Kamis, 22 April 2010

“Olahan Pisang nan Aduhai” plus 1 more

“Olahan Pisang nan Aduhai” plus 1 more


Olahan Pisang nan Aduhai

Posted: 22 Apr 2010 02:42 AM PDT

SELAIN kaya zat gizi, buah pisang yang tumbuh subur di Indonesia amat cocok diolah menjadi aneka kudapan lezat dan mengenyangkan. Tua muda pasti suka, tak percaya?

Beruntunglah kita yang tinggal di Nusantara. Beragam jenis pisang bisa didapat dengan mudah di negeri ini. Sebut saja pisang kepok, pisang susu, pisang emas, pisang raja, pisang tanduk, pisang kapas, pisang raja, dan pisang ambon.

Biarpun terkesan lembek, buah pisang amat sarat gizi dan berkhasiat. Buah berbentuk bulat panjang ini terdiri atas air (75 persen), protein (1,3 persen), dan lemak (0,6 persen). Buah pisang juga dikenal kaya karbohidrat sehingga mengenyangkan, serta potasium yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan. Belum lagi khasiatnya dalam membantu menyembuhkan penyakit seperti demam,gangguan saluran pencernaan, bahkan kejang.

Orang Indonesia juga sudah terbiasa menambahkan pisang sebagai salah satu bahan makanan. Coba Anda ingat lagi, apa makanan padat pertama yang Anda ataupun bayi Anda makan? Umumnya orangtua memberikan nasi halus dicampur pisang. Tekstur pisang yang lembut dianggap memudahkan bayi untuk menelan dan mencernanya.

Pisang juga cocok diolah menjadi beragam kudapan. Mulai pisang goreng, kolak pisang, hingga pisang yang dijadikan isian jajanan tradisional seperti nagasari dan putri noong. Pisang batu alias pisang kelutuk yang rasanya sepet juga kerap diolah menjadi rujak ulek yang sedap.

Masih seputar camilan berat, pisang rupanya berjodoh dengan cokelat dan keju.Tak heran, roti dengan isian pisang dan cokelat ataupun pisang dan keju cukup difavoritkan di gerai-gerai roti. Pisang goreng cokelat keju ataupun pisang bakar cokelat keju juga sangat pas dijadikan teman minum teh pada sore hari sambil berkumpul bersama keluarga.

Alternatif kudapan legit lain adalah pisang goreng yang disiram saus pandan karamel ataupun saus vanila. Coba juga kreasi unik caramel glazed banana. Caranya adalah dengan menyiramkan karamel (sirup gula) yang masih panas ke atas mangkuk berisi pisang goreng dan es batu. Perhatikan karamel akan langsung mengkristal menghasilkan bentuk unik serupa permen.

Kreasi yang lain adalah banana caramel. Bahan yang dibutuhkan hanya buah pisang, gula merah, bubuk kayu manis, lembaran puff pastry, serta es krim siap saji. Metode pembuatannya pun sangat sederhana. Pisang yang digunakan bisa apa saja, pisang kepok atau pisang raja, sesuai selera Anda. Hanya, yang harus hati-hati dilakukan ketika membuat banana caramel adalah cara mengangkat puff pastry-nya. Usahakan jangan sampai ada cacat.

Banana caramel memiliki rasa yang sangat manis. Rasa manis itu berasal dari gula merah yang dicincang, lalu dioven hingga menjadi karamel bersama pisang yang dipotong dadu dan bubuk kayu manis. Maka, untuk menetralkan rasa manis itu, taburilah parutan keju di atasnya. Es krim juga diberikan untuk menetralkan rasa manis kudapan ini.

Beralih ke roti panggang keju. Menu yang satu ini mungkin sudah tak asing lagi bagi Anda yang sibuk. Praktis dan mudah membuatnya. Cukup memanggang roti tawar yang telah diolesi mentega, gula halus, dan diberi irisan pisang mas serta keju parut. Disantap selagi hangat atau dijadikan bekal anak di sekolah tetap tak mengurangi kelezatan rasa yang dominan berasal dari perpaduan keju dan pisang. Gurih dan mengenyangkan. Selamat berkreasi!
(Koran SI/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Ceker Ayam dan Khasiatnya

Posted: 22 Apr 2010 02:23 AM PDT

ORANG Indonesia boleh dibilang kenyang makan ceker ayam atau kaki ayam. Bayangkan, sejak bayi boleh mencicipi nasi tim, kaki ayam sudah jadi hidangan favorit sehari-hari.

Setelah bayi belajar jalan, makin rajin orangtua kita memasok kaki ayam pada sajian nasi timnya. Konon, kaki bayi bisa bertambah kuat kalau sering diberi kaki ayam.

Sebagian pakar sering protes dengan pendapat ini. Alasannya, bagian ayam yang bergizi tentulah dagingnya. Sementara kaki ayam, jelas-jelas tanpa daging. Kalaupun ada bagian kulitnya yang agak tebal, pasti tidak ikut dimakan oleh si bayi.

Menanggapi pendapat mereka, para orangtua tidak serta-merta mundur. Kaki ayam tetap saja diikutsertakan dalam membuat nasi tim bagi bayi-bayi mereka.

"Ya sudahlah kalau tidak ada gizinya. Paling tidak kita bisa memanfaatkan rasa gurihnya. Toh dulu-dulu juga kita bisa sehat begini, kan antara lain karena kaki ayam," kata seorang ibu yang jelas-jelas emoh meninggalkan kebiasaan yang sudah turun-temurun itu.

Kaki ayam memang berasa gurih, hingga orang dewasa pun banyak yang hobi makan kaki ayam. Entah kaki ayam yang dimasak ala dimsum atau kaki ayam yang dijadikan keripik bergengsi yang harganya luar biasa melambung.

Lantas, betulkah kaki ayam sama sekali tidak bermanfaat? Atau betulkah kaki ayam bisa menguatkan kaki dan otot bayi hingga lebih cepat berdiri kokoh lalu berjalan? Mari kita lihat apa saja yang terkandung dalam kaki ayam itu.

Di dalam kaki ayam terdapat kulit, otot, tulang, dan kolagen. Kolagen adalah sejenis protein jaringan ikat yang liat dan bening kekuning-kuningan. Kalau terkena panas, kolagen akan mencair menjadi cairan yang agak kental seperti lem. Nah, susunan utama pada ceker ayam adalah asam amino, yakni komponen dasar protein. Di dalam asam amino itu antara lain terdapat glisin-prolin, hidroksiprolin-agrinin-glisin.

Kaki ayam juga mengandung zat kapur dan sejumlah mineral. Dengan begitu, memang masuk akal juga kalau para orangtua tetap bertahan untuk menyuguhkan kaki ayam bagi anak-anak mereka. Sebab, jenis asam amino prolin dan hidroksiprolin serta zat kapur jelas-jelas dibutuhkan dalam pertumbuhan anak.

Betul memang kaki ayam tidak berdaging, tapi seperti diuraikan di atas, saat terkena panas, kolagen yang terkandung di dalam kaki ayam akan segera mengalir dan bergabung dengan nasi tim. Nah, kolagen inilah yang kita manfaatkan, bukan dagingnya.

Memang untuk mendapatkan gizi yang cukup, anak tidak hanya perlu mendapat kaki ayam, tapi juga tentu dagingnya. Meski begitu, kebiasaan memberi anak makan kaki ayam tetap tak perlu ditinggalkan. Fungsi kolagen bukan cuma untuk pertumbuhan anak. Orang yang menderita rematik pun amat dianjurkan sering-sering makan kaki ayam. Kenapa begitu? Karena protein kolagen ayam memiliki antigen yang bersifat imunogenik.

Ceritanya, di dalam tubuh kita terdapat dua macam antigen, yakni antigen asing dan antigen diri. Setiap antigen bisa bersifat antigenik dan imunogenik. Antigen yang antigenik dapat berikatan dengan antibodi, meski tidak bisa merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap antigen. Sementara antigen yang imunogenik juga berikatan dengan antibodi spesifik, tapi bisa pula menghasilkan antibodi spesifik terhadap antigen. Nah, antibodi terhadap antigen inilah yang perlu dirangsang bagi penderita rematik.

Tentu hubungan sang antigen tadi dengan penyakit rematik punya uraian ilmiah yang panjang sekali, yang agak sulit kita pahami sebagai orang awam. Yang jelas, makan kaki ayam secara rutin mulai dianjurkan bagi penderita rematik.

Betapapun hebatnya peran si kaki ayam, tentu kalau cuma ditim atau direbus belaka, Anda enggan menyantapnya bukan? Apalagi kalau dihidangkan setiap hari. Begitu juga dengan nasi tim si kecil. Jangan coba-coba cuma menghadirkan nasi tim dengan kaki ayam yang itu-itu saja dari hari ke hari. Bisa-bisa si kecil kelak tidak doyan makanan lain atau malah tidak mau makan.

Nasi tim tentu bisa kita buat bervariasi dengan menambahkan bahan lain secara berganti-ganti. Kaki ayam untuk pengobatan ini pun bisa kita olah jadi hidangan lezat yang variatif. Yang jelas, olahlah kaki ayam dengan cara direbus atau ditim, bukan digoreng. Kaki ayam yang digoreng sudah rusak struktur protein kolagennya akibat suhu yang tinggi. Perebusan dan pengetiman tidak boleh lebih dari 100 derajat Celsius agar tak merusak protein si kaki ayam. Meski hanya boleh direbus dan ditim,sebetulnya kaki ayam bisa dibuat menjadi berbagai jenis hidangan.
(Koran SI/Koran SI/ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: