Selasa, 13 Juli 2010

“Tumis Pedas Indomie Soto” plus 2 more

“Tumis Pedas Indomie Soto” plus 2 more


Tumis Pedas Indomie Soto

Posted: 13 Jul 2010 02:50 AM PDT


Bahan
1 bungkus Indomie Rasa Soto Mie
2 butir bawang merah, diiris halus
1 siung bawang putih, diiris halus
3 buah cabai merah besar, diiris serong
3 buah cabai rawit, diiris serong
400 ml air
1 buah (60 gram) wortel, diiris serong
1 batang buncis, diiris serong
1 buah telur ayam mentah
1 batang sawi hijau, diiris kasar
1 sendok makan minyak goreng untuk menumis

Bahan pelengkap:
1 buah tomat, dipotong dadu besar
1 potong daging ayam goreng, disuwir-suwir
1 buah jeruk nipis, dipotong-potong

Cara Membuat:

1. Rebus Indomie Rasa Soto Mie dalam air mendidih sampai matang. Angkat dan letakkan di dalam mangkuk. Sisihkan.

2. Panaskan minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, dan cabai rawit sampai harum. Masukkan air. Masak sampai mendidih.

3. Masukkan wortel dan buncis. Masak sampai matang. Tambahkan telur utuh. Aduk pelan-pelan dan biarkan matang.
4. Masukkan sawi hijau dan bumbu Indomie Rasa Soto Mie. Aduk rata. Angkat. Tuang ke atas Indomie Rasa Soto Mie.

5. Sajikan bersama bahan pelengkap.

(Hasil kreasi dari Siti Latifah, Jalan Kayu Tinggi Cakung Timur–Jakarta Timur)
(tty)

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Aneka Menu Tradisional Ada di Sini

Posted: 13 Jul 2010 02:32 AM PDT

Agar pengunjung tidak bosan, Aji mengungkapkan setiap tiga bulan sekali pihaknya mengganti menu masakan. Menu yang kurang mendapat sambutan pengunjung diganti, sementara yang banyak dipesan tetap dipertahankan. Masukan dan kritik dari tamu terkait menu mana yang diganti atau tidak sangat dibutuhkan.

Aji mengatakan bahwa menu yang tersedia di sini memang warisan kuliner Nusantara dari sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu dipilih karena pihaknya mengutamakan kekayaan masakan tradisional sebagai upaya mendukung dan mencintai budaya sendiri. Menu dari daerah dan negara lain bisa dipesan khusus untuk nasi boks dan katering.

Memang selain menjual makanan di outlet, Warung Kuliner Tradisional Garasi juga menerima order nasi boks dan katering. Uniknya, menu masakan dan harganya bisa dipilih sendiri sesuai selera. Misalnya Anda memesan nasi boks seharga Rp15.000 atau Rp20.000, pengelola bisa mewujudkannya.

"Dulu sebenarnya kita membuat menu nasi boks dan harganya. Namun, banyak costumer yang minta lebih murah atau menunya diganti. Akhirnya, kita bebaskan. Menunya juga tidak kaku, sesuai selera saja. Dengan harga berapa, menunya apa, terserah mereka," tutur Aji.

Aji mengatakan bahwa nasi boks di tempatnya termasuk murah dan lengkap. Dengan hanya Rp15.000, misalnya, sudah tersedia nasi, lauk, sayur, kerupuk, sambal terasi, buah, dan air mineral. Menunya pun bisa dibuat berganti-ganti setiap hari, bergantung pesanan Anda. Pemesan juga tidak dikenakan ongkos kirim.

Minimal pembelian nasi boks adalah lima pesanan. Namun, itu terbatas pada menu nasi boks yang terdiri atas masakan yang sudah ada di restoran. Untuk menu luar yaitu menu yang tidak dijual di warung makan, minimal pembelian harus 20 buah. "Biar kita tidak tanggung dan mubazir belanjanya," tukasnya.

Banyak dari pelanggannya, lanjut Aji, berasal dari karyawan departemen atau acara pribadi. Warung makan berkapasitas 50 orang ini juga sering dipesan untuk acara-acara privat seperti seminar, ulang tahun, pelatihan, rapat, atau acara keluarga. Tidak ada batasan waktu dan minimal order jika Anda pesan tempat di sini.

Semuanya dikembalikan kembali pada kenyamanan pengunjung. Aji menyatakan banyaknya keuntungan yang didapat ketika mengunjungi warung makannya adalah upaya dirinya berbagi sebuah karya masakan kepada masyarakat luas, tidak hanya mencari materi.

"Kita punya pikiran tidak mengapa harga murah dan terjangkau. Tetapi kalau banyak yang datang, ya alhamdulillah. Daripada ngambil banyak keuntungan tetapi yang datang sedikit, sama saja bohong. Kita nggak mau seperti itu," tandasnya.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Aneka Menu Tradisional Ada di Sini

Posted: 12 Jul 2010 10:18 PM PDT

RASA yang nikmat dan harga yang bersahabat, membuat rumah makan ini digandrungi semua kalangan. Asyiknya lagi, di Warung Kuliner Tradisional Garasi, pengunjung dapat memesan sesuai selera.

Awalnya rumah makan ini dibuat di sebuah garasi. Soto adalah menu pertama rumah makan ini. Untuk itulah, sang pemilik lantas menamainya mengabadikan kata garasi sebagai nama rumah makannya.

Menurut pengelola Warung Kuliner Tradisional Garasi Aji Priyono, rumah makan ini awalnya hanya menjual soto kudus. Namun, lama kelamaan berkembang dan menjual sejumlah masakan Nusantara.

Nah, kini di rumah makan ini, Anda dapat memilih sendiri menu masakan tradisional Nusantara favorit, di antaranya soto garasi, ayam goreng, mi ayam, bubur ayam, atau gulai kambing.

"Soto kudusnya tetap kita jual, tetapi kita modifikasi sedikit. Akhirnya, jadi soto garasi yang kini lumayan dikenal banyak orang," paparnya.

Selain di Kepala Gading, Warung Kuliner Tradisional Garasi juga hadir di Tanah Abang, tepatnya Jln Tanah Abang 1 No 4, Jakarta Pusat. Selama ini, kekhasan restoran ini cukup digandrungi pengunjung. Dalam sebulan, rata-rata bisa didatangi tamu hingga 3.500–3.750 orang.

"Jadi, sehari bisa datang pengunjung 150 orang," tandas Aji.

Aji menuturkan, harga yang relatif terjangkau membuat pelanggan kian banyak saja. Pelanggan tetap rumah makan ini adalah karyawan kantoran dan keluarga. Maklum saja, harga menu di sini sangat terjangkau. Tamu dari kalangan muda, lanjut dia, juga banyak. Namun, biasanya berganti-ganti orang.

Ketertarikan pengunjung makan di Warung Kuliner Tradisional Garasi terutama penawaran istimewa terkait potongan harga yang diberikan oleh pengelola. Bentuknya beragam dan masih terus berlangsung. Misalnya setiap Jumat, khusus menu soto garasi, harganya turun hingga 50%. Namun, ini hanya berlaku untuk makan di tempat.

Warung Kuliner Tradisional Garasi merasa perlu memberikan hadiah atas kebaikan hati konsumen yang loyal dan memilih bersantap di rumah makan ini.

"Kenapa Jumat, karena kita menyasar warga yang abis salat Jumat, lalu makan siang di sini. Rumah makan kita memang dekat masjid. Saya lihat mereka antusias sekali. Responsnya lumayan bagus. Maka itu, kita teruskan program ini," tandas Aji.

Agar pengunjung tidak bosan, Aji mengungkapkan setiap tiga bulan sekali pihaknya mengganti menu masakan. Menu yang kurang mendapat sambutan pengunjung diganti, sementara yang banyak dipesan tetap dipertahankan. Masukan dan kritik dari tamu terkait menu mana yang diganti atau tidak sangat dibutuhkan.

Aji mengatakan bahwa menu yang tersedia di sini memang warisan kuliner Nusantara dari sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu dipilih karena pihaknya mengutamakan kekayaan masakan tradisional sebagai upaya mendukung dan mencintai budaya sendiri.

Menu dari daerah dan negara lain bisa dipesan khusus untuk nasi boks dan katering. Memang selain menjual makanan di outlet, Warung Kuliner Tradisional Garasi juga menerima order nasi boks dan katering.

Uniknya, menu masakan dan harganya bisa dipilih sendiri sesuai selera. Misalnya Anda memesan nasi boks seharga Rp15.000 atau Rp20.000, pengelola bisa mewujudkannya.

"Dulu sebenarnya kita membuat menu nasi boks dan harganya. Namun, banyak costumer yang minta lebih murah atau menunya diganti. Akhirnya, kita bebaskan. Menunya juga tidak kaku, sesuai selera saja. Dengan harga berapa, menunya apa, terserah mereka," tutur Aji.

Aji mengatakan, bahwa nasi boks di tempatnya termasuk murah dan lengkap. Dengan hanya Rp15.000, misalnya, sudah tersedia nasi, lauk, sayur, kerupuk, sambal terasi, buah, dan air mineral. Menunya pun bisa dibuat berganti-ganti setiap hari, bergantung pesanan Anda.Pemesan juga tidak dikenakan ongkos kirim.

Minimal pembelian nasi boks adalah lima pesanan. Namun, itu terbatas pada menu nasi boks yang terdiri atas masakan yang sudah ada di restoran. Untuk menu luar yaitu menu yang tidak dijual di warung makan, minimal pembelian harus 20 buah.

"Biar kita tidak tanggung dan mubazir belanjanya," tukasnya.

Banyak dari pelanggannya, lanjut Aji, berasal dari karyawan departemen atau acara pribadi. Warung makan berkapasitas 50 orang ini juga sering dipesan untuk acara-acara privat seperti seminar, ulang tahun, pelatihan, rapat, atau acara keluarga.

Tidak ada batasan waktu dan minimal order jika Anda pesan tempat di sini. Semuanya dikembalikan kembali pada kenyamanan pengunjung. Aji menyatakan, banyaknya keuntungan yang didapat ketika mengunjungi warung makannya adalah upaya dirinya berbagi sebuah karya masakan kepada masyarakat luas, tidak hanya mencari materi.

"Kita punya pikiran tidak mengapa harga murah dan terjangkau. Tetapi kalau banyak yang datang, ya alhamdulillah. Daripada ngambil banyak keuntungan tetapi yang datang sedikit, sama saja bohong. Kita enggak mau seperti itu," tandasnya.(Koran SI/Koran SI/nsa)


Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.



image

Tidak ada komentar: