Rabu, 24 Maret 2010

“Bersantap di Antara Deru Kereta” plus 1 more

“Bersantap di Antara Deru Kereta” plus 1 more


Bersantap di Antara Deru Kereta

Posted: 24 Mar 2010 04:01 AM PDT

MAKAN di kawasan stasiun kereta api bukan hal yang aneh. Namun, makan di restoran mal yang suasananya disulap menyerupai stasiun, hanya bisa dinikmati di Trainz Café. Selain menu makanan dan minuman, atmosfer restoran adalah daya tarik buat para pencinta kuliner.

Ya, dewasa ini orang tak sekadar pergi ke tempat makan untuk bersantap, tapi juga menikmati suasana yang disuguhkan oleh pihak restoran. Tak heran, aneka konsep resto dan kafe dimunculkan. Salah satunya seperti yang dilakukan pengelola Trainz Café, yang menampilkan nuansa berbeda pada interiornya.

Menurut salah seorang pemiliknya, Romzy Alkatirie, Trainz Café merupakan tempat bersantap yang multifungsi. Selain untuk makan, Trainz juga kerap dijadikan lokasi berkumpul anggota komunitas pencinta model kereta api.

"Mereka yang suka kereta api atau menyukai suasana stasiun sering datang ke sini," tandas lelaki keturunan Arab itu.

Suasana stasiun kereta memang terasa kental di kafe yang terletak di lantai 2 Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan ini. Hal itu antara lain tercermin dari suara mesin kereta api yang berasal dari model kereta yang digerakkan oleh listrik di arena diorama selebar 2,75 meter dan panjang sekitar 17 meter. Belum lagi model-model kereta yang ikut terpajang di areal kafe, seperti model kereta penumpang dan kereta pengangkut bahan bakar, lengkap dengan miniatur rel, jembatan penyeberangan, dan pepohonannya. Menurut Romzy, hampir semua model kereta yang dipajang itu didatangkan dari beberapa negara di Eropa.

"Ini merupakan salah satu bagian yang menjadi daya tarik restoran kami. Ada diorama keretanya," ujar Romzy.

Aksen lain, di beberapa bagian dinding juga terpasang lampu jalanan yang cahayanya dibuat redup. Kafe yang interiornya didominasi warna cokelat ini juga memiliki model meja yang unik. Di bagian bawah hampir semua meja berlapis kaca itu terdapat antara lain miniatur tank baja, orang-orangan, dan dinosaurus. Yang ini tentu menjadi daya tarik buat konsumen anak-anak. Adapun di sebelah kanan kafe terdapat toko yang menjual aneka macam mainan yang bisa dirangkai sesuai keinginan Anda, lengkap dengan arena rally mobil rakitannya.

Melihat konsep interior yang seperti ini, tergambar bahwa Trainz Café membidik pangsa pasar keluarga. Dengan segala fasilitas tersebut, tak berlebihan bila kafe ini dianggap sebagai arena rekreasi mini untuk keluarga.

Anak-anak yang datang ke Trainz bersama keluarga paling senang menyambangi diorama kereta api. Begitu masuk ke dalam kafe, yang dihampiri biasanya area diorama tersebut.

Hal itu pula yang dilakukan Raya. Saat kaki melangkah masuk ke Trainz Café, bocah berusia lima tahun itu langsung menghampiri miniatur kereta api yang sedang bergerak di atas rel diorama. Dia kemudian menaiki bangku bar yang berada tepat di depan diorama. Perhatiannya saat itu tak pernah lepas dari kereta api dan sesekali memegangi rel karena didorong rasa penasaran. Raya mengaku cukup sering berkunjung ke kafe ini dalam rangka liburan ke Jakarta. Maklum, aslinya anak itu tinggal di Surabaya, Jawa Timur.

Romzy menambahkan, umumnya yang suka melihat diorama kereta api memang anak-anak ataupun kalangan yang belum terlalu mengerti mengenai model-model kereta api. Selebihnya, konsumen Trainz tak lain dan tak bukan adalah mereka yang hobi mengoleksi aneka model moda transportasi yang berjalan di atas rel itu.

Romzy tak menampik bahwa kafe yang dia dirikan bersama dua rekan, yakni Hadian Pramudita dan A Afiff,ini terbangun lantaran hobi mereka mengoleksi aneka model kereta api. Menurut Romzy, hobi tersebut berbeda dengan hobi kebanyakan.

"Hobi mengoleksi model kereta api bukan hobi mainmain," imbuh pria yang sejak kecil menyukai segala hal yang berhubungan dengan kereta api itu.

Gisella Imelda, pengunjung Trainz yang datang bersama suami dan temannya, mengaku terhibur oleh kehadiran diorama kereta api. Meski bukan kereta dan rel sungguhan, namun menurut wanita berusia 27 tahun itu, diorama tersebut cukup mampu menghilangkan stres dan rasa penatnya.

"Sambil makan, saya bisa ngeliatin kereta api. Sekalian deh, stres juga hilang," imbuh Gisella.
(Koran SI/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Trainz Cafe Suguhkan Makanan Serbaorganik

Posted: 24 Mar 2010 03:49 AM PDT

TAK hanya atmosfer kafe yang ditonjolkan dan dijadikan"jualan", segi makanan pun diperhatikan. Di sini, Anda tak perlu khawatir soal kualitas makanan dan segi kesehatannya.

Sebab, masakan yang ditawarkan di Trainz Café berbahan serbaorganik. Menjalani hidup sehat saat ini sudah menjadi tuntutan bagi hampir semua orang. Kegiatan menyehatkan seperti berolahraga dan menjaga pola makan, perlu diterapkan. Dan memilih makanan organik diyakini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh kita.

Melihat fenomena ini, Trainz Café pun menerapkan konsep menu yang serupa. Serbaorganik dan menyehatkan. Menurut salah seorang pemilik Trainz Café, Romzy Alkatirie, kafe ini memang mengusung konsep menu menyehatkan. Tak heran, karena moto yang digunakan Trainz Café adalah family healthy choice restaurant.

"Orang yang datang ke sini mau menghilangkan stres. Jadi, jangan sampai makanan yang mereka konsumsi malah menambah stres atau penyakit," ujar Romzy saat ditanya alasan memilih menu organik untuk tempat makan kelolaannya.

Romzy menambahkan, Trainz Cafe selain dikenal sebagai kafe yang memiliki diorama kereta api, juga populer berkat makanan organik yang ditawarkannya. Bahkan, bahan makanan organik yang digunakan di Trainz sudah memiliki sertifikat, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Ini restoran keluarga. Jadi, semua makanan harus aman untuk seluruh anggota keluarga," tandas Romzy seraya mengatakan bahwa bumbu masak yang digunakan Trainz Café tak ada yang mengandung MSG.

Menu yang patut Anda coba adalah siomay organik. Jika dilihat sekilas, bentuknya serupa dengan siomay kebanyakan yang sudah umum dijual di pasaran. Hanya, rasa siomay ini sedikit berbeda. Rasa ikan tenggiri sangat mendominasi siomay. Selain itu, teksturnya pun lebih padat dan berisi.

Adapun menu utama yang menjadi favorit pengunjung Trainz Café yakni sup buntut goreng. Sepintas tak ada perbedaan rasa ataupun tampilan pada sup buntut di sini dibandingkan sup buntut buatan resto lain. Hanya, sup buatan juru masak Trainz Café tidak menggunakan tambahan perasa berupa MSG.

"Kami menggunakan perasa khusus yang bahan dasarnya juga organik, sehingga kaldu yang dihasilkan masih sama enak," imbuh Romzy.

Menu utama lain yang patut dicoba adalah butter fish. Menu ini berbahan baku ikan dori yang di-fillet, kemudian diolah dengan cara dibakar, lalu ditambahkan saus jahe saat ingin disajikan. Akan semakin lengkap bila butter fish disantap bersama nasi yang sudah diolah menggunakan mentega dan sayuran. Trainz Cafe menyediakan menu minuman yang lebih banyak dibandingkan menu makanan. Bisa dilihat, menu minuman yang ditawarkan ada 60 jenis, sementara makanannya hanya 50 item.(Koran SI/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: