Jumat, 12 Februari 2010

“Sukses Membuat Bakpao” plus 1 more

“Sukses Membuat Bakpao” plus 1 more


Sukses Membuat Bakpao

Posted: 12 Feb 2010 12:45 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

BAKPAO, penganan khas negeri Panda ini bukan saja digemari anak-anak, tapi juga orang dewasa. Meski terlihat kecil, bakpao cukup untuk mengisi kekosongan perut. Sebelum bicara berbagai varian bakpao, pastikan Anda tahu bagaimana cara sukses mengolah bakpao.

Bakpao sendiri bisa diolah dalam beragam jenis, seperti bakpao isi daging, bakpao isi ayam, bakpao isi kacang hijau, dan sebagainya. Tiga varian tersebut memang banyak ditemui di antara penjual bakpao. Nah, bila Anda ingin membuat bakpao untuk camilan akhir pekan, berikut ini tip membuat bakpao lezat, seperti okefood kutip dari Santap, Jumat (12/2/2010).

Tepung

Tepung yang dipakai bisa bervariasi. Yang paling umum adalah tepung terigu protein sedang. Ada kalanya bakpao dibuat dengan tepung terigu protein rendah agar lebih ringan dan empuk. Bahkan kadang dicampurkan tang mien (tepung kanji) agar ada rasa legit saat adonan digigit.

Bakpao yang dibuat dengan tepung terigu "biasa", warna putihnya akan kurang cerah. Untuk membuat bakpao dengan warna putih yang terang, dipakai obat pemutih (bleach) atau ganti tepung terigu dengan tepung Hong Kong yang dipesan khusus untuk bakpao.

Tepung Hong Kong

Untuk membuat bakpao dengan warna yang putih sekali, para chef dimsum memakai tepung Hong Kong atau waterlily flour. Di pasaran, Anda juga bisa menemukan adonan bakpao siap pakai keluaran Malaysia. Ikuti cara membuatnya sesuai petunjuk yang diberikan.

Pengembang

Ragi instan merupakan bahan pengembang utama untuk adonan bakpao. Untuk membantu pengembangan, tambahkan baking powder. Ingin lebih gampang? Pakailah pengembang khusus untuk bakpao dalam bentuk dos siap pakai yang banyak dijual di supermarket. Pengembang seperti ini sudah diberi ragi instan, bread improver, dan kadang-kadang pemutih.

Mengukus

Mengukus bakpao sebaliknya dilakukan sekaligus. Jika menunggu terlalu lama, bakpao akan mengempis. Oleh karena itu, siapkan dandang bersusun yang bisa memuat banyak bakpao sekali kukus.(ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Cabuk Rambak Bikin Lidah Terus Bergoyang

Posted: 12 Feb 2010 12:35 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

KOTA Solo Kota Kuliner, itulah slogan yang sedang dikembangkan Pemerintah Kota Solo untuk tujuan promosi. Beragam kuliner khas tersedia di kota ini. Salah satu yang bisa dinikmati adalah cabuk rambak. Seperti apa rasanya?

Sebuah kios makanan di Jalan Menteri Supeno, kawasan Stadion Manahan Solo terlihat lengang dari pembeli. Sebuah banner cukup besar terpampang di depan kios bertuliskan "Cabuk Rambak Yu Temu". Memasuki kios, terlihat dua orang ibu paruh baya tengah menunggui dagangannya.

Salah seorang di antaranya bernama Yu Temu (40), warga Kwarasan RT 06/1, Grogol, Sukoharjo. Wanita berkerudung itu menunggui dagangannya berupa makanan tradisional cabuk rambak. Makanan ini termasuk makanan ringan khas Solo.

Dilihat dari namanya, jelas sekali jika dalam makanan itu terdapat rambak. Rambak adalah kerupuk berwarna cokelat yang terbuat dari nasi putih yang dipadatkan dan diberi obat khusus bleng sehingga bisa diiris tipis menjadi kerupuk. Dijelaskan Temu, cabuk rambak terdiri dari ketupat nasi yang diiris tipis dan diberi bumbu cabuk berwarna kecokelatan.

Bumbu berwarna kecokelatan bernama cabuk inilah yang membuat penasaran. Cabuk ternyata merujuk pada bahan sambal yang terdiri dari sejumlah bahan dengan bahan utama parutan kelapa dan wijen putih.

"Dua bahan utama tersebut disangrai terpisah sebelum akhirnya dicampur dan disertai bumbu-bumbu lain, seperti cabe, garam, kemiri, gula merah, gula pasir, daun jeruk, dan lainnya," papar Temu.

Setelah dicampur, semua bahan kemudian digiling dengan sebuah alat seperti yang digunakan untuk menggiling daging. Sambal atau cabuk kering siap digunakan.

Cara penyajiannya, iris tipis ketupat, tambahkan dua potong rambak, kemudian beri taburan cabuk kering di atasnya agar terasa lebih gurih. Makanan yang biasanya disajikan dengan daun pisang yang dilipat atau dipincuk ini pun siap disantap. Melihat harganya yang sangat murah, yakni Rp2.500, satu porsi cabuk rambak rasanya tidak membuat perut kenyang.

Berjualan sejak 1991

Temu menuturkan, dirinya sudah 10 tahun berjualan makanan tradisional tersebut. Sebagai penjual generasi ketiga, ia menurunkan apa yang telah dilakukan oleh ibu dan neneknya.

Temu menuturkan, ia berjualan tiap hari Minggu di depan Stadion Manahan sejak tahun 1991. Namun sejak tahun 1998, dirinya mulai berjualan tiap hari dan pindah ke kawasan belakang stadion karena ada penataan dari Pemerintah Kota Solo. Saat ini dirinya juga berjualan di Gladak Langen Bogan (Galabo) pada malam hari.

Selain berjualan sehari-hari, Temu juga menerima pesanan. Tak jarang ia menerima pesanan dari pejabat yang sedang punya acara resmi dengan sajian hidangan tradisional ataupun warga yang sedang mengadakan prosesi siraman jelang pernikahan.

"Jenis makanan ini dulu hampir punah. Namun, sekarang sudah diproduksi lagi sebagai makanan tradisional khas Solo," papar Temu.
(Sumarno/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: