Kamis, 18 Maret 2010

“Kelezatan Spesial Kuah Ramen” plus 1 more

“Kelezatan Spesial Kuah Ramen” plus 1 more


Kelezatan Spesial Kuah Ramen

Posted: 18 Mar 2010 03:44 AM PDT


Ramen adalah mie berkuah Jepang yang justru berasal dari China. Sementara ramen yang di deskripsikan diatas masuk dalam kategori jigoku ramen, variasi dari ramen soyu (kuah rasa kecap asin Jepang). Ditaburi cabe bubuk dan cabe rawit, maka rasa asin akan berpadu pedas. Pedasnya begitu nikmat, membuat kapok sekaligus ketagihan.

Ramen memang belum sepopuler makanan jepang lain seperti sushi atau shabu-shabu. Tapi, makanan ini selalu punya penggemar sendiri. Restoran Jepang khusus ramen juga mulai bermunculan di Jakarta, sebut saja Ramen Sanpachi 38, Ajisen Ramen, Taichan Ramen, atau Wabito-Ya. Selain itu, masih ada sederet restoran Jepang yang menyajikan ramen sebagai salah satu menunya, misalnya Asuka di hotel Marriot, Kin No Taki, sampai Gokana Teppan.

Apa yang paling menarik dari semangkuk ramen? Para pecinta ramen akan cepat menjawab: kuahnya. Kuah ramen yang berlimpah—bisa mencapai 400 sampai 600 cc atau setara 3-5 gelas kecil— ibarat surga. Mereka bisa menghabiskan kuah tersebut hingga licin tandas.

"Pokoknya begitu mangkuk ramen ditaruh di meja, pasti saya langsung menyeruput kuahnya dulu, baru makan mienya. Makan mienya juga tetap pakai sendok untuk mendapatkan kuahnya juga. Setelah mienya habis, kuah langsung saya tandaskan dengan sendok. 98 persen kuahnya habis masuk ke perut saya dan rasanya luar biasa segar," ujar Hestia, 24, menerangkan ritual makan ramennya dengan antusias.

Tak jauh beda dengan Rima, 29. Dibanding menghabiskan mie dan topping yang ada di mangkuk, ia lebih tertarik menyeruput habis kuah ramen dengan sendok berukuran besar.

"Porsi ramen kan besar, kalau saya makan semua pasti kenyang banget. Karena saya adalah penggemar berat kuah ramen, jadi yang saya habiskan selalu kuahnya dulu. Mie dan ornamen lainnya malah sering tidak habis," ujar perempuan bertubuh mungil itu.

Rahasia Kaldu

Kuah memang menjadi senjata rahasia kenikmatan ramen. Kuah atau kaldu ramen inilah yang menentukan nikmat dan gurihnya semangkuk ramen.

Menurut chef restoran jepang Asuka di Hotel JW Marriot Deden Gumilar, kaldu ramen umumnya memiliki bahan dasar berupa sarisari tulang ayam, sapi, atau babi di Jepang. Agar beraroma sedap, kaldu tersebut diberi wortel, bawang bombay, daun bawang, bawang putih, rumput laut, dan serbuk ikan tuna. Bumbu ini menjadi semacam "tongkat sakti" yang bisa menyulap kuah jadi enak dalam sekejap.

Tentu saja, diluar kaldu, ada pula bumbu dasar lainnya seperti penyedap rasa, minyak wijen, garam dan cuka. Setelah bahanbahan tersebut bercampur, masih ada sentuhan terakhir dari bumbu-bumbu khusus. Bumbu khusus ini tergantung dari jenis ramen yang akan disantap.

Jika pengunjung memesan miso ramen, maka ramen tadi tinggal diberi bumbu miso. Bumbu miso merupakan hasil fermentasi kedelai yang dicampur garam. Di Jepang, bumbu ini menjadi semacam bumbu dasar untuk berbagai jenis makanan jepang. Kuah miso ramen kecoklatan, rasanya juga sedikit asin.

Tapi yang pasti, apapun jenis ramen yang dipesan, hampir semuanya menawarkan kuah yang segar dan lezat. Jigoku ramen yang disajikan di Ramen Sanpachi 38, terkenal pedas karena ditambah serbuk cabe. Semakin banyak serbuk cabe dan cabe rawitnya, semakin pedas dan semakin merah warna kuahnya.

Kunci kenikmatan ramen lainnya berasal dari topping atau lauk yang jadi penyempurna rasa. Topping ini bisa terdiri dari irisan telur, irisan ayam atau daging babi, bayam, jamur kuping, dan tak ketinggalan daun bawang.

"Ada ramen yang irisan ayamnya juga diberi bumbu. Jadi ketika bercampur dengan kuah, maka bumbunya akan larut. Kuahnya segar banget," kata Hestia, seolah tidak bisa mendeskripsikan kenikmatan semangkuk ramen yang pernah dimakannya.

Satu lagi yang tidak boleh dilewatkan, mie ramen pun punya kontribusi sendiri dalam menciptakan kelezatan. Ada tiga jenis mie yang bisa dijadikan pilihan dalam menyantap semangkuk ramen, yakni mie lurus, keriting, dan spesial alias barikata.

Mie lurus memiliki ukuran yang lebih besar dari mie keriting. Sedangkan mie barikata adalah mie lurus yang sudah dikeringkan hingga teksturnya terasa lebih kenyal. "Ramen barikata lebih enak dimakan karena kenyalnya itu. Tapi kalau di sini, pengunjung lebih banyak yang menyukai mie keriting. Mie keriting juga sebenarnya sudah enak," jelas Chip Cook Ramen Sanpachi 38 Indra P Tergiur untuk mencoba semangkuk besar ramen?
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Adopsi Filosofi Yin & Yan

Posted: 18 Mar 2010 03:19 AM PDT


Filosofi keseimbangan itu diterapkan dalam hal makanan serta penampilan restoran yang tercipta dari konsep harmonisasi exotic Asian food dengan tata ruang kontemporer sehingga tercipta atmosfer yang unik dan nyaman.

Ya, selain makanan, konsep interior restoran memang turut dijadikan jualan andalan Yin Yang Dim Sum Lamien. Gaya yang diusung adalah modern, namun semua elemen yang digunakan selalu mengandung makna.
"Seluruh ide dan konsep restoran adalah hasil pemikiran sang pemilik. Alhasil, konsep Yin Yang menjadi seperti ini," kata staf marketing Yin Yang, Kamal.

Kamal lalu mencontohkan beberapa elemen pendukung interior yang memiliki makna khusus, semisal lampion yang menggantung di langit-langit restoran. Lampion ini ada yang berbentuk kecil, ada pula yang besar.

Hal itu bermakna bahwa apabila kita mempunyai cita-cita ataupun impian, gantungkanlah setinggi-tingginya supaya tercapai.
Contoh lain, sebut Kamal, lantai restoran yang didesain seperti simbol yin dan yang, yakni berupa dua garis lengkung berwarna hitam dan putih.

Restoran yang bersegmentasi pasar kalangan menengah ke atas ini memadukan berbagai warna, dari gelap hingga warna-warna cerah. Konsep Yin Yang memang sedikit berbeda dari restoran China ataupun restoran Asian food yang kerap kita temui.


Pasalnya, tak banyak elemen yang mendukung kekhasan etnik China yang diterapkan. Hanya, si empunya restoran mampu mendesain interior maupun eksterior Yin Yang hingga menjadi tempat yang nyaman bagi pengunjung.
Keunggulan Yin Yang tidak hanya bisa dirasakan pada saat kita menikmati makanan dan tempatnya yang nyaman, tapi juga manakala customer mendapatkan pelayanan eksklusif nan berkualitas melalui berbagai acara yang bersifat personal dalam skala kecil atau minimal 20 orang.

Bagi pemesan layanan ini, pengelola Yin Yang bakal memberikan unique experience untuk menyempurnakan tiap momen spesial yang dibuat oleh customer.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: