Kamis, 29 Juli 2010

“Rujak Pengantin” plus 3 more

“Rujak Pengantin” plus 3 more


Rujak Pengantin

Posted: 29 Jul 2010 03:40 AM PDT

MAKANAN tradisional yang satu ini sering disuguhkan saat pernikahan. Rasanya enak dan mudah dibuat. Anda pun dapat membuatnya sendiri di rumah.

Bahan:

20 lbr daun selada
250 gr kol, iris halus
250 gr mentimun, potong-potong
300 gr kentang rebus, potong dadu
1 bh tahu, goreng, potong dadu
4 btr telur, rebus, potong juring
100 gr emping melinjo goreng
4 sdm bawang merah goreng

Bahan saus:

300 gr kacang tanah, sangrai, haluskan
100 gr ebi, sangrai
10 bh cabai merah, buang bijinya
100 gr gula pasir
2 sdm cuka
350 ml air masak
1 sdt garam (secukupnya)

Cara membuat:

Saus: haluskan cabai merah dan ebi, bubukan gula, cuka dan garam. Campurkan kacang yang sudah dihaluskan, cairkan dengan air masak hingga cukup kental.

Taruh sayuran dalam pinggan lebar, susun kentang, tahu goreng dan telur rebus. Siramkan sausnya, taburkan emping goreng dan bawang goreng.
 
Resep disarikan dari Salad Nusantara Populer oleh Dapur Aliza.(nsa)


Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Olahan Patin ala Bojonegoro yang Ngangenin

Posted: 29 Jul 2010 03:27 AM PDT

PENIKMAT sejati kuliner tak henti-hentinya mendapatkan suguhan menarik. Berbagai varian dan aneka hidangan khas selalu siap memanjakan para pencinta kuliner. Salah satunya olahan penganan khas daerah Jawa Timuran, yaitu Bojonegoro. Menunya berbahan ikan patin yang terkenal nikmat.
 
Endang, pemilik usaha olahan ikan patin, menuturkan, usaha kuliner yang dikelola bersama suaminya itu mengandalkan ikan patin sebagai bahan dasar. Sebab, olahan patin merupakan salah satu makanan khas daerah asalnya, Bojonegoro. Untuk memperkenalkan makanan khas daerah sekaligus mengobati rindu kampung halaman, dia memberanikan diri membuka usaha rumahan ini.
 
"Kami ingin agar makanan khas daerah ini bisa tetap awet terlestarikan. Ini kan warisan leluhur. Selain itu, kami ingin makanan khas daerah kami dikenal di Yogyakarta. Jadi, siapa pun, harapan kami bisa menikmati dan merasakan kekhasan makanan Bojonegoro," tuturnya.
 
Menurut Endang, keberaniannya membuka usaha awalnya hanya untuk mengisi waktu luang. Maklum, saat suaminya pergi bekerja, dia mengaku butuh kegiatan agar tidak hanya berdiam diri di rumah di daerah Panggungharjo, Sewon.
 
Kenangan setiap Syawalan mendapat mandat untuk menyajikan olahan ikan patin ketika digelar pertemuan warga Bojonegoro, membuat niatnya semakin mantap. Karena itu, mulai sebulan lalu usaha olahan ikan patin ini mulai dirintisnya.
 
"Kami memang baru mulai. Jadi, semuanya masih serba apa adanya," ucapnya.
Endang menjelaskan, ada dua jenis olahan patin yang menjadi andalannya. Pertama, pecel patin dan ikan tum-tuman. Dia menjamin, kedua jenis olahan ini sama nikmatnya. Sebab, keduanya juga diolah dengan cara yang masih tradisional dan bahan yang sangat baik.
 
Cara memasak patin, Endang menyebutkan, tidaklah terlalu sulit. Untuk pecel patin, ikan yang sudah dibersihkan dibumbui rempah-rempah dan dibungkus dengan daun pisang sebelum nantinya dipanggang di atas api arang. Atau bisa juga ikan yang sudah dibersihkan digoreng terlebih dahulu setengah matang sebelum dipanggang.
"Semuanya bergantung pada selera pembeli. Mau langsung dipanggang atau digoreng setengah matang dulu. Semuanya nikmat. Soal daun pisang, itu digunakan untuk membungkus ikan agar aroma dan rasanya tambah nikmat," jelas Ahmad Riyadi, suami Endang. Jika sudah matang, ikan patin tinggal dipecel atau dimasukkan dalam cobek. Tentu saja di dalamnya sudah ada bawang, lobok, garam, dan lain-lain yang diulek dengan halus. Setelah itu, Anda tinggal menikmati rasanya.
 
Untuk ikan tum-tuman, cara mengolahnya juga tak terlampau sulit. Ikan yang sudah dibersihkan diberi bumbu rempah-rempah komplet yang sudah dihaluskan. Rempah-rempah itu terlebih dahulu dicampur dengan santan. Baru setelah itu ikan dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang.
 
Ahmad mengatakan, kedua olahan ini sangat nikmat disajikan dalam kondisi hangat. Namun, untuk ikan tum-tuman, jika kondisinya sudah dingin, masih mungkin dihangatkan kembali. "Biar dihangatkan lagi, rasanya akan tetap nikmat," jelasnya.
Dia menambahkan, menyantap olahan ikan patin akan semakin mantap jika disandingkan dengan nasi jagung. Menurut dia, kedua nasi jagung dan olahan patin merupakan paket yang tak bisa dipisahkan.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Rujak Buah Saus Lobi-Lobi

Posted: 29 Jul 2010 03:19 AM PDT

LOBI-lobi nan segar nan asam, memang selalu menjadi daya pikat tersendiri untuk rujak buah. Ditambah dengan buah nanas dan mangga semakin memadukan rasa di lidah.

Bahan:

1 bh ubi merah, kupas, cuci bersih
1 bh bengkuang, kupas, cuci bersih
10 bh jambu air, potong-potong korek api
3 bh kedondong, kupas, cuci bersih
1 bh mangga setengah matang, kupas, cuci bersih
300 gr nanas

Bahan Saus:

5 bh cabe merah keriting
150 gr gula merah
1 sdt terasi bakar
2 sdm kacang tanah, sangrai
3 iris pisang batu
5 bh lobi-lobi
1 sdm air jeruk nipis

Cara membuat:

Serut ubi merah, bengkuang, kedondong, mangga dan nanas. Atur dalam piring atau pincuk daun.

Saus: haluskan cabe merah keriting, gula merah, terasi, kacang tanah, lobi-lobi, dan pisang batu. Tambahkan air jeruk lemon. Aduk hingga rata.

Campur serutan buah dengan saus aduk rata. Biarkan bumbu meresap dan simpan dalam lemari es. Sajikan dingin.
 
Resep disarikan dari Salad Nusantara Populer oleh Dapur Aliza.(nsa)


Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Masakan Tradisional Pawon Nyonya

Posted: 29 Jul 2010 03:13 AM PDT

MENGUSUNG menu tradisional, Restoran Pawon Nyonya tak hanya membuat orang dewasa jatuh cinta. Para anak muda pun betah nongkrong dan menikmati menu di restoran ini.
 
Di tengah serbuan produk-produk makanan dari Barat, menu-menu tradisional seakan tersingkirkan. Kalangan muda pun cenderung lebih menyukai hidangan impor tersebut ketimbang makanan tradisional. Terbukti, restoran cepat saji tidak pernah sepi pengunjung yang rata-rata adalah anak muda. Hal inilah yang mendorong Adriana mengangkat menu tradisional di restorannya. 
 
Pemilik restoran Pawon Nyonya yang berlokasi di Margo City, Depok, Jawa Barat, itu berupaya melestarikan makanan khas Indonesia, khususnya kuliner dari Jawa Tengah, yakni Yogyakarta. Jadilah Pawon Nyonya sebagai tempat yang menyediakan beragam makanan tradisional, termasuk minumannya. Adriana mengisahkan, restoran yang berdiri sejak Oktober tahun lalu ini pada awalnya ingin dinamakan Nyonya Nyonya. "Sayangnya sudah ada lebih dulu restoran dengan nama itu, alhasil saya beri nama Pawon Nyonya yang artinya dapur nyonya," tutur wanita yang mempunyai tiga anak ini.
 
Pada saat permulaan beroperasinya restoran tersebut, Adriana melihat kebanyakan pengunjung adalah orang dewasa atau orangtua, sedangkan anak muda belum begitu banyak. "Mungkin mereka kurang tertarik dengan makanan tradisional, atau lebih suka makanan luar (negeri)," ungkapnya. Namun, seiring berjalannya waktu, kalangan muda malah menjadikan tempat ini sebagai salah satu lokasi favorit di Margo City. Terlebih lagi jika Sabtu dan Minggu, restoran ini nyaris tidak terisi bangku kosong.
 
Dari yang awalnya hanya 60 kursi, pihak restoran terpaksa menambah 10 kursi lagi. Pengunjung pun dapat bersantap di luar restoran maupun di dalam. Menu favorit di Pawon Nyonya, di antaranya nasi gudeg. Nasi gudeg ini ada tiga macam, yakni gudeg komplet, gudeg telur, dan gudeg ayam.

Masih dengan olahan nasi, untuk anak-anak, ada nasi goreng pelangi. Dinamakan demikian, lantaran nasi goreng ini sarat potongan wortel dan buncis, serta dilengkapi sayap ayam dan telur. Karena rasanya yang jauh dari pedas, nasi ini cocok untuk anak-anak. Menu lainnya, ada nasi goreng kebab, yakni nasi goreng dengan daging kebab dan salad. Menurut Adriana, resep ini asli buatan dirinya.
 
Selain menu satuan, pengunjung juga dapat menikmati hidangan secara prasmanan. Tinggal pesan nasi putih dan pilih lauk pauk yang diinginkan. Lauknya beragam. Untuk olahan ayam, ada beberapa menu, seperti bistik ayam, ayam kepanasan, ayam bakar bumbu rujak, ayam goreng cabai hijau, dan sate ayam. Selain ayam, ada pula daging empal. Selain itu ada tempe tahu goreng, kering tempe, telur pindang, udang goreng tepung, sate empal daging, dan sapi lada hitam. 
 
Hidangan belum lengkap tanpa sayur, nah Pawon Nyonya memiliki beberapa koleksi sayuran. Sebut saja tumis bunga pepaya, sayuran seafood, cah kangkung, dan sawi tumis pedas. Hidangan berkuah, ada sop ayam, sop iga sapi, sop buntut goreng, mi panjang umur, dan tongseng ayam atau kambing. Untuk menarik kalangan muda, Pawon Nyonya hadir dengan menu gaul, yaitu mie londo dan mie Pawon Nyonya, termasuk bistik ayam.

Ternyata yang dimaksud mie londo, tidak lain adalah spaghetti bolognaise. Bagi pengunjung yang datang antara Senin hingga Jumat dapat menikmati pecel yang diberikan secara cuma-cuma. Mereka dapat mengambil sendiri porsi yang diinginkan di sebuah gerobak yang ditempatkan di depan restoran. Pada
Sabtu dan Minggu, ada jajanan pasar yang dijual murah meriah dengan kisaran Rp2.000-Rp2.500. 
 
Yuniawati, salah seorang pengunjung restoran ini, mengaku baru pertama kali mencicipi makanan besutan restoran tersebut. Dia mencoba nasi gudeg komplet dan nasi goreng kebab. "Gudegnya enggak terlalu manis dan nasi goreng kebab baru saya temui di sini dan kaya rempah. Kedua rasanya tidak mengecewakan," kata ibu rumah tangga yang berdomisili di Depok ini. Sementara, sang putri, Sarah, mencoba lontong ayam sayur yang rasanya juga pas dengan selera anak muda. "Porsinya cukup banyak," imbuhnya. 
 
Bagi anak muda, Pawon Nyonya rasanya juga tempat favorit untuk nongkrong. Seperti dikatakan Novelia Diah Miranti yang beberapa waktu lalu makan bersama temantemannya. "Suasananya enak, tenang. Makanannya memang tradisional, tapi pas dengan selera kami. Bosan dengan makanan Barat, ini lebih kaya masakan rumahan," ujar wanita berusia 26 tahun ini.
(Koran SI/Koran SI/tty)


Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: