Jumat, 26 Maret 2010

Cita Rasa Pedas Khas Manado pasti siip

Cita Rasa Pedas Khas Manado pasti siip


Cita Rasa Pedas Khas Manado

Posted: 26 Mar 2010 02:44 AM PDT

RASA pedas mampu membuat selera makan seseorang terbit. Cita rasa itu pula yang menjadi ciri khas masakan Manado yang diusung Restoran Dabu-Dabu. Semua orang pasti ketagihan mencicipinya.

Manado, Sulawesi Utara, menyimpan warisan kuliner yang cukup melimpah. Sambal dabu-dabu adalah satu dari sekian banyak makanan khas daerah tersebut. Kepopuleran menu sambal itu pula yang menginspirasi pemilihan nama untuk restoran ini: Dabu-Dabu.

Salah satu outlet Dabu-Dabu terletak di lantai 1 Setiabudi One Building, Jakarta Selatan. Menurut salah seorang staf Dabu-Dabu, Cahaya Reni, restoran ini pertama kali hadir di Manado, tepatnya di Jalan Boulevard. Baru pada 2002, Dabu-Dabu berekspansi ke Jakarta dan mengambil lokasi awal di kawasan Taman Ria Senayan, Jakarta.

Hingga saat ini, Dabu-Dabu sudah memiliki beberapa outlet yang tersebar di sejumlah mal besar di Jakarta, seperti Grand Indonesia, Senayan City, dan Pondok Indah Mall 2. Konsepnya pun dibuat beragam, ada yang berjenis Dabu-Dabu Restaurant, Dabu-Dabu Express, bahkan kafe bernama D'Cafe by Dabu-Dabu Deluxe. "Semua masakan spesial Manado ada di Dabu-Dabu," kata Reni.

Dabu-Dabu memiliki banyak jenis menu. Meski demikian, satu hal selalu menjadi ciri khas, yakni cita rasa pedas masakannya. Yang menjadi "ikon" di sini, tentu saja sambal dabu-dabunya yang terkenal itu. "Hampir semua masakan spesial di Dabu-Dabu membubuhkan sambal dabu-dabu sebagai campuran," imbuh Reni.

Sambal yang didominasi warna hijau karena berbahan dasar tomat kecil dan hijau ini memiliki rasa sedikit asam. Selain itu, juga terdapat cabai rawit Jawa serta jeruk Manado yang sama-sama bercita rasa masam. Sekilas, tampilan sambal dabu-dabu menyerupai acar, rasanya pun segar. Cukup dicocol ke tiap masakan, seperti ikan tongkol atau sayur pepaya, maka masakan tersebut bakal terasa lebih istimewa.

"Biasanya sambal ini yang bikin pengunjung ketagihan. Rasanya selain pedas, juga asam," kata Reni lagi.

Berkat kelezatan masakannya, Dabu- Dabu jadi favorit banyak orang. Beberapa konsumen yang cukup sering datang ke restoran ini antara lain mantan Menpora Adhyaksa Dault, artis Indra L Bruggman, dan Feri Irawan. "Banyak kokartis yang sering datang ke sini. Kalau tidak percaya, lihat saja foto-fotonya di dalam," timpal staf Dabu-Dabu yang lain, Melisa, seraya tertawa.

Menurut Melisa, menu yang menjadi favorit pengunjung setia Dabu-Dabu satu di antaranya adalah nasi ojo bakar. Menu nasi ini dibentuk menyerupai batok kelapa yang di dalamnya terdapat bahan isian. Setelah terisi dan terbentuk, nasi siap untuk dibakar lalu disajikan. Ketika disajikan itulah nasi ojo bakar mengeluarkan aroma yang bakal membuat selera makan Anda langsung terbit.

Menu utama yang sering dipesan customer ini disukai, selain bentuknya, juga karena rasanya cukup unik. Saat nasi dibelah, isiannya akan langsung terlihat dengan dominasi warna kuning kecokelatan. Rasanya gurih bercampur pedas. Sebagai pelengkap, menu nasi ojo bakar juga disajikan dengan telur dadar yang ditaruh di atas nasi.

Salah seorang pengunjung Dabu- Dabu, Petyana Ilham yang saat itu sedang merayakan ulang tahunnya, mengaku menyukai restoran ini karena memiliki masakan yang enak dan bervariasi. "Berhubung saya orang Manado, jadi tidak ada salahnya dong mengajak teman-teman makan di sini. Masakannya enak, porsinya juga besar," tutur wanita berusia 26 tahun yang sudah beberapa kali makan di Dabu-Dabu bersama keluarganya itu.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: