Senin, 12 Juli 2010

Gudeg Pak Atmo Lezat, Harga Bersahabat pasti siip

Gudeg Pak Atmo Lezat, Harga Bersahabat pasti siip


Gudeg Pak Atmo Lezat, Harga Bersahabat

Posted: 12 Jul 2010 03:26 AM PDT


Nama Pak Atmo sepertinya sudah menjadi jaminan mutu untuk urusan masakan Nusantara, khususnya gudeg. Jelas saja, Pak Atmo memulai kariernya sebagai mantan kepala koki di Istana Mangkunegara pada tahun 1927. Kemudian pada 1932 dia mengundurkan diri dan memutuskan berwirausaha dengan membuka sebuah toko kue di Purworejo. "Bapak juga pernah bekerja di Toko Oen di Malang," papar Wahyudi Atmorahardjo, anak Pak Atmo, sekaligus pengelola Gudeg Pak Atmo.

Dengan demikian, keahlian memasak Pak Atmo tidak perlu diragukan lagi. Restoran gudeg milik Pak Atmo pertama kali buka di Jalan Ahmad Dahlan pada 1963. Restoran ini lalu pindah lokasi di Jalan Gandaria 1. Selain menawarkan nasi gudeg, Pak Atmo juga membuka jasa katering.

"Pak Atmo bisa dibilang yang memopulerkan katering rumahan. Sebab, pada masa itu kebanyakan jasa katering dari hotel berbintang," tutur Cosmas Aprilianto, cucu Pak Atmo.

Selain nasi kotak, menu lain yang selalu menjadi favorit pemesanan adalah nasi tumpeng, bistik sapi, dan ayam kodok. Ayam kodok merupakan sebutan dari ayam yang diisi dengan daging ayam yang telah digiling, ati, dan aneka sayuran, setelah sebelumnya isi ayam dikeluarkan. Ayam kodok ini dapat dinikmati oleh sekitar 20 orang. Hingga sekarang, masih banyak pelanggan restoran tersebut yang setia menggunakan jas katering Pak Atmo untuk berbagai keperluan, mulai syukuran, ulang tahun, ataupun pernikahan. Nah, di restoran ini bukan hanya nasi gudeg yang dapat dijumpai.

Ada sejumlah pilihan yang dapat memenuhi selera, ada nasi timbel, nasi urab, nasi rames, nasi asem-asem, dan nasi ayam panggang. Satu porsi nasi timbel berisi nasi putih, ayam panggang, ikan asin, lalap, dan sambal. Adapun nasi urab terdiri atas nasi putih, uraban, tempe/tahu, dan rempeyek. Nasi rames berupa nasi putih dengan sambal goreng ati krecek, ayam panggang/goreng, telur pindang, kering kentang, acar kuning, dan sambal. Sudah pernah mencoba nasi asem-asem? Ini adalah hidangan nasi dengan asem-asem daging dan kerupuk udang.

Untuk nasi gudegnya terdiri atas nasi dengan ayam opor, telur pindang, gudeg, krecek, dan tempe tolo. Seputar Indonesia sempat mencicipi nasi gudeg ini. Jika Anda berpikir gudegnya terasa amat manis seperti gudeg yang biasa kita temui di warung-warung lesehan di Yogyakarta, maka Anda salah.

Gudeg bikinan Pak Atmo ini tanpa ditambahi kecap dan rasanya pun tidak manis. Namun, bila ingin pedas, Anda cukup meminta cabai rawit atau sambal goreng kepada pelayan. Ayam opornya juga tak kalah istimewa.

Selain bumbunya meresap, ayam ini empuk ketika dipotong dan digigit meskipun semua ayam yang dihidangkan di restoran ini adalah ayam kampung.

Jelas saja, menurut Cosmas, ayam yang dihidangkan telah melalui proses pengolahan yang sempurna dengan api kecil. Sebut saja untuk ayam panggang, sebelum dibakar ayam terlebih dahulu diungkep selama dua jam dengan api kecil. "Jadi, bumbunya benar-benar meresap," imbuh Cosmas yang juga didaulat untuk mengelola restoran milik almarhum kakeknya itu.

Sementara, proses memasak gudeg memakan waktu yang tidak sebentar. Bayangkan, jam empat pagi dapur restoran tersebut telah beraktivitas untuk mengolah gudeg.

Sebagian besar proses memasak dilakukan dengan menggunakan arang. Arang lebih dapat membuat bumbu-bumbu yang digunakan meresap optimal ketimbang menggunakan gas. Gas hanya digunakan untuk memanaskan makanan.

Maka itu, untuk keperluan memasak, restoran ini membutuhkan arang sebanyak satu truk yang habis dipakai selama tiga hari ke depan. Dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mematangkan gudeg, makanan ini mampu bertahan lama. Jika dibiarkan tanpa dimasukkan ke kulkas, gudeg dapat bertahan sampai 12 jam. Jika dimasukkan ke kulkas, gudeg mampu bertahan berhari-hari ataupun minggu.

Pantas saja tidak sedikit di antara pelanggan Gudeg Pak Atmo yang memesan untuk dibawa ke luar kota maupun luar negeri. Mereka memesan gudeg dengan areh yang dipisah agar tahan lebih lama.

Saban waktu makan siang tiba, meja-meja di restoran ini hampir selalu disesaki pengunjung. Selain kalangan pekerja kantoran, ada pula beberapa ekspatriat yang menjadi pelanggan setia. Untuk menemani bersantap gudeg, cukup puas dengan meminum teh tawar atau manis.

Meski restoran ini juga menawarkan variasi minuman lain seperti es cendol, es kelapa, es beras kencur, soda susu, es jeruk nipis, dan aneka jus.

Jika kebetulan mampir ke sini, cobalah paket hemat. Nasi gudeg lengkap dengan sambal goreng krecek, tempe tolo, telur pindang, dan ayam opor suwir serta minuman hanya dihargai Rp19.000. Namun, jangan sampai Anda datang pada malam hari karena dipastikan tempat ini sudah tutup. Nasi Gudeg Pak Atmo hanya buka hingga pukul 17.00.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: