Sabtu, 24 April 2010

Keunikan Menu Peranakan China Melayu pasti siip

Keunikan Menu Peranakan China Melayu pasti siip


Keunikan Menu Peranakan China Melayu

Posted: 24 Apr 2010 05:19 AM PDT


Seroeni, nama restoran tersebut, memang menawarkan aneka masakan khas warga China peranakan yang berpadu dengan sajian Melayu Malaysia. Lokasi restoran ada di lantai 3 Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

Cikal bakal Seroeni berawal dari Kota Semarang. Juli 2008, restoran ini dibuka untuk pertama kali di ibu kota Jawa Tengah tersebut dan meraih sukses. Kesuksesan itu yang kemudian mendorong pemilik Seroeni untuk membuka cabang di Jakarta, tepatnya pada 18 Maret 2010.

Salah seorang pengelola Seroeni, Ardi Joanda, mengatakan bahwa pihaknya tak hanya menjual masakan, tapi juga suasana restoran. "Kami ingin memberi pengalaman bersantap menu peranakan ala China Melayu dengan rasa unik dan serupa dengan yang disajikan di Restoran Seroeni Semarang," kata Ardi.

Seroeni diambil dari nama jenis bunga oriental. Tak heran, tata interior restoran pun diberi sedikit sentuhan oriental. Aksesori bertema bunga seruni banyak diaplikasikan di atap, dinding, bahkan menjadi hiasan meja restoran. Sementara warna yang mendominasi interior Seroeni adalah pastel dan biru tosca.

"Dominasi warna seperti itu dipilih untuk memberi kesan yang lebih natural. Tidak mau terlalu kuno, namun masih memiliki kesan klasik," kata Ivan Setiawan, Presiden Direktur PT Lavali International Food Empire, yang menaungi manajemen Restoran Seroeni.

Untuk menu makanan, jelas unsur oriental tak bisa dilepaskan. Menurut Ivan, keunikan menu makanan di Seroeni terletak pada bumbunya yang diracik sedemikian rupa sehingga menghasilkan cita rasa gurih sekaligus manis bercampur sedikit pedas. Demi menjaga kualitas masakannya, pengelola Seroeni juga mendatangkan koki dan bumbu-bumbu masakan dari Malaysia. Meski makanan di tempat ini ada yang diadopsi dari Negeri Jiran, cita rasa masakan dijamin sesuai dengan selera konsumen Indonesia tanpa meninggalkan keasliannya.

Di antara sederet makanan yang ditawarkan, terselip nama menu tom yum squid. Menu ini berbahan baku cumi-cumi yang dimasak menggunakan bumbu tom yam sehingga rasanya lebih segar dan sedikit asam. Ingin yang berasa agak manis? Coba saja menu fried mee mamak. Cita rasa manis pada sajian mi goreng ini berasal dari saus kecap. "Kami menggunakan kecap pekat yang diimpor dari Malaysia.
Maka itu, rasa minya jadi berbeda," imbuh Ivan.

Pada menu ini, bahan yang digunakan adalah mi kuning, udang, tahu, serta taburan kacang tanah. Untuk menambah rasa asam, disediakan jeruk nipis yang boleh digunakan sesuai selera konsumen.

Ada pula menu berbahan dasar daging sapi, namanya crispy long'an beef. Sesuai dengan namanya, daging sapi pada menu ini tersaji dengan tekstur garing dan renyah. Hanya, cita rasanya lagilagi agak manis. Buah lengkeng rupanya ikut disajikan di sini sebagai pelengkap masakan. Cukup unik bukan? "Rasanya memang jadi unik. Menu ini termasuk best seller di sini," ujar Ivan.

Kerenyahan tekstur daging juga bisa dirasakan melalui menu balachan chicken alias ayam goreng terasi. Sama seperti jenis bumbu yang lain, terasi yang digunakan pada menu ini juga diimpor dari Malaysia. Rasa balachan chicken cukup unik. Rasa terasinya benar-benar bisa menyatu dengan daging ayam yang telah dibumbui.

Dari daftar menu minuman, Seroeni punya teh dan aneka mocktail. Jumlah variannya mencapai 50 jenis. Khusus untuk minuman teh, bahan bakunya didatangkan dari Singapura.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: