Minggu, 28 Februari 2010

Oseng-oseng Lebah Enak & Ampuh Sembuhkan Diabetes pasti siip

Oseng-oseng Lebah Enak & Ampuh Sembuhkan Diabetes pasti siip


Oseng-oseng Lebah Enak & Ampuh Sembuhkan Diabetes

Posted: 28 Feb 2010 01:51 AM PST

MUSIM hujan seperti saat ini rentan membuat stamina tubuh mudah lelah dan gampang terserang penyakit. Untuk menjaga stamina agar tetap fit, pencinta kuliner wajib berburu penganan yang satu ini. Oseng-oseng lebah namanya.


Selain bisa menghangatkan badan, kuliner ini dipercaya mampu menyembuhkan penyakit kencing manis atau diabetes. Kuliner berbahan utama lebah ini hanya dapat dijumpai di rumah makan Lebah milik Tejo Asmoro di Jalan KH Dewantoro Nomor 87 Kelurahan Sumur Panggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah.
Sekilas, penganan ini sama seperti oseng-oseng berbahan dasar daging maupun ikan. Tapi, soal rasa dan khasiat kuliner ini tidak perlu diragukan lagi, sehingga banyak diburu pencinta kuliner terutama para penderita diabetes.

Menurut sang empunya rumah makan lebah, Tejo Asmoro, makanan ini sangat cocok disantap saat musim hujan. Selain dapat menjaga ketahanan dan stamina tubuh, makanan ini sangat baik bagi penderita diabetes.

"Keistimewaan oseng-oseng lebah ini sangat baik untuk penderita kencing manis, karena orang yang menderita penyakit ini tenaganya mudah loyo. Tapi, dengan makan oseng-oseng lebah tenaga jadi fit dan sehat," katanya.

Tejo menjelaskan, oseng-oseng lebah ini berbahan utama larva lebah atau calon anakan lebah yang masih berusia 5-10 hari. Setelah itu, larva lebah direbus dan ditiriskan, kemudian dimasak bersama bumbu-bumbu yang telah disiapkan, seperti bawang, cabe merah, ketumbar, dan kecap manis.

"Masak oseng-oseng lebah ini sama seperti oseng-oseng biasa, hanya bedanya di bahan utamanya yakni lebah," ujarnya.

Untuk mendapatkan larva lebah ini, pengajar sosiologi di MAN Brebes ini tidak terlalu pusing, karena memiliki peternakan lebah sendiri di rumah. Namun, Tejo mengaku produksi lebah pada musim hujan seperti sekarang ini lebih sedikit dibandingkan saat musim kemarau. Tak heran, jika harga oseng-oseng lebah ikut naik.

"Kalau musim kemarau, seporsi oseng-oseng lebah hanya Rp10.000. Tapi saat musim hujan harganya naik Rp15.000/porsi," jelasnya.

Bapak dua anak jebolan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengemukakan, setiap musim hujan oseng-oseng lebah banyak diburu masyarakat, karena makanan ini bisa meningkatkan stamina dan menjaga kekebalan tubuh selama musim hujan. Pelanggan makanan ini tidak hanya datang dari Kota Tegal, namun hampir seluruh masyarakat di daerah di Jawa Tengah sering berkunjung menikmati oseng-oseng lebah buatan Tejo.

"Pelanggan saya ada yang dari Jakarta, Pekalongan, Purwokerto dan Yogyakarta," katanya.

Tejo menjelaskan, oseng-oseng lebah akan terasa lebih nikmat jika disantap bersama madu. Untuk mendapatkan madu, pelanggan tidak perlu khawatir karena di rumah makan tersebut tersedia cukup banyak jenis madu. Madu-madu itu asli dan masih fresh karena diambil langsung dari sarang lebah. Satu botol madu ukuran kecil dijual Rp45.000 sedangkan botol besar Rp120.000.

"Saya punya 42.000 ekor lebah yang berada di 13 kotak. Satu kotak berisi 4.000 ekor. Kalau musim kemarau, saya biasanya berburu madu sendiri di hutan," tandasnya.
Pelanggan oseng-oseng lebah, Wiwoho (38) mengaku awalnya penasaran menyantap makanan oseng-oseng lebah.

"Setelah saya coba ternyata makanan ini enak juga. Apalagi, makanan ini berkhasiat meyembuhkan diabetes," katanya.
(Kastolani/Koran SI/tty)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: