Kamis, 01 Juli 2010

“Indomie Lontong Balap” plus 1 more

“Indomie Lontong Balap” plus 1 more


Indomie Lontong Balap

Posted: 01 Jul 2010 02:49 AM PDT

SATU lagi kreasi Indomie, yakni Indomie lontong balap. Rasa gurihnya siap menjawab rasa lapar Anda, sementara kuah panasnya mampu menghangatkan tubuh. Kalau udara dingin menyerang, coba saja jajal kreasi ini.

Bahan:
1 bungkus Indomie Rasa Ayam Spesial
1 buah bawang bombay merah, diiris halus
3 siung bawang putih, diiris halus
1 buah tomat, diiris halus
3 sdm air
1 ½ sdm kecap manis
½ sdt garam
600 ml air untuk kuah
2 buah lontong
1 buah tahu ukuran 4x4 cm, dipotong dadu dan digoreng asal berkulit
1 sdm daun bawang, diiris halus
1 sdm seledri cincang
½ sdm bawang merah goreng
1 sdt air perasaan jeruk nipis
3 sdm minyak untuk menumis
Emping melinjo untuk pelengkap

Cara Membuat:

1. Panaskan minyak. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum. Masukkan tomat. Tumis sampai layu.

2. Tambahkan air. Aduk rata. Masukkan kecap manis, garam, dan bumbu Indomie Rasa Ayam Spesial. Aduk rata.

3.Masukkan 600 ml air. Masak sampai mendidih. Masukkan Indomie Rasa Ayam Spesial. Masak sampai matang.

4. Tata lontong, Indomie Rasa Ayam Spesial dan kuahnya, tahu, daun bawang, dan seledri dalam mangkuk.

5. Sajikan bersama taburan bawang merah goreng, air jeruk nipis, dan emping melinjo.

Resep merupakan kreasi Hanan Bt Muhamad Alwi asal Jeddah, Saudi Arabia
(ftr)


Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Serasa Bersantap di Tepian Pantai

Posted: 01 Jul 2010 02:40 AM PDT

MENIKMATI suasana pantai sambil bersantap tak harus dilakukan di tepi laut. Di tengah kota pun atmosfer pantai tetap bisa ditemukan, tepatnya di Restoran By the Beach.

Membunuh rasa penat atau menunggu kondisi macet di jalan reda menjadi alasan sejumlah orang memilih menyantap makan malam mereka di restoran sepulang kerja. Suasana yang nyaman pasti dicari oleh orang-orang yang ingin memperoleh ketenangan setelah lelah bekerja seharian. Jika mungkin, suasana tenang dan santai seperti di pantai ingin selalu dirasakan.

Nah, kalau itu yang Anda inginkan, datang saja ke Restoran By the Beach yang berlokasi di Plaza Indonesia Extension, Jakarta Pusat. Dari namanya, sudah terbayang bukan atmosfer seperti apa yang hendak ditonjolkan di sana? "By the Beach hadir sebagai solusi bagi masyarakat Jakarta yang ingin menikmati hidangan dan suasana pantai tanpa harus menempuh jarak jauh menuju pantai," ujar salah seorang pemilik By the Beach, Bert Ng.

Bert mengatakan, By the Beach sengaja dihadirkan dengan konsep yang berbeda. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh fakta bahwa restoran yang menyajikan hidangan laut lengkap dengan desain interiornya yang bernuansa pantai masih sangat jarang di Jakarta. Apalagi letaknya ada di dalam mal seperti By the Beach.

"Suasananya enak banget. Tenang, buat nyantai oke, buat ngetik pekerjaan kantor juga pas. Cuma kurang suara ombak saja," ujar Advent Lim, 37, seorang pengunjung By the Beach.

Walaupun tidak ada suara hantaman ombak seperti di pantai yang asli, restoran yang beroperasi sejak April 2010 ini sudah cukup berhasil dalam menghadirkan suasana khas pinggir pantai. Nuansa pantai tercermin dari keberadaan istana pasir yang dipajang di bagian depan restoran. Beberapa batang pohon palem yang dibuat tinggi menjulang dan hamparan pasir di bagian pinggir restoran ikut menguatkan kesan tepi laut.

"Pasirpasirnya didatangkan langsung dari pantai di Lombok lho," timpal Public Relation By the Beach Georgetta Sukamto, yang akrab dipanggil Getta.

Restoran seluas 350 meter persegi dan memiliki kapasitas 115 pengunjung ini juga didekor dengan "perabot" khas pinggir pantai, di antaranya kabana. Kabana di sini dijadikan ruang makan yang lebih privat, bisa dipilih oleh satu orang pengunjung yang datang bersama tiga teman. Atau kabana VIP yang agak luas, yang dapat menampung 10-12 orang. Meski dirancang sebagai ruang makan yang privat, kabana tidak dibatasi pintu, melainkan tirai putih yang turut mempercantik desain ruangan.

"Kabana yang banyak terdapat di pinggir pantai juga ada di sini. Malah lengkap, ada burung di atasnya segala," ujar Getta.

Selain kabana, area restoran juga diisi dengan bangku-bangku yang terdiri atas bangku kayu dan sofa. Tempat makan yang didominasi warna cokelat sebagai gambaran unsur alam ini pun mengaplikasikan kayu-kayu besar sebagai tiang penyangga bangunan.

"Suasana alam akan sangat terasa saat pengunjung masuk ke dalam restoran. Bahkan di depan sudah terdapat dinding batu dan pintu kayu yang dibuat untuk menggambarkan seolah-olah kita masuk ke dalam rumah pantai," papar Getta.
Aksesori lain yang mendukung konsep desain interior By the Beach tak lupa ikut dipajang, seperti sepatu snorkeling, hiasan bertulis "no swimming", dan peralatan makan beserta asbak berbentuk kerang. Menurut Getta, seluruh elemen yang terpajang di By the Beach adalah produk lokal dan berangkat dari ide warga lokal pula.

Anda yang ingin menikmati suasana pantai namun masih bisa melihat pemandangan jalan di Ibu Kota, pilihlah bangku yang berada dekat jendela. Dari sana, suasana di sekitar Jalan MH Thamrin akan terlihat dengan jelas. Adapun di area depan restoran terdapat bar dan loungeyang bisa disinggahi pengunjung yang hanya ingin duduk-duduk santai. Di tempat ini pula, pengunjung dapat dengan cepat memesan minum dan langsung menikmatinya.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: