Minggu, 07 Februari 2010

“Santap Aneka Mi di Noodle Cafe” plus 1 more

“Santap Aneka Mi di Noodle Cafe” plus 1 more


Santap Aneka Mi di Noodle Cafe

Posted: 06 Feb 2010 08:43 PM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

BAGI para pencinta mi, sudah saatnya untuk mengunjungi restoran yang satu ini, Noodle Cafe. Restoran asli Thailand ini bakal memanjakan Anda dengan aneka sajian mi.

Mi termasuk panganan yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, tak sedikit orang yang memfavoritkan panganan berukuran panjang itu. Menurut catatan sejarah, mi berasal dari daratan China. Ia sudah ada sejak 2.000 tahun lalu. Tak heran, saat ini sajian mi sudah semakin berkembang.

Contohnya di Noodle Cafe, beragam jenis mi diolah menjadi menu yang berbeda-beda. Noodle Cafe merupakan restoran waralaba asal Thailand yang dihadirkan di Indonesia sejak 2005. Awalnya, nama Noodle Cafe adalah Nooddi. Menurut Atep Dedi S, sang manajer, Nooddi merupakan restoran Thailand modern yang sudah berdiri selama 20 tahun.

"Di Indonesia, nama Nooddi beralih menjadi Noodle karena di sini nama tersebut sudah ada yang mendaftar," kata Atep.

Karena itu, PT Indo Resto Makmur, perusahaan yang membawahi Noodle Cafe sekaligus sebagai pemegang master franchise di Indonesia, tidak boleh lagi menggunakan nama Nooddi. Alhasil, diubahlah Nooddi menjadi Noodle Cafe yang kini juga sudah dipatenkan.

"Noodle Cafe berkonsep modern Thai restaurant yang mempunyai menu bercita rasa unik, resep inovatif, servis yang hangat, serta area restoran yang nyaman," papar Atep.

Konsep ruangan yang simpel namun megah dan nyaman ditunjukkan Noodle Cafe melalui tata interiornya yang bisa katakan didominasi warna-warna terang. Seluruh bagian restoran juga dihiasi dengan ornamen kaca.

Sesuai dengan namanya, Noodle Cafe memiliki pajangan berbentuk mi. Jenisnya ada beragam seperti mi telur, ramen, udon, kwetiaw, fetuccini, spageti, soun, bihun, dan lain-lain sesuai dengan jenis mi yang dihadirkan di restoran ini.

Noodle Cafe pertama kali hadir di Mal Taman Anggrek, Jakarta, pada 2005 dan berkembang sangat pesat hingga saat ini. Perkembangan itu pula yang menjadi cikal bakal dibukanya sejumlah gerai Noodle yang lain, yakni di Blok M Mall yang berdiri awal Oktober 2006, Citraland Mall pada Januari 2007. Kemudian berlanjut ke Noodle Cafe Manado pada Mei 2007, Noodle Cafe Palembang pada Mei 2007, Noodle Cafe Bandung yang buka sejak September 2007, Noodle Cafe Malang pada Maret 2008, dan Noodle Cafe Bangka pada Februari 2009.

"Noodle Cafe akan segera dibuka di Samarinda, Jambi,Lampung, Medan,dan Batam," sebut Atep.

Restoran berkapasitas 100 orang ini menyajikan puluhan menu bertema mi. Sebut saja ramen kombinasi sup daging, udon tom yam, mi goreng hong kong, fetuccini atau spageti carbonara, dan mi telur laksa dengan pilihan daging sapi, ayam, atau seafood.

"Hampir semua mi yang ada di sini diimpor dari Thailand. Beberapa mi lokal juga ada, seperti bihun atau mi telur," kata Atep.

Ramen kombinasi sup daging merupakan salah satu menu yang difavoritkan pengunjung Noodle Cafe. Misalnya oleh Meila Liu, 34, yang kerap kali datang ke Noodle Cafe dan memesan hidangan favoritnya, apalagi kalau bukan ramen kombinasi sup daging.

"Tiap kali datang ke sini, ramen ini selalu menjadi menu yang saya pesan dan saya tidak pernah bosan untuk menyantapnya lagi," ujar Meila, yang memang seorang pencinta mi.

Ramen berisi irisan macam-macam daging, juga makanan laut yang sudah diolah sedemikian rupa hingga memiliki bentuk yang menarik, seperti narutomaki dan kamaboku, makanan yang terbuat dari ikan. Ada pula crab stick yang dilengkapi sayuran seperti lotus dan rumput laut yang tersaji dengan kuah bening.

Menu lain yang menjadi andalan adalah kwetiaw goreng ayam. Hampir sama dengan kwetiaw pada umumnya, menu ini menyajikan kwetiaw yang digoreng bersama irisan daging ayam. Hanya, yang membuatnya berbeda ialah,kwetiaw ala Noodle Cafe dibuat home made sehingga memiliki tekstur kenyal yang pas.

Tidak ketinggalan menu untuk anak-anak pun disediakan dengan tampilannya yang menarik, yakni nasi goreng yancou yang disajikan berwarna-warni sehingga anak-anak tertarik untuk menyantapnya. Menu ini menarik karena tidak hanya didominasi warna cokelat dari kecap, tapi juga warna merah yang berasal dari sosis berpotongan dadu kecil, serta warna hijau dari taburan kacang polong.

"Ragam rasa masakan hadir di sini. Misalnya untuk para pencinta makanan pedas, bisa memilih kuah kari merah. Sementara bagi yang tidak suka pedas, kuah kari hijau boleh dicoba," ujar Captain Cook Noodle Cafe Muhammad Fajar Sodiq.

Anda tertarik mencoba beragam rasa mi dengan olahan khas Thailand? Tidak ada salahnya untuk mencicipi puluhan menu yang tersedia di kafe yang sudah tersebar di hampir seluruh pulau di Indonesia ini.
(Koran SI/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Mengenal Jenis-Jenis Mi

Posted: 06 Feb 2010 08:34 PM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

SECARA umum, mi dapat digolongkan menjadi dua, yakni mi kering dan mi basah.Mi basah adalah mi yang belum dimasak dengan kandungan air cukup tinggi dan cepat basi. Mi basah ini biasanya hanya tahan 1 hari, sedangkan mi kering banyak jenisnya, seperti ramen, soba, dan beragam mi instan.

Dilihat dari bahan dasarnya, mi bisa terbuat dari tepung terigu, tepung tang mien, tepung beras, tepung kanji, dan tepung kacang hijau. Berikut adalah beberapa jenis mi yang banyak dijumpai di pasaran:

Cellophane noodles

Kita lebih mengenalnya dengan sebutan soun. Soun dibuat dari campuran tepung kentang dan tepung kacang hijau. Mi ini sangat lunak teksturnya, cocok untuk olahan sup, soun goreng, atau untuk isi pastel. Soun dijual dalam bentuk kering. Rendam di dalam air panas sampai lembut dan soun siap diolah menjadi berbagai macam masakan.

Mi telur

Mi ini terbuat dari tepung terigu jenis hard wheat dan diperkaya dengan telur. Biasanya dijual dalam kondisi kering dengan bentuk bulat maupun pipih.

Hokkien noodles

Sering disebut dengan mi hong kong. Bentuknya menyerupai mi telur bulat dan halus. Biasanya dijual dalam kondisi basah pada kemasan kedap udara. Mi ini sangat cocok untuk dibuat mi goreng atau mi rebus.

Ramen

Orang menyebutnya mi keriting china. Dijual dalam kondisi kering pada kemasan mi instan. Sangat cocok diolah sebagai mi goreng atau mi kuah.

Rice stick noodles

Di sini lebih populer dengan sebutan kwetiaw. Mi ini terbuat dari tepung beras dan air. Di pasaran dapat kita jumpai dalam bentuk kering dan basah. Kwetiaw sangat cocok dibuat kwetiaw goreng maupun kuah.

Somen noodles

Mi ini berasal dari Jepang, terbuat dari tepung gandum dan minyak. Teksturnya sangat lembut dan rasanya gurih. Somen dijual dalam bentuk kering. Rupanya menyerupai lidi dan sangat rapuh. Cocok untuk masakan Jepang yang berkuah.

Soba noodles

Terkenal dengan sebutan mi Jepang. Bentuknya hampir sama dengan mi somen, namun warnanya keabu-abuan atau hijau tua (mengandung sari teh hijau). Biasanya dijual dalam bentuk kering, sangat cocok untuk hidangan mi kuah.

Rice vermicelli

Mi ini sangat populer di Indonesia. Kebanyakan orang menyebutnya dengan bihun. Bihun terbuat dari tepung beras, warnanya putih bersih, dan bertekstur sangat lembut. Mi ini sangat mudah matang, jadi tidak perlu direbus, direndam air panas sudah cukup. Biasanya dijual kering da-lam kemasan plastik. Cocok untuk isi sup dan bihun goreng.

Mi shoa

Sejenis mi asal China. Terbuat dari tepung beras, mi ini berwarna putih terang dan sangat mudah matang. Dapat digunakan langsung di dalam masakan seperti sup atau sebagai snack.

Wonton

Di sini lebih dikenal dengan sebutan kulit pangsit. Dijual basah dalam kemasan plastik. Bentuknya segi empat, biasanya diolah dengan beragam isi.
(Koran SI/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: