Kamis, 04 Maret 2010

“Pancious, Pancake Populer Pencinta Kuliner” plus 1 more

“Pancious, Pancake Populer Pencinta Kuliner” plus 1 more


Pancious, Pancake Populer Pencinta Kuliner

Posted: 04 Mar 2010 02:59 AM PST

MENU pancake yang tadinya hanya dianggap sebagai menu breakfast atau dessert, telah familiar di masyarakat Jakarta. Namun, masih belum menjadi makanan kebiasaan. Pandangan mereka terhadap pancake lebih kepada menu breakfast, terutama di hotel-hotel.

Dengan hadirnya restoran Pancious telah memberi pilihan kulinari signifikan bagi publik Jakarta. Konsep urban resto Pancious yang telah tercetus sejak tiga tahun lalu itu memiliki misi menjadikan pancake lebih dari sekadar makanan breakfast atau dessert, dan bisa dikonsumsi kapan saja.

Awalnya, konsumen yang datang lebih berorientasi pancake (dengan es krim) sebagai dessert. Tapi setelah setahun, konsumen sudah menganggap pancake sebagai makanan utama, seperti burger atau pizza. Kini, konsumen sudah terbiasa dengan menu pancake, baik untuk dinner, lunch, afternoon, tea, ataupun supper.

Dalam waktu tiga tahun Pancious sudah menjadi sebuah brand restoran yang populer dan diminati konsumen. Pancious merupakan resto yang pertama dalam konsep kuliner pancake di Jakarta. Hingga sekarang, Pancious telah membuka lima outlet yang tersebar di empat kotamadya di Jakarta : dua outlet di Jakarta Selatan (Permata Hijau dan Pacific Place), sebuah outlet di Jakarta Pusat (Plaza Indonesia), sebuah outlet di Jakarta Barat (Mal Taman Anggrek), dan sebuah outlet di Jakarta Utara (Mal Kelapa Gading). Tiap outlet menyediakan lebih dari 100 menu lezat dan nikmat.

"Pancious menjual food quality, service quality, dan ambience yang baik sebagai sebuah restoran," papar Veronica Tjong, salah satu pendiri Pancious pada acara anniversary Pancious di Pancious Pacific Place Mall, Jakarta, belum lama ini.

Pancious bagaikan complete package berisikan makanan berkualitas, harga reasonable, dan experience yang unik dengan kualitas servis dan bahan makanan. Dilengkapi dengan konsep desain interior yang bertema casual-elegan, sehingga menciptakan ambience yang memuaskan dan nyaman bagi konsumen.

Hal-hal inilah yang membuat konsumen merasa senang untuk kembali ke Pancious. Setiap bulan, rata-rata sekitar 100.000 orang mengunjungi resto berkonsep Western casual dining itu.

"Misi kami ingin mengenalkan kepada konsumen bahwa menikmati pancake itu bukan hanya di hotel-hotel saja, di manapun Anda bisa menikmati pancake," tukas Veronica.(nsa)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Bumbu Utama Masakan Jepang

Posted: 04 Mar 2010 01:57 AM PST


Bumbu asli masakan Jepang meliputi mirin, shoyu, hondasi (penyedap dari ikan), dan vinegar. Umumnya terdapat lima bumbu utama yang harus dimasukkan secara berturutan sesuai urutan sa-shi-su-se-so yang merupakan singkatan dari gula pasir (sato), garam (shio), cuka (su), shoyu (seuyu: ejaan zaman dulu untuk shoyu), dan miso (miso).

Menariknya, sesuai dengan peraturan sa-shisu- se-so, gula pasir adalah bumbu yang dimasukkan pertama kali, diikuti garam, cuka, kecap asin, dan miso. Selain bumbu utama tersebut, ada pula sogayaki dengan bumbu jahe dan manisan jahe. Sake yang merupakan istilah umum untuk minuman beralkohol khas Jepang juga adakalanya ditambahkan dalam masakan. Kandungan alkoholnya maksimum 20 persen. Minuman yang dikenal sebagai rice wine ini memiliki aroma khas, dengan rasa sedikit asam dan manis.

Jenis rice wine lain yang lebih sering ditambahkan sebagai bumbu masakan Jepang adalah mirin. Rasanya lebih manis dengan kandungan alkohol lebih rendah. Mirin juga digunakan sebagai teman menyantap sushi. Pada pembuatan saus teriyaki dan saus tempura, mirin dapat diganti dengan campuran sake dan gula dengan perbandingan 3:1.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: