Rabu, 22 September 2010

“Nikmat Pedas Ayam Bakar Khas Lombok” plus 1 more

“Nikmat Pedas Ayam Bakar Khas Lombok” plus 1 more


Nikmat Pedas Ayam Bakar Khas Lombok

Posted: 22 Sep 2010 12:26 AM PDT

SEJAK berdiri pada 2002 lalu, rumah makan dengan nama Ayam Bakar Taliwang Wongso memang mengutamakan keunggulan rasa masakan.

Menu ayam bakar taliwang merupakan masakan khas asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ayam yang digunakan adalah jenis ayam kampung dari Lombok. Jika Anda ke Gading Food City, tidak salah jika Anda mampir ke restoran tersebut dan mencicipi kelezatan daging ayam bakar yang empuk.

Pemilik Restoran Ayam Bakar Taliwang Wongso Sita Hardianto (40) mengakui, keunggulan rasa daging ayam bakar tersebut terdapat pada racikan bumbunya yang spesial. Sebelum dibakar, ayam kampung seberat 6–7 ons ini direndam minimal selama 15 menit dengan bumbu racikan yang sudah dicampur dengan perasan jeruk limau. Usai direndam, ayam langsung dibakar dengan waktu sekitar 10–15 menit. Saat dibakar, ayam juga diolesi dengan bumbu lagi agar meresap ke dalam daging.

Bumbu ini terasa istimewa karena memiliki rasa pedas dengan variasi, seperti cabai rawit, bawang putih, dan kemiri. Bahkan, saat dihidangkan, menu ini "ditemani" dua sambal khasnya, yaitu sambal pedas dan manis nonpedas. Sambal rasa pedas ini terdiri atas bahan, seperti cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah. Sementara sambal manis nonpedas menggunakan bahan cabai merah yang dipadukan dengan bawang putih dan bawang merah. Dijamin, saat mencuil daging ayam ke dalam cocolan dua sambal akan menggelitik lidah karena gurih dan nikmatnya masakan tersebut.

Keberadaan jeruk limau akan menambah selera makan Anda, dilengkapi dengan mentimun, tomat, plecing kangkung, dan beberuk terong. Plecing kangkung terdiri atas kangkung, taoge, kacang tanah, dan kacang panjang yang sudah direbus. Sementara beberuk terong merupakan terong mentah.

"Menu ini memiliki karakter bumbu yang nikmat dan begitu meresap ke dalam daging. Racikan bumbu kami memiliki perbedaan dengan menu yang sama di tempat lain," kata Sita.

Bagi pengunjung yang gemar dengan masakan goreng, tersedia menu ayam goreng taliwang. Tidak ketinggalan menu khas lainnya, yang memiliki rasa pedas yaitu ayam goreng plecing. Beberapa menu lainnya yang siap menemani pengunjung adalah sate ayam, ikan bakar taliwang, udang bakar taliwang, sambal tempe penyet, kangkung tumis ayam, hingga kangkung tumis ayam jamur. Ada juga menu berkuah seperti sop buntut, sop ayam, dan sop ayam jamur.

Untuk minuman, restoran ini juga menyediakan keunikan tersendiri, yaitu kopi suling. Menu ini menggunakan alat sistem desilasi yang bernama caffetiera dari Italia. Air yang dimasukkan ke alat caffetiera akan dikompresikan ke atas dengan tekanan tinggi sehingga menghasilkan proses penyulingan yang menetes pada bubuk kopi. Tetesan air yang jatuh pada bubuk kopi akan menghasilkan sari kopi dengan cita rasa tinggi. Tersedia juga menu lainnya, seperti ice choco durian dan hot coffee latte.

"Banyak pengunjung usai makan, langsung mencicipi menu minuman kami," tuturnya.

Dalam sehari, pengunjung yang datang ke restoran ini bisa mencapai 120 orang. Mereka juga dimanjakan dengan alunan musik band yang berada di panggung Gading Food City. "Kami juga memiliki outlet di Salsa Food City, Summarecon Mal Serpong."

Sejumlah pengunjung yang ditemui mengatakan, menu ayam bakar taliwang wongso memiliki rasa gurih di lidah. Dengan tekstur daging yang lembut dan empuk, menu ini sangat digemari pengunjung.

"Rasanya empuk dan bumbunya begitu meresap ke dalam daging," ujar salah seorang pengunjung, Juanita (26).(Koran SI/Koran SI/ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Mencicipi Menu Tradisional Warisan Nusantara

Posted: 21 Sep 2010 11:24 PM PDT

SATU lagi tempat makan yang mencoba menggali dan melestarikan kekayaan masakan tradisional. Itulah Dapur Warisan yang terletak di Jalan Panglima Polim 1 No 95, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut sejarahnya, cikal- bakal restoran ini sebenarnya telah lama eksis di dunia kuliner yaitu berawal dari resep rahasia turun-temurun di rumah makan "Lotek Kalipah Apo" pada 1947 di Bandung. Rumah makan itu telah menjadi tempat favorit untuk bernostalgia di Kota Kembang itu. Menyusul kesuksesan itu, didirikanlah tempat makan lain yaitu Café Bali di Jalan RE Martadinata, Bandung, yang menjual masakan khas tradisional Indonesia. Kemudian dibuka lagi Café Bali European Food dan Café Bali Asian food di lokasi yang berdekatan.

Selain banyak digemari pengunjung dari dalam dan luar kota, Café Bali sering kali menjadi destinasi wisata kuliner para turis internasional yang berkunjung ke Kota Bandung. Karena itu, tidak heran pada 2005 dan 2006 pemerintah daerah Kota Bandung memberikan penghargaan berupa "Piala Sapta Pesona" sebagai restoran terbaik.

Lalu pada Desember 2009 kafe ini membuka cabang pertamanya di Jakarta. Di Ibu Kota, nama restoran berubah menjadi Dapur Warisan. Menurut Chef Manager Dapur Warisan Rahmat Hidayat atau biasa disapa Ichan, di sini masakannya tidak hanya berasal dari menu asli Nusantara, tetapi juga campuran dari hidangan khas Asia dan Barat. Hal itu, kata dia, sebagai upaya memberikan pilihan yang bervariasi bagi para pelanggan setia.

"Pengunjung dari keluarga atau rombongan mungkin ada yang kurang suka masakan tradisional. Makanya kami sediakan juga ragam masakan Asia dan Barat. Tetapi tetap mempertahankan resep rahasia keluarga yang telah diwariskan secara turun-temurun," tutur Ichan.

Dari desain ruangannya, Dapur Warisan tetap menghadirkan nuansa Bali modern yang diimplementasikan berupa pajangan, lukisan, meja, dan kursi jati antik yang didatangkan langsung dari Pulau Dewata itu. Ruangannya pun sangat luas yang dapat menampung hingga 150 orang yang terbagi dalam area indoor, outdoor, dan lesehan.

Dari segi menu, Ichan mengutarakan, masakan unggulan di sini di antaranya nasi bebek Bali. Menurut dia, bebek yang dipilih yang berusia tua karena dagingnya tebal dan seratnya lebih lembut. Benar saja, dengan proses penggorengan khusus, daging bebek terasa renyah dan seratnya terasa lembut. Dengan tambahan nasi yang dibungkus daun pisang serta berbagai sambal yang ditaruh berjejer di piring, masakan ini begitu istimewa. Pelengkap yang tersedia, yaitu sambal dadak mangga, sambal Thailand, sambal Bali, sambal terasi, lalapan, rempeyek, dan acar labu.

"Ini salah satu menu paling laku di sini," ungkap Ichan.

Masakan lain yang tersedia di sini adalah tom yam kelapa muda. Diketahui, tom yam adalah sup seafood asam pedas yang merupakan masakan khas Thailand. Di sini, tom yam dimasak bersama kelapa muda.

Ichan bercerita, proses penemuan menu unik ini berlangsung secara tak sengaja. Suatu saat dia sedang makan dengan menu tom yam di suatu tempat. Sebagai pelepas dahaga, dia memilih es kelapa muda. Saat tengah menyeruput minuman tersebut, daging kelapa terjatuh ke mangkuk dan tercampur dengan kuah tom yam. Meski begitu, Ichan tetap memakan kelapa tersebut. Setelah dicicipi, dia merasakan rasanya cukup nikmat. Sejak saat itu, dia mulai meracik masakan ini. Memang terbukti, rasanya cukup unik. Perpaduan kuah tom yam yang cenderung pedas, daging seafood yang nikmat, serta daging kelapa yang manis, menghasilkan hidangan istimewa. Lebih spesial lagi, masakan tom yam disajikan langsung di dalam batok kelapa. Sungguh penampilan yang berbeda.

"Jadi pengunjung mencicipi tom yam yang disajikan di dalam batok kelapa," kata Ichan.

Ada juga menu gurame saos Bangkok yaitu ikan gurame yang dimasak dengan saus dasar kuning. Ikan gurame yang digunakan berukuran sedang sekira 600 gram karena dagingnya lebih lembut dan enak. Tersedia juga phat thai, yaitu semacam kwetiau khas Thailand. Juga ada nasi pattaya yaitu nasi goreng yang dibungkus dengan telur dadar.

Dapur Warisan menyediakan pula menu paket rames, paket nasi, paket buffet, paket lunch mursida, dan paket box. Kata Ichan, untuk mengakomodasi keinginan pelanggan, rencananya dalam waktu dekat juga akan menghadirkan counter-counter masakan China dan Jepang seperti dim sum misalnya di area indoor restoran.

"Itu berawal dari masukan pengunjung. Karena kebanyakan tamu memang mencari makan di sini, bukan tempat nongkrong. Karena itu, kita buka counter makanan agar mereka betah," tandasnya.

Untuk minuman, terdapat racikan unik semisal gadis bali yang berisi campuran jus stroberi, sirsak, dan mangga. Atau jejaka bali, berupa gabungan jus sirsak, stroberi,dan jambu. Yang menjadi favorit di sini juga yaitu senja di uluwatu, stroberi mousse, es campur, es cincau hijau, dan stamina juice.

Dengan mutu dan kualitas bahan makanan yang tinggi, tim chef berpengalaman dan suasana nyaman tidak berlebihan bila Dapur Warisan menjadi pilihan Anda saat bersantap. Di sini juga menjadi lokasi yang tepat untuk menyelenggarakan rapat, gathering kantor, seminar, maupun ulang tahun dan pernikahan.(Koran SI/Koran SI/ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: