Rabu, 07 April 2010

“Santai di Cafe Oh LaLa Menteng” plus 1 more

“Santai di Cafe Oh LaLa Menteng” plus 1 more


Santai di Cafe Oh LaLa Menteng

Posted: 07 Apr 2010 04:06 AM PDT

MELEPAS sore hari sambil ditemani secangkir kopi hangat dan makanan ringan. Tempatnya nyaman dan jauh dari kebisingan, meski berada di pusat kota. Ah… nikmatnya.

Itulah yang ditawarkan Cafe Oh La La yang berlokasi di Plaza Menteng, Jakarta Pusat. Kafe yang menempati lantai dasar gedung ini telah berdiri sejak empat tahun lalu.

Letaknya ada di bagian ujung gedung. Dari dalam kafe, pengunjung dapat menikmati pemandangan di luar, khususnya Taman Menteng yang asri. Dengan ditemani secangkir kopi dan makanan ringan, pengunjung dapat bersantai sejenak melepas lelah di kafe tersebut.

Siapa yang tidak mengenal Cafe Oh La La? Kafe ini setidaknya sudah berusia belasan tahun. Gerai pertama Oh La La berada di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan. Hingga kini, kafe tersebut telah mendapat tempat di hati para pelanggan loyalnya yang berasal dari berbagai usia, baik anak muda maupun orangtua.

Riesma Anwar merupakan salah seorang penggemar setia kafe ini.Kebetulan pemilik Oh La La setali tiga uang dengan Riesma. Mereka kemudian sepakat menjalankan bisnis kafe ini dan memilih kawasan Menteng sebagai tempat usaha. Diakui Riesma, di samping lokasi yang strategis, letak kafe pun tidak jauh dari kantornya.

"Dengan begitu, pengawasannya jadi mudah," kata Riesma yang menjabat General Manager Cafe Oh La La Plaza Menteng.

Selain berkonsentrasi pada kafe di daerah Menteng ini, Riesma juga harus membagi waktunya untuk mengurus kafe yang berada di Pondok Indah Mall 2.

Sebelumnya, kafe ini berlokasi di Pondok Indah Mall 1. Namun karena perluasan gedung dan pemilik terdahulu tidak ingin melanjutkan kepemilikannya terhadap Cafe Oh La La, alhasil kafe ini pun diambil alih oleh Riesma dan kawannya.

Menurut Riesma, pastry merupakan daya tarik Cafe Oh La La. Kelezatannya sudah dikenal sejak kafe ini pertama kali hadir di Jakarta. Meski bahan baku yang digunakan untuk membuat aneka pastry berasal dari dalam negeri, di tangan juru masak kafe yang memiliki racikan " bumbu" istimewa, Cafe Oh La La tetap mampu menyajikan pastry berkualitas.

Jika bertandang ke Cafe Oh La La, Anda dapat sekalian bertualang rasa pastry. Ada croissant almond, croissant banana, dan croissant formages. Croissant formages berisi keju dengan topping krim. Tersedia pula pastrami dengan daging asap di bagian dalamnya, serta diberi keju, telur, dan krim sebagai topping.

Ada lagi poulet, yakni croissant dengan isi ayam jamur. Kendati rasa croissant yang ditawarkan bermacam-macam, namun pengunjung lebih menyukai croissant yang plain atau tanpa rasa.

Selain croissant ada croquet madam, croquet monselle, dan croquet monsieur. Croque monselle berisi tuna, keju, dan kacang almond yang terdapat di lembaran roti. Rasanya boleh juga mencicipi salad ala kafe ini. Sajian saladnya tidak hanya terpatok pada satu rasa.

Ada tuna salad, green salad, cheese salad, chicken salad, meat salad, serta chicken and bacon cheese salad. Uniknya, ada pula salad ala Jepang. Jika Anda penasaran rasanya, pesanlah salad chicken teriyaki.

Ingin sajian yang agak berat juga ada, pasta contohnya. Ada macaroni, beef lasagna, dan chicken lasagna. Kafe yang beroperasi 24 jam penuh ini memiliki kapasitas 44 orang. Pengunjung yang datang lebih banyak dari kalangan eksekutif muda.

"Daripada harus melewati kemacetan di sore hari, mereka lebih prefer santai dulu di kafe kami. Termasuk waktu makan siang," kata Supervisor Cafe Oh La La Plaza Menteng Harsono.

Tidak jarang, tempat ini dipilih oleh pengunjung hotel Formule One yang berada di lantai atas Plaza Menteng, khususnya untuk makan pagi. Terlebih lagi dengan fasilitas Wi-Fi gratis yang ditawarkan, pengunjung dapat seharian berada di kafe ini menghabiskan waktu.

Josep Sibuea termasuk pelanggan loyal kafe ini. Karyawan yang bekerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, itu mengatakan, Cafe Oh La La berada di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. Suasana kafe pun terasa homey, apalagi ditunjang dengan harga makanan serta minuman yang cukup terjangkau.

"Kalau ke sini saya paling suka memesan hot chocolate. Dari dulu rasanya tidak berubah," beber pria berusia 30 tahun itu.

Harsono menambahkan, untuk makan pagi, menu sup kerap menjadi pilihan pengunjung. Sementara di siang hari, pengunjung biasanya memesan sandwich, salad, atau pasta. Adapun sore hari dilewati konsumen sambil ditemani aneka pastry dan kopi.(Koran SI/Koran SI/nsa)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Sensasi Musim Semi Hadir di Nadaman Shangri-La

Posted: 07 Apr 2010 03:26 AM PDT

MUSIM semi diasosiasikan dengan warna-warna cerah dan ringan, Nadaman merefleksikannya dalam berbagai variasi menu menarik, dalam rasa juga penampilan. Restoran yang senantiasa menyuguhkan hidangan khas Jepang di Shangri-La Jakarta ini menawarkan sensasi musim semi dalam promosi "Spring Delights".

Saat memasuki musim semi, semua bahan masakan Nadaman sangat digemari penduduk Jepang. Bunga nanohana, nishin atau ikan herring, sayuran fukimoto atau butterbur, bamboo shoot atau rebung, dan ikan shirauo atau whitebait sangat umum ditemui pada musim tersebut.

Nanohana dikenal juga sebagai bunga musim semi di Jepang. Bunga ini tumbuh rimbun di lapangan, dan penduduk bisa berjalan-jalan menikmati keindahan rimbunan bunga. Bunga nanohana dapat dimakan dan merupakan sumber minyak canola yang baik. Oleh karena warna kelopaknya yang kuning cerah dan masa tumbuhnya di musim semi, nanohana sering disebut mustard flower. Bunga ini mekar sebelum masa bunga sakura tiba. Nanohana disajikan dalam dua jenis hidangan, yaitu ebi nanohana yaki dan haru yasai tempura. Dalam ebi nanohana yaki, bunga nanohana digunakan sebagai sentuhan akhir atau topping dari masakan udang dan mayonaise. Sementara dalam haru yasai tempura, nanohana dicampur dengan bahan-bahan masakan khas musim semi lainnya, seperti rebung dan butterbur yang disajikan dalam masakan tempura sayuran.

Selain bunga nanohara yang jadi favorit di musim semi, ada pula nishin atau ikan herring, yakni jenis ikan yang senang hidup berkelompok. Nishin umumnya dinikmati setelah diolah dengan cara diasinkan, dipanggang, diacar, atau diasap. Tapi, banyak juga yang senang menyantap nishin dalam keadaan mentah dan segar. Di Nadaman, para tamu dapat menicicipi ikan herring panggang asin dalam sajian nishin shioyaki.

Sementara whitebait atau shirauo adalah ikan yang masih sangat muda dan hanya beredar di pasar-pasar Jepang untuk waktu sangat terbatas. Ikan kecil dengan tubuh transparan ini merupakan salah satu simbol makanan musim semi di Jepang. Untuk menu berbahan whitebait, Nadaman menawarkan shiaruo yanagawa nabe, berisi irisan sayur burdock dengan telur dan disajikan dalam mangkuk panas.

Cicipi pula sea bream, salah satu ikan terlezat dan merupakan simbol penting kuliner Jepang. Sea bream mendapat sebutan "King of Fish" khususnya pada musim semi di Jepang. Nadaman membawa ikan satu ini ke Shangri-La Jakarta di mana para tamu dapat mencicipnya melalui sajian sakura domyoji mushi, yakni ikan sea bream kukus yang ditutup daun sakura. Dan terakhir, jangan ketinggalan menjajal barachirashi, seporsi nasi cuka dengan ikan segar yang dipotong dadu (ikan salmon, tuna, dan kakap) serta disajikan bersama dengan semangkuk sup miso yang nikmat.

Dalam rangka menghadirkan sensasi musim semi, Nadaman tawarkan masa promosi dalam "Spring Delights". Hidangan tersedia mulai harga Rp95 ribu.
(ftr)


Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: