Sabtu, 25 September 2010

“Sakura Japanese Restaurant Ramaikan "Sushi Battle"” plus 2 more

“Sakura Japanese Restaurant Ramaikan "Sushi Battle"” plus 2 more


Sakura Japanese Restaurant Ramaikan "Sushi Battle"

Posted: 25 Sep 2010 03:44 AM PDT

PERGELARAN Jakarta-Japan Matsuri bakal menjadi hiburan tersendiri bagi para pencinta dan pemerhati budaya Jepang. Sakura Japanese Restaurant turut ambil bagian di dalamnya.

Sakura Japanese Restaurant akan turut berkompetisi dalam acara "Sushi Battle" yang merupakan highlight acara pembukaan Jakarta-Japan Matsuri pada Minggu, 26 September 2010 di Hotel Nikko, Jakarta. Dalam hal ini, Sakura akan diwakili oleh Senior Sushi Chef Koesriandi yang telah berpengalaman lebih dari 26 tahun di bidangnya.

Restoran yang kerap menyajikan makanan tradisional Jepang dengan menggunakan resep-resep asli ini menjadi salah satu restoran diantara tujuh restoran Jepang lainnya yang diseleksi Panitia Jakarta-Japan Matsuri yang merupakan kerjasama Kedutaan Besar Jepang dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

Chef Koesriandi bersama delapan sushi chef Indonesia lainnya akan diuji keahliannya membuat 10 jenis nigiri suhi dan makimono dalam waktu 30 menit dengan menggunakan bahan-bahan yang telah ditentukan sebelumnya.

"Dalam kesempatan nanti, saya akan mempresentasikan dua bahan andalan, yakni chilled big eye maguro (tuna) grade A dan unagi yang saya olah sendiri dari unagi segar. Warna, tekstur, dan rasanya beda sekali," kata Chef Koesriandi.

"Acara kompetisi kuliner seperti ini jarang sekali sehingga akan merupakan kehormatan bagi saya untuk bersama rekan Chef lainnya menunjukkan keahlian orang Indonesia menyajikan makanan Jepang," tambahnya.

Adapun bahan-bahan yang dipakai, antara lain maguro (tuna), salmon, ika (cumi-cumi), ebi (udang), shiromi (kerapu / kakap putih), unagi (belut), dan tamago (telur dadar).

Rencananya, mereka yang duduk di deretan juri, diantaranya Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta), Prijono (Wakil Gubernur DKI Jakarta), Duta Besar Jepang di Indonesia, dan Rahmat Gobel. Juri akan menilai para chef dengan beberapa kriteria, yakni presentation, skill, workmanship, dan taste.

"Acara 'Sushi Battle' ini bagus sekali karena bisa mendorong para sushi chef Indonesia mempertajam keahlian mereka sehingga kuliner Jepang bisa semakin berkembang di Indonesia," ujar Hideyaki Takahashi, Senior Kaiseki Chef Sakura.

"Dari pengamatan saya, mulai banyak seniman dan sushi chef Indonesia yang hebat, tidak kalah dari seorang chef Jepang, kecuali mungkin ketika bercanda dalam bahasa Jepang", katanya sambil tersenyum.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Ragam Penyajian Masakan Jepang

Posted: 25 Sep 2010 01:05 AM PDT

JEPANG memiliki banyak ciri khas, termasuk dalam tata cara pengolahan serta penyajian makanannya. Ada pakem yang mereka pegang, berbeda dengan dunia Barat.

Masakan Jepang (nihon atau nippon ryori) adalah makanan yang dimasak dengan cara unik yang berkembang di Jepang, juga menggunakan bahan yang diambil dari wilayah Jepang dan sekitarnya. Menu seperti sushi, tempura, shabu-shabu, dan sukiyaki merupakan contoh makanan Jepang yang populer di luar Jepang, termasuk di Indonesia. Makanan orang Jepang berbeda-beda menurut zaman, tingkat sosial, dan daerah tempat tinggal.

Begitu juga dengan cara memasaknya. Mereka banyak meminjam cara memasak dari negara-negara di Asia Timur dan negara-negara Barat. Namun khusus untuk bumbu, masyarakat Jepang memiliki bumbu khas seperti dashi (kaldu) yang dibuat dari konbu, ikan, dan jamur shitake, ditambah miso dan shoyu. Disantap dengan cara barbeque (grilled) atau shabu-shabu (steam), menu Jepang yang biasa didominasi oleh sayuran dan daging ini terasa lezat dinikmati saat hangat.

Ada yang menganggap makanan yang mengandung daging sapi tidak bisa dikatakan sebagai makanan Jepang karena kebiasaan makan daging baru dimulai pada zaman Restorasi Meiji, sekira 130 tahun lalu. Namun, itu bukan masalah. Menu sukiyaki dan gyudon yang berasal dari daging pun baru ditemukan setelah restorasi. Alhasil, orang Jepang mengklaim makanan ini berasal dari negaranya.

Berbeda dengan masakan negara-negara lain, makanan Jepang sama sekali tidak menggunakan bumbu berupa rempah-rempah dari biji-bijian (merica) atau penyedap yang mengandung biji (seperti cabai) yang harus ditumbuk. Masakan Jepang juga tidak menggunakan bumbu yang berbau tajam seperti bawang putih.

Kacang kedelai merupakan bahan utama makanan olahan dan penyedap yang digunakan biasanya berupa sayur-mayur beraroma harum yang dipotong-potong halus atau diparut. Masakan Jepang umumnya rendah lemak, tapi mengandung kadar garam yang tinggi. Masakan Jepang mengenal lima bumbu utama yang harus dimasukkan secara berturutan sesuai urutan sashi-su-seso yang merupakan singkatan dari gula pasir (sato), garam (shio), cuka (su), shoyu (seuyu: ejaan zaman dulu untuk shoyu), so (miso).(Koran SI/Koran SI/ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

Cita Rasa Khas Menu Sunda

Posted: 24 Sep 2010 11:39 PM PDT

RESTORAN yang hadir sejak 2000 ini memiliki cita rasa dan karakter dalam bumbu serta bahan sehingga berbeda dengan restoran masakan Sunda lainnya. Rasa gurih dan nikmat dijamin menemani selera Anda dalam menyantap menu-menu unggulan Dapur Sunda.

Dengan desain interior khas Sunda yang dilengkapi sejumlah saung untuk lesehan membuat pengunjung nyaman. Belum lagi adanya alunan musik yang terus bersuara membuat pengunjung terasa betah seperti di rumah sendiri.

Menu unggulan Restoran Dapur Sunda beragam jenis, seperti sup ikan gurame dengan kuah asam-manis dan irisan cabai rawit. Daging ikan gurame yang berwarna putih dan empuk membuat lidah selalu bergoyang.

Penggemar ikan gurame semakin dimanjakan dengan menu ikan gurame goreng. Proses penggorengan dengan waktu yang tepat membuat daging ikan terasa garing dan renyah, crispy saat digigit. Ada lagi menu istimewa yaitu gurame goreng cobek/bakar.

Menu ini memiliki keunggulan setelah gurame digoreng atau dibakar, lalu dibumbui dengan sambal cobek yang ditaburi cabai rawit. Rasanya pun pedas dan gurih.

"Menu gurame menjadi favorit pengunjung karena memiliki cita rasa dengan bumbu khas Dapur Sunda," kata Direktur Pemasaran dan Pengembangan Restoran Dapur Sunda, Endah Ansor.

Tersedia juga menu Sunda lainnya seperti karedok dengan ciri khas pelengkapnya seperti taoge, bumbu kacang, dan kacang panjang. Tidak ketinggalan menu tumis taoge jambal yang memiliki potongan ikan asin jambal yang rasanya menggugah selera makan Anda. Penggemar akan dimanjakan dengan menu ayam bakar yang berasal dari ayam kampung.

Selain beberapa menu tersebut, Restoran Dapur Sunda memiliki menu favorit lainnya, seperti sop ikan mas, sop selat sunda, gurame garang asam, pepes ayam, tumis toge tahu, pepes jamur, dan ulukuteuk leunca. Beragam menu ini bisa ditemani dengan aneka sambal khas Dapur Sunda seperti sambal terasi, sambal mangga, dan sambal gandaria.

Untuk menu minuman, disajikan berbagai jenis untuk menyegarkan dahaga pengunjung. Tersedia es goyobod yang dilengkapi dengan kelapa muda, alpukat, agar-agar, serta goyobod. Menu lainnya yang ditawarkan adalah es sekoteng, es kopyor, bandrek, bajigur, dan jus kabayan. Sedikitnya Restoran Dapur Sunda menyediakan 60 jenis menu khas Sunda.

"Kami menawarkan beragam hidangan menu makanan dan minuman khas Sunda yang terlengkap dan berkualitas," tutur Endah.

Restoran Dapur Sunda memiliki ciri khas lainnya. Bila pengunjung yang datang akan disapa staf restoran dengan bahasa Sunda yaitu wilujeng sumping yang artinya selamat datang. Bila malam juga akan ada pertunjukan live musik untuk menghibur pengunjung.

Setiap harinya Restoran Dapur Sunda buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB. Pada bulan Ramadan jam operasional buka mulai pukul 11.00 WIB dan tutup jam 22.00 WIB. Restoran ini memiliki dua lantai dengan kapasitas 300 orang. Fasilitas terdiri atas musala dan ruang smoking area.

Para pengunjung mengaku betah bila bersantap di Restoran Dapur Sunda. Selain suasana yang nyaman, aneka menunya juga lengkap, beragam, dan memiliki rasa berkarakter.(Koran SI/Koran SI/ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: