Kamis, 18 Februari 2010

“Aneka Saus Vietnam” plus 1 more

“Aneka Saus Vietnam” plus 1 more


Aneka Saus Vietnam

Posted: 18 Feb 2010 03:33 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

TIDAK salah jika dikatakan hidangan Vietnam kaya rasa dan pada saat bersamaan unik. Anda akan menyetujui pendapat ini setelah mencoba banana flower salad. Salad ini lain daripada salad kebanyakan. Selain selada, taoge, kacang, dan wijen di atas salad, ada jantung pisang. Rasanya hampir menyerupai karedok. Sangat segar dengan rasa sedikit asam.

Masih seputar salad, namun berbeda dengan yang sebelumnya. Bun bo namanya. Salad Vietnam ini agaknya memang hanya bisa ditemui di restoran Vietnam. Dalam sebuah mangkuk yang ukurannya cukup besar, terdapat soun. Di atas soun ada selada, kemangi, irisan wortel, mentimun, dan daging sapi panggang. Menurut Manajer My Hanoi House Rigel DY Kasiuhe, setelah ditata sedemikian rupa, kuah sapi lalu dituang ke dalam mangkuk.

Rasa daging di kuahnya benar-benar terasa. Wajar saja, kuah daging ini telah dimasak selama delapan jam sehingga segala rempah yang digunakan sebagai bumbu sudah menyatu secara maksimal. Ada tujuh macam spring roll dalam satu hidangan yang dapat dinikmati empat orang. Isinya beragam, ada daging ayam, daging sapi, ketan, ada pula yang berisi sayuran. Hidangan ini disajikan dengan saus kacang.

Tak heran jika menu ini kaya rasa. Bentuknya tak jauh berbeda dengan lumpia ataupun risol, begitu pula dengan rasanya. Yang pasti, dagingnya berlimpah, sangat cocok untuk sekadar mengganjal perut. Namun, hidangan ini hanya tersedia pada hari kerja. Sebab, kata Rigel, pada akhir pekan pengunjung yang datang cukup banyak sehingga tidak mungkin pihaknya menangani pembuatan seluruh combo roll tersebut.

Perlu diketahui, masing-masing spring roll bukan sudah dibuat lebih dahulu dan disimpan di kulkas. Baru kemudian digoreng sesudah ada yang memesan. Namun, karena proses memasak hidangan Vietnam memang menekankan segi kesegaran dan baru, maka lumpia ini langsung dibuat dan diisi dengan berbagai bahan, baru kemudian digoreng bila ada tamu yang pesan. Kesegarannya tidak perlu dipertanyakan lagi.

Nah, yang seru adalah hot pot lau. Semacam shabu-shabu ala Vietnam. Sama seperti hidangan shabu-shabu pada umumnya, aneka sayuran segar dan irisan daging sapi tipis memenuhi sepiring hidangan ini dan siap untuk direbus. Tinggal masukkan saja bahan yang ingin dimasak ke dalam air kaldu yang aromanya sudah wangi. Ada jamur, bawang bombai, bakso urat, tofu, sawi, dan daging sapi. Wah, rasanya tak ada duanya. Pas disantap saat siang hari dengan perut yang memang sedang kosong. Santap hidangan ini bersama semangkuk nasi yang diberi taburan wijen. Lagilagi khasnya nasi ala Vietnam.

Sajian Vietnam kaya akan rempah dan tidak terkecuali saus. Di meja restoran ini selalu tersedia tiga macam saus, yakni saus vietnam, chili, dan hanoi house chili. Masing-masing saus memiliki rasa tersendiri. Ada yang pedas, manis, dan amat pedas. Makan pun dijamin akan semakin lahap. Untuk menyantap hot pot lau ini, ada sausnya sendiri, yakni saus lau. Saus dengan sereh yang sudah dimasak.

Restoran yang beroperasi pada pukul 11.00-23.00 WIB ini memiliki kapasitas 80 kursi. Sering kali My Hanoi House digunakan untuk keperluan gathering, ulang tahun, ataupun rapat. Tersedia pula fasilitas Wi-Fi. Adapun desain restorannya berkonsep modern, namun tidak melupakan suasana negeri Vietnam. Di dinding terdapat beberapa caping dari batang pisang yang biasa digunakan penduduk Vietnam ketika bertani.

Ada pula aneka lukisan yang menggambarkan kehidupan di negara tersebut. Lukisan ini, menurut Rigel, berasal dari Vietnam. Di langit- langit terdapat ornamen menyerupai badan perahu yang terbuat dari serat batang pisang yang juga didatangkan dari negara asalnya.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Sehatnya Hidangan Vietnam

Posted: 18 Feb 2010 03:14 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

HIDANGAN Vietnam memang dikenal sehat. Di samping menggunakan bahan-bahan segar dan alami, masakan ini pun diolah tanpa menggunakan penyedap rasa. Taste yang dihasilkan pasti berbeda. 

Coba perhatikan, makanan orisinal Vietnam banyak menggunakan sayuran hijau, rempah-rempah, seafood, dan tak ketinggalan aneka saus yang membuat masakan semakin menggoda. Belum lagi tambahan perasan jeruk lemon atau nipis yang menjadikan masakan segar sekaligus harum. Adapun sayuran yang biasa digunakan, di antaranya bawang bombai, bawang putih, kemangi, lada segar thailand, jeruk lemon, jeruk nipis, selada, dan taoge.

Masakan Vietnam sejatinya juga bebas dari penyedap rasa. Sebagai ganti, digunakanlah kecap ikan. Di samping itu, karena Vietnam terkenal akan masakan sehatnya, maka proses memasak tidak melalui pemanasan. Sebaliknya, di restoran Vietnam biasanya masakan akan langsung diproses begitu tamu memesan, termasuk di My Hanoi House.

"Jadi di sini istilahnya home cook karena makanan langsung dimasak dan tanpa penyedap rasa," kata Manajer My Hanoi House Rigel DY Kasiuhe.

Kota Hanoi dengan populasi kurang lebih 6,5 juta jiwa, sekaligus menjadi kota terbesar kedua di Vietnam. Tampaknya kota ini bukan hanya atraktif untuk dikunjungi wisatawan. Lebih dari itu, masakan asal kota tersebut juga menjadi magnet bagi pencinta kuliner. Lihat saja, tidak sedikit restoran Vietnam di Jakarta khususnya, yang dibanjiri pengunjung. Tidak terkecuali My Hanoi House yang sudah hadir beberapa tahun belakangan.

Restoran yang terletak di La Piazza Sentra Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini tampak dipenuhi pengunjung bila jam makan siang maupun makan malam. Pada akhir pekan, restoran ini bahkan lebih banyak dikunjungi para tamunya. Seperti Hanny dan Yuliana yang sengaja singgah di restoran ini. Hanny mengaku baru pertama kali mencicipi hidangan restoran tersebut.

Wanita yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu mengatakan, masakan di My Hanoi House memiliki cita rasa tersendiri. Kebetulan Hanny memang penyuka makanan Vietnam. "Paling enak makan masakan Vietnam dengan kombinasi sausnya. Rasa sausnya ada yang manis dan asin," kata Hanny.

"Di sini lokasinya strategis, suasana oke, makanannya juga," timpal Yuliana.
Bahan baku untuk mengolah masakan, menurut Rigel, banyak yang didatangkan langsung dari Vietnam. Misalnya kulit lumpia yang digunakan untuk membuat menu spring roll. Kulit lumpia ini sangat tipis dan berbentuk jala. Karena itu,yang membuatnya pun harus orang yang sudah ahli agar kulit lumpia tidak sobek.

Bukan hanya kulit lumpia. Agar minuman kopi restoran ini memiliki rasa yang serupa dengan kopi asal negerinya, maka biji kopinya harus diimpor dari Vietnam. Bahan lain seperti soun, aneka saus, dan kecap ikan juga didatangkan dari sana. Adapun daging diimpor dari Selandia Baru. Menurut Rigel, daging lokal terkadang masih keras meski sudah dimasak.

"Kami memang memakai daging impor karena tekstur dagingnya cepat empuk dan lebih juicy," sebutnya.

Menu yang tidak boleh dilewatkan di restoran Vietnam adalah hidangan pho. Ini adalah mi ala Vietnam yang terbuat dari beras dan lazim disajikan dengan jeruk nipis, taoge, dan lada yang bisa ditambahkan sendiri. Pho dihidangkan dengan daging yang telah diiris tipis. Ada pula yang menyajikan menu ini dengan dada ayam ataupun hati ayam.
Untuk diketahui, restoran yang menjual hidangan phoini dibuka di Hanoi sekitar tahun 1920-an. Di Hanoi, rasa pho yang ada di tiap daerah tidaklah sama. Bisa saja di suatu daerah pho terasa agak manis, sementara di tempat lain hidangan ini lebih pedas. Vietnam bagian utara biasanya menggunakan mi dengan ukuran yang lebih lebar. Di Vietnam selatan, ukuran minya lebih tipis dan ditambahkan taoge dan sayuran segar ke dalam mangkuk. Bahan tambahan ini memang dipopulerkan di Vietnam bagian selatan.

Phobukan satu-satunya hidangan istimewa di My Hanoi House. Ada pula pilihan sup yang beragam. Coba saja sour and spicy seafood soup. Ini merupakan cream soup yang terasa asin dan sedikit pedas. Cocok untuk pembuka selera. Bagi penyuka hidangan laut, khususnya kepiting, jangan lewatkan fabuilt. Capit kepiting digoreng kering, lalu dicampur dengan jamur kuping dan disajikan dengan saus jamur.
Yang tak kalah menarik adalah tom bao mia, daging udang giling yang dililit dengan batang tebu. Mirip dengan sate lilit bali, namun bukan batang sereh melainkan batang tebu yang digunakan. Hidangan udang juga tersedia. Coba saja pesan grilled tiger prawn, udang dibakar dengan bumbu pedas dan disajikan bersama salad.

Sering makan sapi lada hitam? Maka Anda harus mencoba bo luc lac, yakni daging sapi lada hitam dengan bumbu khas Vietnam. Ada pula grilled sexy chicken. Dikatakan seksi karena ayam yang digunakan merupakan ayam tanpa tulang dan telah dibumbui dengan sereh salah satunya. Setelah dibumbui, ayam dibiarkan selama 3-5 jam. Pantas saja bumbunya meresap sempurna dan menghasilkan rasa yang mantap.
Sama dengan cha ca, ikan dori impor yang hidup di perairan Sungai Mekong. Setelah dibumbui, ikan ini dibiarkan dengan kurun waktu yang sama dengan grilled sexy chicken. Kacang sangrai dan bawang goreng yang ditaruh di atas hidangan menjadikan rasa ikan ini semakin sedap.

Hidangan ayam yang lain, ga nguvi huong. Ayam goreng yang dimasak menggunakan lima rempah berbeda di antaranya sereh, lengkuas, dan kunyit. Porsinya cukup besar karena menggunakan setengah ekor ayam kampung. Jadi, bisa untuk sharing dengan kawan. Penasaran rasanya seperti apa? Coba saja sendiri.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: