Jumat, 07 Mei 2010

“Makan Nikmat Harga Hemat” plus 2 more

“Makan Nikmat Harga Hemat” plus 2 more


Makan Nikmat Harga Hemat

Posted: 07 May 2010 03:51 AM PDT

SIAPA bilang bersantap hidangan fast food di mal itu mahal? Di Brooaster Chicken, pengunjung dapat menikmati aneka sajian fast food yang lezat dengan harga sangat terjangkau. Tidak percaya?

Sajian fast food umumnya menjadi pilihan orang ketika bertandang ke sebuah pusat perbelanjaan. Pelayanan yang cepat merupakan salah satu alasan mengapa restoran ini digemari berbagai kalangan. Namun, pada umumnya restoran fast food mematok harga yang relatif mahal. Bisa jadi hal inilah yang membuat pengunjung berpikir dua kali untuk memilih restoran tersebut sebagai tujuan. Toh restoran yang menyajikan slow food memasang harga yang tidak jauh berbeda dengan jenis restoran fast food. Benarkah demikian?

Pernyataan ini dimentahkan dengan kehadiran Brooaster Chicken. Meski baru berumur dua bulan, namun restoran yang berlokasi di Mal Ciputra Jakarta ini sudah berhasil menyedot pengunjung cukup banyak setiap hari. Ini tidak mengherankan, sebab berbagai sajian yang ditawarkan oleh restoran yang kini memiliki enam outlet tersebut dipatok dengan harga yang sangat terjangkau.

"Kami mempunyai moto selalu lebih murah, lebih enak, banyak pilihan, dan semua dapat menikmati," ujar Operation Manager Brooaster Chicken Raisudin.

Tak pelak, restoran ini selalu dibanjiri pengunjung terutama ketika waktu makan siang tiba. Bagaimana tidak? Brooaster Chicken yang membuka cabang di pusat perbelanjaan yang terletak di kawasan Jakarta Barat sejak 20 Februari 2010 ini kerap memanjakan pengunjung dengan promo Happy Hour.

Promo tersebut berlangsung Senin hingga Jumat pukul 14.00-19.00 WIB. Setiap pengunjung dapat menyantap nasi, satu potong ayam, dan soft drink yang bisa dipilih hanya dengan harga Rp7.500 setelah PPN. Di restoran fast food lain, mungkin pembeli hanya akan memeroleh potongan ayam bagian sayap yang ukurannya tentu saja kecil. Harganya pun sekitar Rp15.000-an.

"Di paket ini, pembeli dapat menikmati bagian ayam yang lain. Tidak terbatas sayap saja," ujar Marketing Manager Brooaster Chicken Harry Sutrisno.

Kesan puas sangat tampak di wajah para pengunjung dengan kehadiran program Happy Hour ini. Simak saja penuturan Sri Mulyani, seorang pengunjung Brooaster Chicken yang bekerja sebagai karyawati swasta di daerah Jakarta Barat. Sri mengaku, hampir tiap hari makan siang di restoran tersebut. "Potongan ayamnya memang cukup besar, dan yang pasti saya enggak pernah dapat bagian sayap. Jadi, surprise di mal ada restoran fast food yang menawarkan menu sangat murah," beber Sri.

Senada dengan pendapat Jesslyn Elizabet. Mahasiswi London School of Public Relation itu mengatakan, selain lebih murah, pelayanan yang diberikan oleh para staf pun terbilang cepat. "Jadi, kita enggak perlu antre terlalu lama menunggu pesanan," kata Jesslyn, yang berdomisili di Daan Mogot.

Di samping itu, menurut Jesslyn, menu yang ditawarkan lumayan bervariasi, menjadikan restoran ini memiliki banyak pilihan makanan. Di luar hari Happy Hour, pembeli dapat menikmati hidangan nasi, ayam, plus minuman tersebut dengan harga Rp10.000.

Harry mengatakan, Brooaster Chicken mencoba tampil eksis dengan ciri khas ayam yang ditawarkan. Restoran dengan tagline Rajanya Ayam ini menghadirkan dua rasa untuk sajian ayamnya. Ada original dan hot spicy. Ayam original ini garing sekaligus gurih, sedangkan hot spicy cocok bagi Anda yang menyukai rasa pedas.

Bukan hanya ayam yang berbeda. Raisudin juga menjamin sajian kentang ala Brooaster Chicken berbeda dengan hidangan sejenis di restoran cepat saji kebanyakan. Karena penasaran, Seputar Indonesia kemudian memesan kentang yang digadang-gadangkan ini. Benar saja, kentang tersebut ukurannya memang lebih besar sekaligus panjang. Kentang ini juga cukup garing ketika digigit. Ada pula curly fries. Kentang yang bentuknya seperti cincin itu telah diberi bumbu, baru kemudian digoreng. Bumbu inilah yang membuat rasa kentang semakin ajib.

Kendati mengusung konsep restoran cepat saji, namun pengelola Brooaster Chicken menyadari hidangan yang masih panas adalah yang dicari pembeli. "Maka itu, kami menyajikan semua hidangan masih dalam keadaan segar," ujar Harry. Untuk burger, khusus dagingnya hanya dimasak ketika ada pesanan, sehingga pembeli memang harus sedikit bersabar untuk mendapatkan pesanannya itu. Burger ini pun masih hangat ketika disantap.

Brooaster Chicken menawarkan menu yang bervariasi. Untuk burger misalnya, ada cheese burger, egg burger, beef egg burger, dan cheese egg burger. Sedangkan deluxe burger memiliki ukuran yang lebih besar dan isinya lebih komplet. Ada daging panggang dengan keju serta ditambahi aneka sayuran. Coba sendiri rasa burger ini jika penasaran.

Selain burger ada pula chicken sandwich, chicken strip, chicken sausage sandwich, dan beef sausage sandwich. Boleh juga sambil bersantap ditemani dengan sup ayam, brooaster nuggets, chicken tender strips, atau baso chicken. Ada pula alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati ayam dengan tampilan berbeda, coba saja chicken rice bowl. Ini adalah nasi dengan bumbu saus lada hitam pedas ditambah irisan daging dan ayam serta sayuran.

Menu-menu yang ada semakin istimewa dengan cocolan saus sambal. Saus tersebut rasanya memang lain, bukan seperti saus botolan yang biasa kita nikmati. Raisudin mengatakan, saus sambal itu merupakan homemade Brooaster Chicken sehingga tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Sekarang giliran minuman yang akan kita bahas. Brooaster Chicken juga mempunyai berbagai pilihan pelega dahaga. Root beer & float, milkshakes dengan rasa stroberi, vanila, dan cokelat, es krim sundaes dengan pilihan rasa yang sama, serta waffle merupakan beberapa pilihan minuman plus kudapan segar yang ditawarkan. Masih ada lagi, sebut saja soft drink float dengan rasa stroberi, cola, dan orange. Mau susu juga ada di sini. Susu Milo panas atau dingin, serta cappuccino, green tea, teh, dan kopi.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Burgundy Wine & Dine, Rileks Bersama Koleksi Anggur

Posted: 07 May 2010 02:26 AM PDT

APA rencana Anda akhir pekan ini? Jika bersantap dan bersantai di tempat rileks dengan segelas anggur, silakan coba mengunjungi Burgundy Dine & Wine di Jalan Raya Maribaya No 163, Lembang.

Tempat kuliner yang satu ini tidak hanya memberikan anda kepuasan bersantap, tapi juga bersantai dekat alam sekitar. Hal tersebut bisa menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk relaksasi bersama keluarga atau kerabat.

Marketing Manager Burgundy Dine & Wine Wiyanto mengatakan, lokasi yang baru dibuka sekitar tiga bulan lalu ini memiliki suasana yang nyaman untuk bersantai. Tempat yang berlokasi di atas ketinggian bukit dengan suhu udara alam yang masih sangat natural ini diharapkan dapat menimbulkan ketertarikan pelanggan menikmati hidangan dan anggur di Burgundy.

"Suasananya sangat nyaman. Di atas lahan seluas 180 hektare, Burgundy tidak hanya memberikan kepuasan bersantap. Kenikmatan pelanggan untuk suasana dan servis dari kami juga pasti mereka dapatkan," tuturnya belum lama ini.

Wiyanto menyebutkan, Burgundy Wine & Dine memberikan konsep santai dengan suasana peninggalan zaman Belanda. Bangunan tersebut memiliki ruangan yang dapat dipilih pelanggan untuk menikmati beragam hidangan yang disediakan.

"Selain bermacam-macam menu, udara segar pegunungan dan hamparan pemandangan yang eksotik diharapkan dapat memberikan kepuasan tersendiri. Atau jika ingin menikmati suasana bangunan, pengunjung dapat memilih ruangan yang telah disediakan," ujarnya.

Menurut dia, restoran Burgundy dapat ditempuh dengan jarak sekitar 7 kilometer dari Jalan Dago Bengkok. Meski jalannya sedikit berbatu, menanjak, menurun, dan meliuk, mata kita akan dimanjakan landscape pemandangan yang berada di sebelah kiri-kanan jalan. "Sekitar 20-30 menit kalau ambil jalan dari Dago Bengkok. Sedangkan, jika mengambil arah dari pusat Lembang, pengendara akan menempuh perjalanan sekitar 10 menit atau lebih kurang berjarak 4 kilometer," tambahnya.

Setelah melewati perjalanan menuju Burgundy Wine & Dine, di restoran tersebut, anda dapat menikmati berbagai hidangan. Wiyanto mengatakan, di restoran ini pelanggan akan dimanjakan dengan sejumlah sajian steak spesial. Sebab, tempat makan ini memang memberikan sajian ala Eropa. Meski demikian, menu tradisional pun tersedia seperti bajigur, bandrek, dan lain.

Sementara, jika Anda ingin menikmati wine, Burgundy menyediakan sekitar 60 koleksi wine dari berbagai negara. "Sebanyak 70 persen wine yang ada di sini adalah koleksi dari Prancis. Sisanya campuran dari Chili, Australia, Jerman, Kanada, Italy, dan Spanyol," ungkapnya.

Soal harga, Anda tidak perlu khawatir. Burgundy menyediakan wine kisaran Rp200.000 sampai Rp4 juta per botol. "Kami juga akan menyediakan wine dengan harga Rp15-20 juta untuk para penggemar," tegasnya.

Alangkah nikmatnya bersantai dengan segelas anggur dan dimanjakan pemandangan asri di sekitar Burgundy. Tidak hanya pada siang hari, suasana malam juga membuat tempat itu lebih indah. "Kami mulai beroperasi pukul 11.00 WIB hingga selesai," tandasnya.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Yuk, Goyang Lidah Bersama Ayam Tangkap!

Posted: 07 May 2010 01:57 AM PDT

SUDAHKAH Anda pernah mendengar ayam tangkap? Sajian khas Aceh ini tak hanya namanya yang unik, tapi rasanya juga dijamin bisa menggoyang lidah.

Bila Anda bertandang ke bumi Serambi Mekkah, sungguh rugi kalau tak menyempatkan diri menikmati menu ayam tangkap-ayam goreng bertabur dedaunan wangi. Ayam tangkap memang sudah bisa didapat di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Medan dan Jakarta. Tapi rasanya tentu akan berbeda dengan yang tersedia di daerah aslinya.

Di Banda Aceh sendiri, ayam tangkap cukup mudah didapat. Hampir semua restoran, rumah makan kelas menengah, bahkan hotel berbintang menyediakannya.

Namun, tempat yang lebih dikenal menyediakan ayam tangkap dengan cita rasa khas hanya Rumah Makan Ayam Tangkap Cut Dek. Warung itulah pencipta ayam tangkap, yang kemudian menjadi makanan unik, khas bumi Iskandar Muda.

"Kita selalu menjaga cita rasanya melalui bahan-bahan yang bermutu tingga dan terpercaya. Jadi, rasanya selalu sama," kata Manager RM Ayam Tangkap Cut Dek, Win Akustia kepada okezone di Banda Aceh, Jumat (7/5/2010).

Cita rasa ayam tangkap


Sewaktu Aceh dilanda bencana tsunami 2004 lalu, banyak tamu penting dari mancanegara dan dalam negeri di sela kunjungannya ke Aceh, menyempatkan diri menikmati ayam tangkap. Artis kawakan, seperti Ahmad Albar, Obbie Messakh, Dian Pishesa, dan Helmi Yahya juga mengakui kenikmatana ayam goreng khas kota Serambi Mekkah ini.

"Rasanya enggak bisa gue ungkap dengan kata-kata. Pokoknya nikmat banget deh. Ayam dan bawang gorengnya itu, pokoknya semuanya enak banget," kata Obbie Messakh saat berbincang dengan wartawan di Hotel Hermes Palace di sela konser kenangan di Banda Aceh, pertengahan Februari 2010 lalu.

Ayam tangkap kadang disebut juga ayam semak atau ayam sampah. Jangan keburu jijik, nama itu dinobatkan karena ayam goreng ini bertabur daun pandan, tumurui (daun salam koja), dan bawang goreng yang sekilas tampak bak tumpukan sampah. Hmm…dedaunan itu bukan sebatas penambah aroma, tapi juga bisa dimakan. Rasanya garing, persis kerupuk.

Untuk menikmati ayam tangkap di RM Ayam Tangkap Cut Dek, Anda cukup merogok kocek Rp60 ribu. Seporsi ayam tangkap siap Anda nikmati bersama pasangan, rekan kerja, atau keluarga, karena menu seporsi cukup untuk empat orang.

Ayam tangkap biasanya dimakan sebagai lauk nasi. Di Aceh, tiap hajatan kenduri, menu ini selalu tersedia untuk sajian para tamu.

Sementara di RM Ayam Tangkap Cut Dek, menu ini disajikan bersama dengan makanan khas Aceh lainnya, seperti kuah pliek u, kuah asam keueng, keumamah, ungkot paya, dan lainnya. Untuk minuman, terdapat beragam jus buah dan teh manis dingin.

Proses pembuatan

Anda memang tak langsung bisa mencicipinya begitu saja usai memesan. Opps…jangan berpikir pemilik warung menangkap ayamnya dulu. Mereka hanya butuh waktu untuk menggorengnya. Tentu ini untuk menjaga cita rasa yang disajikan.

"Disaji sewaktu masih panas, gurihnya itu luar biasa," tambah Win.

Proses pembuatannya bermula dari ayam kampung dengan standar khusus (biasanya berusia 5-6 bulan) yang dipotong jadi beberapa bagian, dibersihkan, dan direbus. Kemudian, ayam dilumuri bumbu-bumbu khas Aceh hingga meresap, seperti bawang merah Aceh, bawang putih, jahe, merica dan lainnya. Selanjutnya baru digoreng bersama daun tumurui, pandan, cabe hijau, dan bawang merah.

Hmm…lezatnya sudah pasti! Sekali gigit, rasa yang beragam; gurih, asin, manis, dan pedas menyatu di lidah. Aroma rempah-rempah dan dedaunan ikut nimbrung dalam seporsi ayam tangkap. Dan bersama daging, tulang ayam goreng ini juga cukup gurih untuk dikunyah.

Ihwal RM Ayam Tangkap Cut Dek

RM Ayam Tangkap Cut Dek sudah berdiri sejak 1996. Cut Dek diambil dari nama pendirinya Marzuki Budiman, biasa disapa Cut Dek. Di sanalah, ihwal terciptanya ayam tangkap.

Win Akustia bercerita, bermula dari eksperimen sang koki, karena bahan-bahannya mudah diperoleh di Aceh, ayam goreng ini cukup cukup laku di kalangan konsumen. Baru sekitar 2002, ayam goreng dedaunan ini dikenal dengan nama ayam tangkap. Siapa yang menamakannya?

"Saya pun tidak tahu, di mana-mana orang sudah menyebut ini ayam tangkap," tutur Win.

Begitu sudah dikenal luas, pihaknya mematenkan ayam tangkap sekitar 2007 dengan trade merek Ayam Tangkap Cut Dek.

RM Ayam Tangkap Cut Dek berada di sisi Jalan Banda Aceh-Lambaro, Meunasah Manyang, Pagar Air, Aceh Besar atau tepat berada di pintu gerbang masuknya kota Banda Aceh. Rumah makan yang buka tiap hari dari pukul 09.00-22.00 WIB ini punya cabang di Jalan Panglima Nyak Makam, Lampineung, dan Banda Aceh.

RM Ayam Tangkap Cut Dek punya tata ruang bernuansa tradisonal, dan kalau mau, Anda bisa makan secara lesehan. Bila Anda penasaran dengan kenikmatan ayam tangkap ini, tak ada salahnya untuk mencicipi. Menu ini tak hanya bisa dinikmati di tempat, tapi Anda juga bisa membawanya pulang sebagai buah tangan karena ayam tangkap Cut Dek sudah tersedia dalam kemasan.
(ftr)


Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: