Senin, 29 Maret 2010

“Unggulkan Cita Rasa, Sambal Pecel Jeruk Purut Tembus Mancanegara” plus 2 more

“Unggulkan Cita Rasa, Sambal Pecel Jeruk Purut Tembus Mancanegara” plus 2 more


Unggulkan Cita Rasa, Sambal Pecel Jeruk Purut Tembus Mancanegara

Posted: 29 Mar 2010 03:53 AM PDT

USAHA sambal pecel cap Jeruk Purut telah berkembang dan bertahan selama dua generasi. Bahkan, sambal pecel tak hanya dikirim ke Surabaya, Bandung, Jakarta, Palembang, dan Banjarmasin, namun juga sempat dikirim ke Belanda dan Inggris. Sambal pecel khas Madiun itu bersaing menembus pasar global.

Usaha sambal pecel yang berlokasi di Jalan Delima, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini pertama kali dirintis oleh Roesmadji (78 tahun) pada 1985. Saat itu, dia meracik dan membuat sambal pecel sebanyak 10-20 kg per hari dan hanya dipasarkan di Kota Madiun. Namun, cita rasa dan aroma sambal pecel buatannya ternyata banyak diminati. Pesanan sambal pecel akhirnya berdatangan dari sekitar Madiun dan juga luar kota.

Saat itu, Roesmadji melihat prospek usaha tradisional sambal pecel ini cukup cerah. Dia pun mulai serius menggeluti dan mengembangkan usaha dengan mengantongi modal hanya sebesar Rp200 ribu. Untuk mengolah bahan mentah hingga menjadi sambal pecel, Roesmadji melibatkan enam anak kandungnya.

Menjaga warisan kuliner

Usaha sambal pecel Roesmadji terus berkembang. Kapasitas produksi sambal pecel yang semula hanya 10-20 kilogram terus bertambah hingga mencapai 5 kwintal per hari. Begitu pula jumlah karyawan yang semula hanya beberapa orang kini menjadi 20 orang.

Karena kondisi fisik mulai melemah, Roesmadji mewariskan usaha sambal pecel cap Jeruk Purut kepada anaknya. Pada tahun 1990-an, ketiga putra Roesmadji, yakni Jumino, Asrian, dan Asrifan meneruskan dan mengembangkan usaha tradisional sambal pecel. Menurut salah seorang penerus usaha, Jumino (55 tahun), usaha sambal pecel khas Madiun ini terus dikembangkan.

"Kami terus menjaga kualitas dan cita rasa sambal pecel cap Jeruk Purut ini. Begitu pula, pangsa pasar sambal pecel ini terus kami kembangkan," ujarnya.

Selain menjaga kualitas bahan mentah, seperti kacang tanah, gula merah, cabai merah, cabai keriting, dan daun jeruk, cara pengolahan tradisional pun tetap dilestarikan. "Secara turun temurun, cara pembuatan sambal pecel ini tetap terjaga," tambahnya.

Merambah pasar luar negeri

Jumino mengaku, kini di Madiun saja usaha sambal pecel cap Jeruk Purut memiliki tiga galeri penjualan, yakni di Jalan Opak, Jalan Serayu, dan Jalan Diponegoro. Untuk Jakarta dan Bandung, sedang dirintis pengembangan galeri penjualan sambal pecel sedangkan pengiriman sambal pecel ke Palembang dan Banjarmasin masih terus berlangsung.

Jumino mengatakan, sambal pecel cap Jeruk Purut ini juga pernah dikirim ke Belanda dan Inggris pada tahun 2000. Saat itu, setiap kali kirim sebanyak 2-3 kwintal. "Ada orang Belanda dan Inggris yang meminta dikirim sambal pecel ini. Pengiriman itu berjalan sekitar dua bulan. Tetapi, karena antara biaya pengiriman dengan hasil penjualan tidak menguntungkan, akhirnya kami hentikan," ujarnya.

Kini, sambal pecel dalam kemasan 250 gram dan dihargai Rp6.500 itu masih sering dibawa para mahasiswa asal Indonesia ke luar negeri, seperti Inggris, Prancis, dan Australia. "Tapi, mereka membawa sendiri sambal pecel itu untuk dikonsumsi sendiri. Namun, terkadang juga ada yang memesan dalam jumlah banyak untuk dijual di sana," tukasnya.

Kembangkan jalur pemasaran

Usaha tradisional sambal pecel ini terus menyesuaikan diri dengan perubahan pasar. Jumino mengaku, kalau dulu proses pemesanan dan pengiriman masih dilakukan secara sederhana. Namun kini, proses penjualan mulai memanfaatkan jaringan teknologi.

"Sekarang, pihak pemesan harus mentransfer uang dulu ke rekening bank baru kita kirim sambal pecel. Selain itu, kita juga menggunakan jaringan internet untuk memasarkan sambal pecel ini," ujar Jumino.

Alhasil, omset sambal pecel cap Jeruk Purut terus berkembang. Kini, mereka telah memiliki dua mesin oven untuk menggoreng kacang tanah, juga peralatan pengolahan, seperti puluhan lumpang, alat penumbuk, dan penggiling bumbu. Selain itu, keuntungan usaha juga telah berbuah pick up untuk mengirim sambal pecel ke Madiun maupun luar kota. Aset yang dimiliki keluarga Roesmadji kini mencapai ratusan juta rupiah.

Meski begitu, usaha tradisional sambal pecel ini tetap harus berinovasi dan berkreasi untuk bisa bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Pasalnya, selain bermunculan usaha sambal pecel di Madiun dan luar daerah, kini juga banyak makanan kemasan yang tersedia di pasar tradisional dan pasar modern.

"Kami tidak mau takabur. Kami tetap harus bekerja keras untuk mengembangkan usaha sambal pecel khas Madiun ini. Bukan hanya kami, tapi pengusaha sambal pecel lainnya yang ingin berkembang dan bertahan juga harus terus berinovasi menerobos pasar," tuturnya.
(Muhammad Roqib/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Modifikasi Sajian Khas Manado

Posted: 29 Mar 2010 03:11 AM PDT


Hampir semua masakan khas Manado mengambil bahan dasar ikan, semisal ikan cakalang dan ikan roa. Tak jauh berbeda dengan masakan yang tersaji di D'cafe by Dabu-Dabu Deluxe.

Masakan Manado memang diusung sebagai konsep menu oleh pemilik restoran yang beroperasi sejak Januari 2009 ini. Alfricandrajaya, si empunya D'cafe, adalah sosok yang gemar mencicipi aneka masakan. Terdorong keinginan memopulerkan masakan asal daerahnya, Alfricandrajaya lantas mendirikan D'cafe by Dabu-Dabu Deluxe. Nama dabu-dabu sudah cukup dikenal pencinta masakan Manado yang ada di Jakarta. Nah, nama inilah yang dijadikan salah satu penarik minat masyarakat untuk datang ke sini.

Demi menghasilkan menu yang berbeda, restoran berkonsep dining ini tidak hanya menyuguhkan masakan sehari-hari ala masyarakat Manado. Sang owner juga memodifikasi sejumlah menu sehingga tampil bak makanan khas Jepang, sushi.
Contoh menu yang telah melalui proses modifikasi adalah cakalang maki dan maki woku.

Menurut Manajer D'cafe by Dabu- Dabu Deluxe Atar Arik Purwanto Syah, hidangan sushi di tempatnya berbeda dengan menu sushi yang kita kenal. Sebab, isi sushi tersebut adalah ikan cakalang yang sudah disuwir-suwir walau dari segi bentuk dan penyajiannya sama seperti sushi khas Jepang.

"Maki woku sajiannya hampir sama dengan cakalang maki. Menu ini menggunakan kulit ikan salmon, tapi isinya diambil dari woku, yakni rempah-rempah khas Manado. Jadi, walaupun tersaji seperti makanan khas Jepang, cita rasanya tetap Manado," kata lelaki yang akrab disapa Pur itu.

Selain Asian food, restoran yang berlokasi di Plaza Indonesia ini juga menyuguhkan makanan Eropa yang dimodifikasi sesuai cita rasa Manado. Misalnya spageti dan fetucini. Dua menu pasta tersebut dikreasikan menggunakan bahan dasar ikan cakalang. Selain spageti yang wujudnya serupa dengan mi, D'cafe juga punya menu berbahan dasar mi. Hanya, yang ini menu mi khas Manado, yakni bakmi cakalang, mi goreng cakalang, dan mi kuah cakalang.

Anda yang berkunjung ke tempat ini bisa mengawali acara bersantap dengan melahap perkedel.
Nama menu ini boleh jadi tidak asing lagi di telinga Anda. Namun, menu ini bahan baku utamanya jagung, bukan kentang seperti perkedel pada umumnya. Bentuknya pun lebih pipih dibandingkan perkedel kentang. Tampilan menu yang dinamai PJ ini malah cenderung menyerupai bakwan jagung.

Ada satu lagi menu perkedel yang patut Anda coba, yakni perkedel nike. Mendengar namanya saja, kita sudah dibuat penasaran, perkedel jenis apa ini? Rupanya, perkedel nike adalah kudapan yang terbuat dari ikan. Akan semakin nikmat rasanya jika disantap bersama semangkuk sup brenebon yang terbuat dari campuran kacang merah dan iga sapi.

Ingin mencicipi hidangan yang lain? Masih ada menu nasi ojobakar alias nasi yang dibakar. Saat dicicipi, aroma panggangan pada nasi ini sangat terasa. Pelengkap hidangan ini salah satunya adalah ikan cakalang. Tidak hanya rasa yang menggugah selera, cara penyajian nasi ojo bakar juga cukup menarik. Bentuknya hampir mirip batok kelapa. Yang menjadi alas nasi adalah telur dadar. Dan sebagai pemanis tampilan, juru masak D'cafe melengkapi menu ini dengan taburan kelapa gongsengparut.

Anda penyuka cita rasa pedas, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi menu nasi goreng roa. "Karena terbuat dari rempah-rempah, rasa pedasnya jadi cukup terasa," imbuh Pur. Buat konsumen anak-anak, D'cafe juga punya sajian nasi goreng merah. Warna merah pada menu ini bukan berasal dari cabai, melainkan tomat. Selain nasi goreng, restoran ini juga menyajikan makanan khas Manado yang sudah sangat dikenal seperti ayam rica-rica, udang rica-rica, iga rica-rica, dan cakalang rabe rica.

Bagi Anda kaum vegetarian, tak perlu khawatir karena di sini pun tersedia menu pilihan yang ditujukan bagi pelahap khusus sayur-mayur, semisal buncis sejuta udang, brokoli sejuta udang, acar, dan menu unggulan bernama sayur pahit. Sayur pahit terbuat dari pucuk bunga pepaya, jagung, dan kangkung.

"Walaupun dijuluki sayur pahit, menu sayur ini tidak sepahit yang dibayangkan. Sebab, ada penetralisirnya, yakni rasa manis yang dikeluarkan jagung. Selain itu, karena sari pucuk bunga pepaya sudah diperas terlebih dahulu, jadi rasa pahitnya sedikit hilang," beber Pur.

Sebagai menu pamungkas, Anda bisa mencoba kleppertert. Dessert ini berupa cake berisi keju dan potongan daging kelapa. Ada lagi coco jello, sejenis puding jeli isi kelapa yang disajikan menggunakan batok kelapa. Yang tidak kalah menarik adalah menu SKD atau susu kacang durian. Sesuai namanya, dessert ini memang menggunakan tiga bahan dasar yakni susu, kacang, dan durian.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Kembalinya Royco Sapi Baru

Posted: 29 Mar 2010 02:24 AM PDT

TUGAS ibu identik dengan mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak. Namun, tak jarang dengan berbagai alasan, ibu harus bekerja. Saat tugas di dalam rumah tak bisa senantiasa ditangani, ibu bisa menunjukkan wujud cinta lain lewat masakan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Royco sebagai salah satu mitra ibu di dapur menyadari pentingnya masakan ibu sebagai salah satu cara mengapresiasi peran ibu, Royco selalu mendorong kebiasaan ibu memasak di rumah.

Tak hanya membuatnya terasa lebih nikmat, namun masakan rumah buatan ibu memberikan banyak manfaat nyata, di antaranya lebih higienis, segar, bervariasi, dan memenuhi selera. Sehingga, inilah yang mendorong bumbu pelezat serbaguna produksi PT Unilever Indonesia Tbk tersebut meluncurkan kembali (re-launch) Royco Sapi Baru dengan formula baru dengan rasa daging sapi has dalam dan sumsum tulang sapi.

Sebuah riset yang dihelat lembaga penelitian Synovate pada tahun 2009 menunjukkan, sebanyak 85 persen ibu di seluruh Indonesia mengakui Royco Sapi Baru lebih mantap daripada bumbu penyedap rasa sapi yang mereka gunakan saat ini.

"Daging has dalam merupakan bagian terpilih dari daging sapi dan sumsum tulang sapi, yang memberikan rasa gurih dan mantap pada sajian masakan. Royco sudah hadir lebih dari 30 tahun dan terus menyempurnakan formulasi bumbu penyedap untuk para ibu Indonesia," ujar Senior Brand Manager Royco Heru Prabowo dalam siaran persnya.

Acara peluncuran Royco Sapi baru yang berlangsung di Surabaya dikemas dalam acara Karnaval Royco Sapi Baru yang dibuka oleh Ibu Walikota Surabaya Dyah Katarina dan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kotamadya Surabaya. Hadir pula Brand Ambassador Royco Sisca Soewitomo dan Irfan Hakim sekaligus ikon program "Bintang Dapur Royco", serta Yuni Shara, penyanyi ternama yang menjadi bintang tamu acara.

Lebih lanjut, Heru menambahkan, "Kami percaya sebuah produk dengan formulasi baru akan diterima dengan baik bila konsumen mencoba langsung keunggulan produknya." Maka, Royco mengemas acara peluncuran Royco Sapi Baru dengan mengadakan Karnaval Royco Sapi Baru.

"Dalam acara ini, kami melibatkan langsung para kelompok ibu-ibu PKK Surabaya untuk berpartisipasi dalam lomba masak, adu yel-yel, dan cerdas cermat. Kami juga menyediakan stand bazaar yang diisi oleh berbagai komunitas ibu di Surabaya," lanjutnya.

Surabaya dipilih sebagai kota yang mewakili aspirasi penduduk Jawa Timur yang memiliki berbagai macam jenis masakan berbahan daging sapi, seperti rawon, kikil, dan masakan khas lainnya.

"Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, kami yakin, Surabaya merupakan kota yang strategis bagi Royco untuk meluncurkan kembali Royco Sapi Baru," ungkap Heru.

Sebagai pakar masakan, Sisca Soewitomo menjelaskan, bagian daging sapi has dalam merupakan bagian daging sapi yang paling lunak, karena otot-otot di bagian ini jarang dipakai untuk beraktivitas. Daging has dalam juga biasa dikenal sebagai tenderloin atau fillet.

"Daging sapi has dalam merupakan bagian daging sapi paling dicari. Sementara sumsum tulang sapi sudah dikenal sebagai bahan yang memberikan rasa nikmat serta gurih pada masakan," kata Sisca.

Sisca menambahkan, kehadiran Royco Sapi Baru sangat membantu para ibu untuk menciptakan masakan-masakan dengan rasa daging sapi yang lebih mantap setiap hari.

Untuk menambah kemeriahan Karnaval Royco Sapi Baru, Royco juga menggelar parade sapi cantik di sekitar ruas jalan Balaikota Surabaya, yang menjadi simbol pembuka acara. Acara ini sekaligus mengenalkan kepada masyarakat di mana bagian has dalam terdapat pada tubuh sapi.

Karnaval Royco Sapi Baru juga memiliki acara menarik untuk seluruh keluarga. Untuk para ibu, mereka dapat mengikuti senam aerobik dalam acara Roycorobic, sebelum Sisca Soewitomo memamerkan keahlian memasaknya dan perlombaan masak hidangan daging sapi yang melibatkan kelompok ibu-ibu di Surabaya.

Selain itu, ada juga wahana yang tak kalah menarik seperti Dunia Ibu Royco, di mana para ibu dapat memeroleh berbagai informasi mengenai gaya hidup sehat. Anak-anak juga dimanjakan dengan hadirnya Dunia Bermain Royco dan lomba angkat beban yang disediakan untuk para suami.

Dalam rangkaian acara "Karnaval Royco Sapi Baru" ini, Royco turut mengenalkan kampanye "Bintang Dapur Royco" untuk mengajak seluruh ibu–ibu yang pintar memasak di seluruh Indonesia untuk tampil dan menjadi bintang dengan menunjukkan kepiawaiannya dalam memasak.

"Bintang Dapur Royco" yang diselenggarakan secara nasional tampil beda, karena merupakan kompetisi untuk memotivasi para Ibu mengadu menu dan resep andalan kesukaan keluarganya, untuk mendapatkan kesempatan menjadi bintang yang tampil di media massa terpilih.

Bagi para Ibu yang ingin berpartisipasi, cukup membentuk sebuah tim yang terdiri dari tiga orang untuk kemudian menciptakan tiga resep masakan untuk tiga kategori (tumis, goreng, kuah).

Sebanyak 13 tim terbaik akan dipilih untuk mendapatkan berbagai hadiah yang sangat menarik, seperti tampil di acara "The Chef Indonesia" yang akan disiarkan di stasiun televisi Indosiar, menjadi bintang iklan Royco di media cetak, mendapatkan uang tunai sebesar Rp10 juta untuk masing-masing tim, dan tur kuliner sekeluarga bersama Irfan Hakim. Di samping itu, Royco juga akan melibatkan para pemenang dalam berbagai aktivitas promosi Royco di daerah asal masing-masing.(nsa)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: