Sabtu, 13 Februari 2010

“Yee Shang, Menu Wajib Imlek” plus 1 more

“Yee Shang, Menu Wajib Imlek” plus 1 more


Yee Shang, Menu Wajib Imlek

Posted: 13 Feb 2010 02:51 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.


Yee shang kerap dihadirkan saat Imlek, karena konon ini merupakan makanan dewa. Tiap tahap penyajiannya pun memiliki mantra.

Menu khas China ini terdiri atas wortel, lobak, daun jeruk, uburubur, daging labu, jahe, daging mentimun, pepaya, mentimun dengan warna yang berbeda, pepaya dengan warna berbeda, kulit jeruk, jeruk Bali, lada, dan kayu manis. Sebagai pelengkap, biasanya ditambahkan ikan salmon, lobster, atau abalone, di samping pula jeruk, kerupuk pangsit, kacang tanah tumbuk, wijen, minyak bawang, dan saus plum.

Menyajikan yee shang juga ada prosedurnya. Pertama, kita harus mengucapkan gong xi fat chai sambil meletakkan yee shang. Kedua, menyebutkan ta chi thali (banyak rezeki) sambil meletakkan jeruk. Mantra ketiga, saat menaruh lada/kecap manis/kacang/ wijen, sebutkan kalimat u foe li men yang artinya rezeki selalu datang. Prosedur keempat, ucapkan cai ying kwai cing (uang selalu ada) sambil menaruh minyak/saus plum. Kelima, sebutkan nien nien yu yee (tiap tahun selau ada kelebihan) sambil meletakkan salmon/ lobster/abalone di atas yee shang. Keenam, ucapkan kalimat pien ti wang ching(tiap tahun penuh keemasan dan kejayaan) lalu taruh kerupuk di atas ikan. Mantra terakhir, ta chia i chi law te fung sen swei chi yang berarti silakan makan bersama dan bisnis bapak-ibu di kemudian hari semakin pesat.

Untuk melengkapi mantra, biasanya pramusaji menganjurkan untuk mengaduk makanan tersebut setinggi-tingginya sehingga rezeki akan makin berlimpah. Selain diaduk, setelah bumbu rata dan makanan berantakan, baru boleh dimakan.


Yee shang bukan sekadar makanan yang cara meracik dan mengaduknya dilakukan secara khusus, namun juga mengandung harapan serta doa supaya saat memasuki tahun yang baru segala sesuatu akan berjalan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Konon, semakin tinggi dan berantakan "tampilan" yee shang, maka rezeki kita akan semakin berlimpah.

Dari sisi interior, The Wang sangat terlihat elegan, nyaman, dan homey. Meja bermaterial kayu serta kursi berbalut kain hijau turut melengkapi kenyamanan itu. Sementara pada dinding restoran terbubuh cat warna oranye plus sejumlah lukisan. Adapun ruang kopi dilengkapi dengan satu set sofa berwarna peach.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Serunya Valentine di The Toast Garden Resto

Posted: 13 Feb 2010 02:02 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

SELAMA lebih dari tiga tahun The Toast Garden Resto dikenal sebagai restoran keluarga, orangtua, dan kalangan menengah ke atas. Kini, restoran yang menyediakan menu Western, tradisional, oriental, dan Japanese food ala Indonesia itu hadir dengan wajah baru.

The Toast Garden Resto mencoba memanjakan kawula muda melalui berbagai konsep muda. Perubahan konsep ini disampaikan Pemimpin The Toast Garden Resto Raja Harefa, Kamis (11/2/2010). Dia menuturkan, mereka akan menggelar re-opening dengan konsep santai khas muda-mudi Medan.


"Selama ini, restoran ini dikenal sebagai restoran keluarga, orangtua, dan hanya menjangkau kalangan menengah ke atas. Namun mulai pekan depan, kami akan ubah imej itu dengan lebih menitikberatkan konsep restoran bagi muda-mudi," ujarnya.

Lebih lanjut, Raja menambahkan, berbagai program telah dipersiapkan dengan matang untuk menyongsong wajah baru. Mulai dari fasilitas hot spot yang menyediakan 15 unit laptop dengan biaya sewa terjangkau, serta fasilitas bermain catur.

"Intinya, dengan fasilitas itu kami mengharapkan agar pelanggan merasa betah berlama-lama di resto kami, meski sekadar nongkrong dan bersantai," paparnya.

Disediakan semua fasilitas tersebut bukan tak berdasar. Diungkapkan Raja, hal itu dilakukan sebagai upaya memberikan kenyamanan bagi para pelanggan.

Tak hanya melengkapi dengan fasilitas di atas, pihak restoran juga melakukan beberapa pembenahan di restoran mereka, termasuk memperlebar restoran dengan konsep taman. Dengan begitu, pihak pengelola restoran berharap pengunjung dapat lebih nyaman menikmati menu-menu 100 persen halal yang disajikan tiga koki andal.

"Ada beberapa perluasan yang akan segera kami kerjakan untuk menambah kenyamanan restoran ini sekaligus menambah menu-menu dengan paket terjangkau untuk kawula muda," papar pria berusia 24 tahun ini.

Khusus untuk menyambut hari kasih sayang Valentine yang jatuh pada Minggu (14/2) mendatang, The Toast Garden Resto akan menggelar kegiatan seru yang diberi tema "Happy Valentine's Day with us The Toast Garden Resto". Acara ini juga bertepatan dengan re-opening restoran tersebut.

"Pada kegiatan ini, kami bekerja sama dengan beberapa pihak, seperti harian Seputar Indonesia, JF Sulfur, MG Creative, Mountea, Trijaya FM Medan, Grand Aston City Hall, Fren. Selain menjamu pelanggan yang hadir, kami juga akan menjamu tamu dari pihak sponsor tadi," papar sarjana hukum yang saat ini tengah melanjutkan studinya di jenjang strata dua (S-2).

Di malam romantis bagi pasangan yang tengah dimabuk cinta itu, restoran ini juga akan menggelar berbagai kegiatan seperti live music show. Pergelaran musik tersebut menampilkan musisi dari etnomusikologi Universitas Sumatera Utara (USU) dengan menampilkan instrumen biola dan saksofon.

"Bukan cuma itu, kami juga akan mendatangkan keyboardis asal Jakarta yang akan menghibur bersama penyanyi Kota Medan. Lalu akan ada juga pemilihan best couple, serta fun game bagi pelanggan yang hadir," tandasnya.(Syukri Amal/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: