teh gajah ndekem atau secara harfiah, gajah yang duduk ngeringkel. Ini adalah teh melati yang disajikan dalam poci. Begitu air teh masuk ke dalam tubuh, perut pun menjadi hangat.

Sebagai penutup, restoran dengan suasana formal ini menawarkan tapak kucing atau pisang raja goreng tanpa tepung namun tidak berselimut minyak. Panganan ini berbentuk melingkar dengan taburan gula halus.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Menikmati Dim Sum di Lan Hua

Posted: 05 Jan 2010 02:13 AM PST

BAGI Anda yang ingin mencoba cita rasa dim sum yang berbeda, tak ada salahnya mencicipi menu tersebut di Restoran Lan Hua yang berlokasi di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Kenapa? Selain yang membuatnya didatangkan dari Hong Kong, makanan ini juga mempunyai rasa yang unik. Di sini, chef spesialis dim sum Jimmy Chu, memang memberi sentuhan baru dalam hal cita rasa.

Chef Jimmy menyajikan beberapa menu dim sum baru untuk para penggemar Chinese dumpling ini. Lelaki yang sudah berpengalaman selama 40 tahun itu bakal memanjakan para tamu dengan menyajikan beragam menu dim sum, baik yang diolah dengan cara di-steam, digoreng, maupun dibakar. Restoran Lan Hua yang dilengkapi dengan 90 set tempat duduk serta tiga ruang makan privat ini juga menyuguhkan masakan China saat makan siang maupun malam.

Mercure tidak hanya dilengkapi dengan restoran yang menyajikan berbagai menu dim sum ala Lan hua. Hotel ini pun memiliki grand ballroom, yang cocok bagi Anda yang ingin mengadakan pesta megah. Ukurannya mencapai 25 x 44 meter dengan tinggi 7,7 meter dan bisa dimanfaatkan untuk pesta pernikahan, ulang tahun, konferensi, pameran, ataupun pergelaran seni dan budaya bertaraf nasional dan internasional.


Grand ballroom ini dapat ditata dengan set up theater, round table, ataupun classroom. Area yang sudah ada sejak 2007 ini bisa "disulap" menjadi tempat yang begitu spesial dengan serangkaian dekorasi nan indah untuk pesta-pesta maupun acara istimewa lain. Grand ballroom ini dapat memuat hingga seribu orang.

Jadi, bagi Anda yang sedang atau ingin bepergian ke Surabaya, tidak ada salahnya berkunjung ke Hotel Mercure meski hanya untuk mencicipi dim sum ala Lan Hua.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Segelas Jus untuk Setumpuk Faedah

Posted: 04 Jan 2010 10:50 PM PST

BUKAN rahasia lagi jika mengonsumsi segelas jus memberi manfaat besar untuk kesehatan tubuh. Tapi, pastikan bahwa jus yang Anda minum adalah jus segar buatan sendiri, sebab nutrisi jus kalengan masih diragukan.

Segelas jus mampu mempertahankan bobot tubuh, memberi bonus pada kesehatan kulit, melancarkan saluran pencernaan makanan di usus, dan merontokkan toksin di dalam ginjal serta hati. Intinya, mengonsumsi jus memberi tubuh persediaan antioksidan, vitamin, dan mineral yang berguna untuk menghadang berbagai penyakit.

Meneguk segelas jus sama artinya untuk kesehatan kulit. Dengan rutinitas Anda mengonsumsi segelas juga juga dapat Seperti dilansir dari Carefair, segelas jus biasanya dibuat dari sayur serta buah-buahan. Bila ingin mengonsumsi dengan cara lebih praktis, Anda bisa membeli beragam varian jus di supermarket. Tapi nyatanya, manfaat nutrisi jus kalengan diragukan.

Apa perbedaannya? Jelas banyak. Jus buah atau sayur yang dijual di supermarket mengandung banyak zat pengawet. Kandungan jus di dalamnya juga ditambah pemanis buatan, serta varian rasa yang tidak alami.

Meski beberapa merek terkemuka mempromosikan produk mereka tidak mengandung pemanis buatan serta menjamin kesegarannya, proses produksi jus kemasan memungkinkan menguapnya vitamin dan nutrisi buah ataupun sayuran.

Pilihan membuat jus sendiri di rumah adalah pilihan terbaik. Daripada menggunakan juicer yang bisa mengeluarkan serat dari buah serta sayuran, lebih baik gunakan blender. Dengan juicer, Anda hanya mendapatkan jus. Tapi bila menggunakan blender, serat masih tertinggal di dalam jus sehingga Anda masih bisa mengonsumsi serat. Perlu dicatat, serat merupakan bagian paling menyehatkan dari sayur serta buah-buahan.

Jus kombinasi wortel serta apel sangat baik bila dikonsumsi setiap hari. Atau bila tidak sempat sarapan, Anda bisa membuat jus campuran pisang, melon, dan madu. Pilihan lainnya adalah pepaya, air jeruk, dan nanas.
(ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Sajian Lezat Warung Sate Betawi Bang Jambul

Posted: 04 Jan 2010 10:14 PM PST


Rumah makan ini awalnya hanyalah sebuah warung tenda sederhana. Menunya hanya kambing, gulai kambing, sop kambing, dan soto betawi. Namun karena alasan tertentu, warung tenda ini digusur. Warung tenda ini kemudian berdiri lagi di Jalan Ciputat Raya No 22, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, 4 Februari 2005. Kali ini sudah bernama. Warung Sate Betawi Bang Jambul. Namanya demikian karena rambut Udin Samsudin seperti jambul.

Udin "Jambul" sudah belajar memasak dan menjual sate kambing sejak berusia 3 tahun bersama uwa-nya. Uwa-nya sudah meninggal. Tinggallah Udin yang mengelola dan mengembangkan warung sate itu. Bumbu yang dipakai oleh Ibu Jalina saat ini adalah hasil belajarnya ketika Udin masih bekerja dengan uwa-nya.

Pada suatu hari, Jalina mendapatkan modal dari Kyai Idris sejumlah Rp11 juta untuk membuka usaha sate kambing tersebut. Awalnya, Kyai Idris mengundang Jalina ke Puncak, Jawa Barat, untuk memasak 2 ekor kambing pada hari ulang tahunnya yang ke 75 tahun. Ternyata kyai itu menyukai masakannya. Jalina kemudian diberikannya modal.

Kebetulan juga saat itu Jalina dan sang suami sedang tidak bekerja. "Waktu itu, Ibu dikasih modal. Soalnya Kyai Idris suka masakan Ibu. Ya, Ibu dan Babe emang nganggur. Alhamdulillah, ada yang modalin. Waktu itu memang butuh biaya anak sekolah, ya, akhirnya bikin usaha Warung Sate Bang Jambul," cerita Jalina.

Warung Sate Betawi Bang Jambul ini buka pukul 10.00 WIB. Tetapi sebelum warung ini buka, sudah banyak pengunjung yang mengantri untuk menikmati gulai kambing, sop kambing, sate kambing atau pun soto betawi. Banyak orang, mulai dari masyarakat biasa, selebritas, hingga figur publik, memenuhi warung ini. Soal harga, Anda tak perlu khawatir. Harganya sangat terjangkau.
(Genie/Genie/tty)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: