Kamis, 11 Maret 2010

“Menu Komplet di Coffee Shop nan Cozy” plus 1 more

“Menu Komplet di Coffee Shop nan Cozy” plus 1 more


Menu Komplet di Coffee Shop nan Cozy

Posted: 11 Mar 2010 02:22 AM PST

MAKAN di coffee shop bukan berarti tidak mengenyangkan. Sebab, saat ini gerai kopi pun sudah ada yang mengusung konsep restoran dan menyediakan menu komplet, mulai appetizer hingga dessert.

Mungkin belum banyak coffee shop yang menerapkan konsep ini di Indonesia, namun pelopornya, yakni Black Canyon Coffee (BCC), sudah melakukan itu sejak 2005. Ya, di coffee shop yang merupakan waralaba dari Thailand ini, kita bakal menemukan beragam jenis menu yang totalnya mencapai 150- an item. Belum lagi tiap gerai pasti memiliki menu spesial yang hanya ada di gerai bersangkutan.

Outlet BCC ada di Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Khusus di gerai MOI, sajian yang ditawarkan jumlahnya mencapai 137 item plus 14 menu spesial. Dikatakan spesial karena hanya di outlet BCC MOI ke-14 menu itu ada dan merupakan hasil kreasi chef di sana.

Menu yang bervariasi menjadi keunggulan BCC dibandingkan coffee shop lain. Seperti kita tahu, coffee shop pada umumnya hanya menyediakan kopi dan minuman lain plus makanan yang jenisnya kebanyakan kudapan ringan. Jumlah item menunya pun bisa dihitung dengan jari. Sementara di BCC, hidangan yang ditawarkan lebih banyak layaknya sebuah restoran.

"Biasanya di coffee shop itu yang dominan adalah minuman. Tapi, di sini makanan dan minuman sama-sama dikedepankan. Cuma di sini, Anda bisa makan menu yang komplet dan mengenyangkan," kata Operational Manager BCC MOI Zainal Arifin.

BCC Indonesia pertama kali dibuka pada April 2005 di Kuta, Bali, lalu menyusul satu outlet lagi–masih di Pulau Bali. Dalam waktu singkat, BCC mampu membuka cabang di Surabaya, Makassar, Bandung, Semarang, dan Manado. Baru pada akhir 2008 BCC merambah Jakarta, salah satunya BCC MOI yang beroperasi sejak 25 November 2008.

BCC cabang MOI dikelola PT Boga Mitra Gamma Group, yang sebelumnya telah membuka outlet di Kota Bandung, tepatnya di kawasan pusat perbelanjaan dan hiburan Parijs Van Java pada 2006. Pemiliknya adalah Gandjar Suwargani.

"Ternyata animo masyarakat Bandung terhadap BCC sangat bagus. Makanya, dalam jangka waktu satu tahun, kami bisa membuka tiga outlet di Jakarta, yakni di MOI, Cikini, dan Kemang," ujar Zainal.

Sama seperti di kota-kota lain, gerai BCC di Jakarta juga berhasil menjaring banyak konsumen. Tempat cozy, ditambah dengan makanan yang bervariasi dan lezat menjadi daya tarik coffee shop yang "dikomandani" oleh General Manager Didam S ini.

Walau merupakan gerai kopi waralaba dari Thailand, kita tidak bakal menemukan ornamen khas Negeri Gajah Putih di BCC. Hanya, tiap pengunjung yang singgah ke gerai ini pasti akan mendapat sapaan hangat dalam bahasa Thailand, swadikha, yang berarti selamat datang. Nah,dari sini kita baru bisa "membaca" bahwa BCC adalah coffee shop asal negara beribu kota Bangkok.Ditambah lagi pada buku menu juga ditampilkan tulisan yang menggunakan huruf khas Thailand.

"Di Thailand sendiri desain outlet BCC memang sudah modern. Konsep serupa kami terapkan pula di sini. Malah logo kami adalah koboi yang sama sekali tidak mencirikan Thailand," imbuh Zainal.

Warna logo yang berupa gambar koboi itu diberi palet merah menyala. Warna ini kemudian diadopsi ke dalam tata interior BCC. Tak heran, sebagian besar dinding BCC jadi didominasi warna merah, ditambah hitam dan putih yang masing-masing melambangkan warna kopi dan asap.

"Atmosfer yang seperti itu memang sudah menjadi konsep BCC di mana pun. Semua outlet dibuat cozy, produk makanan dan minumannya juga sama," ujar Zainal, seraya menyebut luas gerai BCC cabang MOI yang mencapai 110 meter persegi.

Boleh jadi karena kenyamanan tempatnya itu, BCC lantas menjadi lokasi favorit banyak anak muda buat nongkrong. Meski demikian, kata Zainal, BCC sebenarnya juga menyasar segmen pasar orang dewasa berusia 40 tahunan dan customer keluarga.

"Itu sebabnya kami menyediakan menu yang bervariasi. Salah satu tujuannya untuk menjaring segmen pengunjung yang lebih luas," sebut Zainal.

Demi menjaring konsumen yang lebih banyak pula, pengelola BCC MOI menyediakan fasilitas cukup lengkap di gerainya. Berdiri di dalam bangunan dua lantai, BCC MOI dapat menampung hingga 102 orang. Sebanyak 46 tempat duduk berada di lantai bawah, sementara sisanya diletakkan di lantai atas.


Coffee shop yang dapat diakses melalui Centro Department Store ini juga dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi gratis, live music dua kali dalam sebulan, plus kenyamanan tempat makan yang didukung kursi rotan dan sofa.
(Koran SI/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Masakan Thailand, Indonesia, hingga Western

Posted: 11 Mar 2010 02:09 AM PST

KEBERAGAMAN makanan dan minuman menjadi keunggulan Black Canyon Coffee (BCC) dibandingkan coffee shop lain di Indonesia.

Di gerai cabang Mall of Indonesia (MOI) saja, ada sedikitnya 137 item menu, ditambah 14 menu istimewa yang merupakan kreasi chef BCC MOI sendiri. Meski berasal dari Thailand, BCC tak melulu menyediakan menu khas negara yang dulu bernama Muangthai itu.

"Di sini kami juga menyediakan masakan Western dan Indonesia," ujar Operational Manager BCC MOI Zainal Arifin.

Secara garis besar, menu makanan di BCC MOI terbagi atas "kategori" sup, salad, appetizer, fusion food (pasta), steak, sandwich, noodle, dessert, Indonesian favorite, dan individual favorite rice dishes. Sementara, menu asli Thailand yang bisa Anda cicipi antara lain tom yum gai (thai tom yum soup with chicken), tom yum goong (thai tom yum soup with prawn), gaeng kiew whaan gai (chicken green curry), pad thai (fried rice noodle with prawn), dan rad na talay (stirfried rice noodle with seafood in thick gravy).

Jika Anda berkesempatan datang ke BCC, khususnya yang ada di MOI, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi menu devil canyon steak. Selain karena rasanya lezat, proses penyajian menu satu ini juga unik.

"Jadi, tiap kali ada yang memesan devil canyon steak, kami akan melakukan show kecil. Daging sirloin dimasak di atas troli di depan si pemesan, lalu chef kami bakal menggunakan metode flambe, yakni daging sirloin disiram dengan wine sehingga muncul api di atasnya," papar Zainal.

Ada lagi menu unggulan di sini, yakni kopi luwak. Disebut unggul, karena rasa kopi luwak ala BCC berbeda dibandingkan kopi sejenis yang dijual di coffee shop ataupun resto lain.

"Yang membuat beda karena di sini kami menggunakan luwak liar, bukan luwak yang memang sengaja dipelihara," imbuh Zainal, seraya mengatakan bahwa hewan luwak si pemakan biji kopi umumnya hidup di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Yang tak kalah nikmat adalah minuman bernama black canyon ice coffee. Kopi ini terasa nikmat karena dipadu dengan granule yang masih jarang diproduksi di Indonesia sehingga harus diimpor. Begitu juga daging yang digunakan untuk steak, semua masih impor. Sama halnya dengan basic sauce yang digunakan, yang masih harus dikirim dari Thailand.

"Kami memiliki 11 jenis saus dan tiga dressing. Untuk saus jenisnya antara lain tom yum, green curry, pad thai, sabatcho, dan sweet and sour. Sementara dressing-nya adalah thousand island, chili lime, serta salad cream," sebut Zainal.

Di "kategori" pasta, kita bakal menemukan menu fusion, perpaduan antara masakan Eropa dan Thailand. Cicipi saja pasta with chicken green curry, atau jika ingin yang lebih pedas, pilih pasta in spicy chicken tom yum soup. Adapun menu spesial di sini terdiri atas mixed salad with tuna pesto, thai fruit salad, beef spring roll, chicken cordon bleu,sensational fruits & salmon salad, iga bakar, lamb chop with rice, devil canyon steak, broccoli angle, pavlova, black canyon pancake,dan fried ice cream. Anda berminat mencicipi?
(Koran SI/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: