Senin, 15 Februari 2010

“Pedasnya Bebek Gobyos Bikin Gembrobyos” plus 2 more

“Pedasnya Bebek Gobyos Bikin Gembrobyos” plus 2 more


Pedasnya Bebek Gobyos Bikin Gembrobyos

Posted: 15 Feb 2010 03:04 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

DAGING bebek memiliki keunikan dibanding daging jenis unggas lainnya. Daging bebek lebih liat dan basah, tetapi rasanya lebih gurih. Di Prancis, bebek merupakan hidangan istimewa dan menjadi label masakan yang populer.

Bagaimana dengan Indonesia? Daging bebek tak kalah populer di ranah kuliner Indonesia. Berbagai macam masakan Indonesia kini menggunakan daging bebek sebagai salah satu komponen masakannya. Daging bebek sendiri pun sangat nikmat jika dimakan dengan seporsi nasi. Apalagi jika bebek disajikan dengan menu unik, seperti daging bebek ala Bebek Gobyos.

Jika Anda termasuk salah satu pencinta kuliner olahan daging bebek, cobalah bertandang ke warung Bebek Gobyos di Jalan Ciledug Raya No 74 D, Kreo, Tanggerang. Dijamin, Anda akan ketagihan kembali lagi ke sana.

Pasalnya, bebek yang disajikan di tempat makan ini tidak seperti kebanyakan menu bebek yang ada di Jakarta. Rasa daging Bebek Gobyos yang pedas, bercampur dengan gurih serta empuknya bebek, bakal meninggalkan citarasa yang tak bisa diungkapkan lewat kata-kata. Lezat!

"Rasanya pedas, biasanya setelah makan keringatan. Istilah orang Jawa gembrobyos. Keistimewaannya pasti ngabisin nasi dan nambah nasi," kata Yety Prastiwi, salah seorang pemilik Bebek Gobyos saat dikunjungi okezone di warung miliknya, beberapa waktu lalu.

Cabe yang digunakan pada Bebek Gobyos adalah cabe rawit. Alhasil, rasa pedas yang dihadirkannya benar-benar membuat Anda terbakar. Apalagi sensasi lada yang tertinggal ketika Anda selesai menguyah bebek. Ditambah, tulang Bebek Gobyos yang terasa kriuk-kriuk karena garing dan dapat dimakan. Benar-benar hasil perpaduan sempurna!

"Jadi misalnya bumbu bebek habis, dicampur ayam tetap enak. Kita punya resep sendiri. Dengan resep sendiri membuat bebek itu gurih namun tidak seperti dipresto. Tulangnya ada yang bisa dimakan, dan biasanya yang gobyos dimakan sampai dihisap-hisap," jelas Yety.

Keistimewaan Bebek Gobyos lainnya juga tak perlu diragukan. Sebab, rasa amis dan bau tak sedap yang biasanya melekat pada bebek, tidak Anda temui. Rasa gurih dari bebek yang baru dipotong, juga menambah poin plus mengapa Bebek Gobyos terasa begitu "menggigit".

"Bebek itu biasanya identiknya agak bau amis dan alot (keras), kalau Bebek Gobyos, enggak bau dan empuk. Kita tidak menggunakan bebek frozen. Jadi, kita mengerti bagaimana bebek itu dari hidup lalu dipotong. Bebek Gobyos ini bebek kampung. Gerak bebek kampung lebih bebas, dan bebek ini tumbuh dengan alam dan tidak disuntik, sehingga bebek kampung lebih segar. Karena pengolahan yang berbeda, bebek ini mengeluarkan rasa gurihnya," ungkap Yety.

Selain itu, sensasi pedas bumbu cabe yang diolah dengan spesial kecap membuat aroma Bebek Gobyos terasa istimewa. Pasalnya, kecap yang digunakan terbilang berbeda dengan kecap lain yang umumnya digunakan penjual bebek di Jakarta.

"Kecap ini memang spesial dari kota Pacitan. Kecap ini memang enak, dan sudah terkenal di sana. Alasannya memilih kecap daerah, karena kita sudah mencoba dengan kecap lain, rasanya tidak menggigit. Begitu dicoba oleh teman, dan keluarga, mereka bilang rasanya lebih enak," papar Yety yang memiliki hobi makan.

Tak heran bila respon pengunjung di luar dugaan. Baru berdiri 8 Januari 2010, Bebek Gobyos sudah disambangi para pencinta bebek dari berbagai daerah di Jakarta. Pecinta kuliner yang tidak begitu suka dengan bebek pun dapat "tersihir" seketika, dan jatuh cinta pada daging Bebek Gobyos, mulai bebek gobyos, bebek cabe ijo, bebek goreng, hingga bebek bakar terhidang disini.

Soal rasa? Wah, jangan ditanya. Bagi Anda pencinta pedas, bebek cabe ijo bisa menjadi menu favorit lainnya setelah bebek gobyos. Pedasnya cabe ijo, dan gurihnya si bebek membuat Anda sulit menghentikan nafsu makan. Kendati demikian, bukan berarti Anda yang tidak terlalu kuat menyantap hidangan pedas tak bisa menikmati bebek di sini. Bebek goreng, dan bebek bakar bisa menjadi pilihan bagi Anda. Sensasi rasanya tak kalah juara!

Untuk melengkapi kenikmatan bebek goreng dan bebek bakar, Anda bisa bereksperimen sendiri dengan sambal yang tersedia. Bebek Gobyos menyediakan tiga varian rasa sambal untuk membuat Anda ketagihan. Apa saja?

"Kalau sambal hijau, sambal merah, dan sambal kecap banyak yang suka modifikasi. Tergantung seleranya yang mana, mau sambal merah, sambal hijau, atau sambal kecap. Tapi, tamu biasanya suka modifikasi sendiri," kata Soedjatmoko atau yang akrab dipanggil Koko, kepala juru masak sekaligus salah seorang pemilik Bebek Gobyos.

Sedangkan, bila bebek gobyos masih dirasa kurang pedas bagi Anda pecinta makanan hot, Anda dapat memesan tingkat yang lebih pedas. "Bila mau yang pedas banget, bisa pesan yang pedas banget. Gobyos itu menipu, manis dulu lalu pedas. Konsepnya di bibir dan di lidah sama," papar Koko sembari tertawa.

Nah, bila sudah tak sabar ingin segera "dibuai" dengan kelezatan Bebek Gobyos, Anda dapat segera bertandang ke warung Bebek Gobyos. Jangan khawatir soal harga. Hanya dengan merogoh kerocek Rp17.000-Rp22.000, Anda sudah bisa menikmati seporsi bebek dengan nasi putih, lalapan, serta sambal yang begitu "menggigit". Bebek Gobyos buka mulai 11.00-22.00 WIB.
(ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Lebih dari Sekadar Coffee Shop

Posted: 15 Feb 2010 12:27 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

BERSANTAI di kafe memang menyenangkan. Apalagi jika banyak pilihan makanan dan minuman yang disediakan. Dante Coffee tidak hanya menawarkan kopi ataupun camilan.

Ngafe
sambil berselancar internet dengan menggunakan fasilitas free Wi Fi, siapa yang tidak suka? Kafe kini menjadi melting point yang menjanjikan. Kenyamanan dan hangatnya suasana yang ditawarkan membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat ini. Kafe yang berlokasi di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini tidak hanya menjadikan kopi sebagai menu andalan.

Lebih dari itu, pengunjung disuguhi berbagai pilihan makanan dan minuman yang akan membuat mereka menikmati setiap menit di tempat ini. Baik makanan ringan maupun berat, ada di kafe yang beroperasi pukul 07.00 - 22.00 WIB ini. Sambil ngopi enaknya ditemani dengan italiano fries, bruschetta, buffalo wings, garlic casava, vegie spring roll, united french fries, atau squid ball. Tinggal pilih saja salah satu.

Namun, General Manager Dante Coffee Imelda merekomendasikan tahu pong. "Tahu pong ini paling laris dan menjadi andalan kami," ujar Imelda.

Bagi Anda yang sudah cukup puas dengan light meal, boleh saja hanya memesan menu-menu tersebut. Namun, untuk makan siang di kafe ini pun tampaknya tidak berlebihan. Sebab, Dante memiliki beragam menu utama yang cukup menjanjikan. Ada dante special chicken, baby potato & smokes beef, beef bacon sandwich, hot dog, dori fish lemon, spaghetti chicken & mushroom, spaghetti bolognaise, dan blackpepper sausages. Juga ada hidangan Asia, sebut saja singapore laksa dan fried udon.

Yang paling seru adalah xo fried rice. Dari penampilannya, boleh saja Anda mengira ini hanya nasi goreng biasa yang tidak jauh berbeda dengan nasi goreng pada umumnya. Tapi, coba rasakan dulu. Rasanya benar-benar beda. Nasi goreng ini cukup spicy dan yang membuatnya beda adalah teri medan dan ebinya.

Sementara untuk makanan penutup ada es krim, waffle, ataupun french toast, juga ada pisang keju. Hmm… sangat menggoda. Bukan hanya itu, ada pula pilihan cake yang ditawarkan per potong. Di antaranya tiramisu, new york cheese cake, grand crue, molten chocolate, dan fruit cake.

Kemudian untuk pilihan minumannya juga sangat bervariasi. Ada hot coffee seperti dante's special blend, cappuccino, traditional coffee, brown sugar latter with ginger yang cocok untuk mengusir hawa dingin, macchiato, vanilla latte, dan vietnam coffee. Mau yang dingin juga ada, ice cappuccino, ice vienna coffee, ice cafe latte, ice hazelnut latte, ataupun ice irish macchiato. Boleh juga memesan coffee jelly yang membuat cita rasa kopi tidak monoton.

Tenang, bukan cuma kopi yang bisa ditemukan di Dante. Ada bermacam jenis minuman lain yang dapat dinikmati. Ada teh, ice blended, hingga mocktails. Untuk teh, misalnya, simak saja apa yang ditawarkan. Green tea, lime tea, citroen tea, milk tea, hibiscus tea, sunny tea, malibu tea, peace and a love tea, ataupun jasmine green tea with plum. Yang terakhir disebut ini memiliki cita rasa agak masam. Rasa asam itu berasal dari buah plum yang terdapat di gelas, dan jika Anda coba memakannya rasanya benar-benar kecut. Teh ini dijamin akan membuat Anda kembali segar setelah beraktivitas.

Coba pula mocktail. Ada blue sour soup, red orange, red eyes, dante punch, dan blue pineapple. Sedangkan ice blended yang ditawarkan pun lumayan bervariasi. Mau apa? Ada taro blend, pinacolada, avocado choco freeze, strawberry & milk, green tea with red bean, mocha & chocolate flake, caramel & coffee jelly hingga chocolate.

Yang menarik dari Dante Coffee di samping variasi makanan dan minuman, kafe ini juga mempunyai menu sarapan dengan harga cukup miring. Menurut Imelda, menu breakfast ini disediakan lantaran permintaan dari beberapa pengunjung. Kebetulan area Mal Kelapa Gading biasa digunakan untuk jogging track di pagi hari. Sehabis berlari pagi, mereka kesulitan mencari tempat makan yang buka berhubung masih sangat pagi.

"Akhirnya kami buka lebih pagi dengan menu sarapan yang membuat pengunjung tertarik," ujar Imelda.

Menu sarapan ini jugalah yang menjadi daya tarik Dante Coffee bagi Jenie Tjong, yang biasa bertandang ke sana bersama beberapa orang teman. Sehabis mengantar sang buah hati ke sekolah yang ada di sekitar mal, Jenie kerap menyempatkan diri mengisi perut di Dante.

"Makanannya enak dan harganya pun cukup murah. Sekitar Rp20.000-an," sebut ibu rumah tangga itu. Ia pun menghabiskan waktu di Dante sambil menunggu mal buka pada pukul 10.00 WIB. "Saya biasa makan french toast, kadang nyobain nasi gorengnya. Apalagi gratis teh hangat untuk menu sarapan," ujar wanita berusia 35 tahun itu.

Senada dengan pengakuan Yuni yang biasa "membunuh" waktu di Dante hingga dua jam. "Sambil nunggu mal buka, kami nongkrong di sini. Nanti makan siang di sini juga," beber wanita berusia 31 tahun itu.

Baik Yuni maupun Jenie bisa hampir tiap hari nongkrong di kafe tersebut. Suasana yang nyaman makin membuat mereka betah.(Koran SI/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Biji Kopi Arabika dari Taiwan

Posted: 15 Feb 2010 12:16 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

DANTE Coffee yang berpusat di Taiwan mengambil nama dari seorang penyair kenamaan berkebangsaan Italia, Dante Allegeri.

Nama Dante terkenal lewat karyanya yang berjudul Devine Comedy. Kesuksesan sang penyair inilah rupanya yang menjadikan pemilik kafe ini memutuskan mengambil nama tersebut.

"Nama itu dipilih untuk menunjukkan hasrat owner kami dalam menyediakan kopi berkualitas tinggi dan mengenalkan sendiri konsep kafe ini ke pasar Taiwan," ujar Imelda, general manager Dante Coffee.

Kafe ini bermula dari Taiwan, tepatnya berdiri pada 12 November 1993.Pada saat itu, tukas Imelda, kopi merupakan minuman yang belum menjamur di negeri tersebut. Terlebih lagi harga kopi dikenal mahal pada saat itu. Kedai kopi inilah yang mempopulerkan gaya hidup minum kopi, dan merupakan coffee shop pertama di sana yang menawarkan kopi bermutu dengan harga terjangkau.

Di Indonesia sendiri kemunculan Dante pertama kali berawal di Mal Kelapa Gading 3, empat tahun silam. Dan dalam kurun waktu satu tahun, kafe ini mampu berekspansi ke Mal Ciputra, Serpong, lalu berlanjut ke Surabaya. Dante juga memiliki cabang di Medan. Bahkan Dante Coffee telah melebarkan sayap sampai ke Papua, tepatnya di Kompleks Ruko Jayapura. Yang membuat kopi Dante istimewa adalah karena ia terbuat dari biji kopi arabika asli yang didatangkan dari Taiwan.

"Dibanding kopi lain yang biasa ditawarkan kedai kopi, kopi ala Dante terasa tidak light dan memang kopi jenis ini yang umumnya disukai oleh orang Indonesia," beber Imelda.

Bila kebanyakan gerai kopi menawarkan pelayanan mandiri atau self service, di sini pengunjung akan dilayani oleh pelayan langsung dari masing-masing meja. Ingin sekadar menikmati sepotong cake ataupun makanan ringan lain untuk mengganjal perut sembari menyeruput kopi juga bisa.

Bahkan ada pula hidangan utama dengan variasi menu yang bisa dinikmati. Tidak salah jika Anda ingin bersantap siang maupun malam di Dante.
(Koran SI/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: