Jumat, 26 November 2010

“Master Cokelat Dunia Unjuk Kreativitas” plus 2 more

“Master Cokelat Dunia Unjuk Kreativitas” plus 2 more


Master Cokelat Dunia Unjuk Kreativitas

Posted: 26 Nov 2010 02:06 AM PST

DENGAN bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering diberikan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, perhatian, hingga pernyataan cinta. Cokelat telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia.

Mengandung sejumlah bahan kimia phenylethylamine (PEA), cokelat memiliki bentuk batangan yang paling umum dikonsumsi, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin. Cokelat selalu menjadi makanan dan minuman paling digemari berbagai kalangan, tua dan muda.

Dengan kondisi tersebut membuat Hotel Indonesia Kempinski Jakarta khusus mendatangkan Master Chocolatier dunia, Bruno Pastorelli.

Chef yang juga menjabat sebagai Pastry Chef ini pernah mendapatkan penghargaan bergensi di Prancis, Muliver De France.

Chef Bruno pun tak pelit berbagi pengalaman serta pengetahuan terbarunya tentang cokelat di hadapan para tamu yang terdiri dari 40 pastry chef dengan mempresentasikan tren pengolahan cokelat terbaru di Pavilion Ramayana Bar dan lounge, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

Menurut Bruno Pastorelli, setiap chef mempunyai selera dalam menampilkan dan mengolah cokelat jadi sebuah hidangan yang membuat konsumen tertarik menyantapnya.

"Mengenai masalah tren cokelat tahun 2011, saya tidak bisa memperkirakan. Karena setiap chef punya cita rasa dan gaya masing-masing. Jadi tidak ada tren yang khusus untuk cokelat," tutupnya.(Pasha Ernowo//nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

Menu Sarapan Sepanjang Hari

Posted: 25 Nov 2010 10:19 PM PST

YANG unik dari Cafe 5th Avenue di Grand Indonesia adalah tersedianya menu sarapan sepanjang hari, tidak terpatok pada jam-jam tertentu. Jadi, kalau Anda ingin menikmati camilan di sore hari yang tak terlalu besar porsinya, mungkin bisa juga memilih menu ini. Pilihannya pun banyak dan semuanya menggoda selera.
 
"Tidak hanya pagi, menu sarapan kami sediakan sepanjang hari," kata Anne Lukman, pemilik Cafe 5th Avenue. Salah satu menu yang bisa dicoba adalah big breakfast.Ini adalah campuran dua buah telur dadar, turkey bacon yang lembut, jamur, grilled tomato, dan breadstick. Ada juga egg benedict, yaitu telur yang disajikan dengan turkey bacon, smoked salmon, bayam organik, dan disiram hollandaise sauce yang nikmat.

Tersedia juga menu spanish omelette, french toast, dan french omelette. Untuk main course, restoran ini mengunggulkan wagyu barbeque ribs. Daging ribs yang dipanggang lebih lama dari biasanya, yang menghasilkan daging lembut dan juicy. Anda tidak perlu repot-repot memotong dengan pisau karena daging akan lepas dengan sendirinya saat digigit.
 
Anda bisa memesan ribs yang beratnya 1 kilogram atau hanya setengahnya. "Meskipun berat lebih kecil, bentuk ribs-nya tetap besar. Banyak pengunjung yang berbagi bersama dua atau tiga orang temannya," kata Anne. Penyajian ribs semakin lezat dengan tambahan mashed potato atau french fries yang bisa Anda pilih.
 
Cafe 5th Avenue juga menyediakan beragam menu steak mulai tenderloin, sirloin, hingga rib eye. Menurut Anne, bahan daging steak semua diimpor dari Australia yang sudah lama dikenal terjamin mutu dan kualitasnya.

Saus yang menemani steak disesuaikan dengan selera konsumen, apakah mushroom cream, blackpepper, hollandaise butter, atau garlic butter.
 
Menu lain yang tak kalah populer adalah chicken parmigano, yaitu ayam panggang dengan daging turkey bacon yang bertabur mozzarella sauce dan napoli sauce. Atau bisa dicoba beef scaloppini. Ini mirip steak biasa dengan porsi yang lebih kecil dan memiliki campuran mashed potato, mushroom cream sauce, dan jamur champing nonorganik.
 
Tersedia pula beragam rasa piza, spageti, salad, dan pancake yang semuanya sedap. Bagi pencinta masakan Nusantara, jangan takut. Cafe 5th Avenue juga menyajikan menu semisal nasi goreng 5th avenue, seafood tom yum, dan berbagai olahan sate. Kalau ingin menikmati appetizer terlebih dahulu, Anda bisa pilih tex-mex nachos yang merupakan salah satu menu unggulan di sini. Atau fresh salmon & vegetable spring rolls dan crispy fried potato wedges.
 
Beragam racikan sup di sini juga menggugah selera makan. Di antaranya asparagus, spinach & salmon soup, mushroom cream soup, dan hungarian beef gulash soup. Setelah makan berat, jangan lupa menikmati dessert lezat di sini. Ada chocolate fondant, tiramisu, oreo cheese cake, fresh strawberry cheese cake, crème caramel, atau chocolate brownie.
 
Sejumlah rasa es krim gelato yang tersaji di sini, semisal cookies & cream, rum & raisin, mochacino, strawberry, dan tahitian vanilla juga dapat Anda pilih. Semua disajikan fresh dan akan membuat jamuan makan Anda menjadi sempurna.
 
Untuk minuman, Cafe 5th Avenue menyajikan beragam organic tea yang berasal dari sejumlah negara di dunia. Ada french earl grey, royal darjeelis, english breakfast, crème caramel, grand wedding jasmine queen, sencho green tea, chamomile, serta alexandria (pepermint). Di samping tentu saja jenis minuman lain, seperti milkshake, ice coffee, dan fresh juice. Harga makanan dan minuman di Cafe 5th Avenue bervariasi, mulai Rp35.000 hingga Rp220.000.
(SINDO//tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

Menikmati Atmosfer & Santapan ala New York

Posted: 25 Nov 2010 09:12 PM PST

ATMOSFER Kota New York yang modern dan elegan memang membelalakkan mata. Kalau Anda ingin menikmati suasana dan hidangan khasnya, tidak perlu jauh-jauh menyeberangi benua. Di Cafe 5th Avenue, Grand Indonesia, juga bisa.


New York di Amerika Serikat memang memiliki daya tarik tersendiri. Kota terpadat di Negeri Paman Sam yang juga salah satu kawasan metropolitan terpadat di dunia itu memberi pengaruh besar terhadap dunia perdagangan, keuangan, media, budaya, seni, mode, riset, penelitian, dan hiburan. Tidak heran, setiap orang mengidamkan mengunjungi New York dalam perjalanan hidupnya.

Desain arsitektur kotanya pun menawan. Banyak distrik dan markah tanah di New York yang dikenal di luar negeri. Patung Liberty misalnya, menyambut jutaan imigran ketika mereka datang ke Amerika Serikat pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Gedung museum seperti Metropolitan Museum of Art dan ruang hijau seperti Central Park menjadi destinasi wajib para pelancong.

Jika ingin berbelanja, ada pertokoan mewah di sepanjang Fifth dan Madison Avenue yang bisa disambangi. Lalu ada Times Square, yang bertajuk The Crossroads of the World (perlintasan dunia). Tempat ini adalah hub distrik teater Broadway yang penuh cahaya, salah satu perlintasan pejalan kaki tersibuk di dunia dan sebuah pusat industri hiburan terbesar.
 
Desain toko, restoran, dan tempat nongkrong di sana juga memiliki kekhasan tersendiri. Yang menjadi ciri utamanya adalah dekorasi serta pemilihan furnitur bergaya klasik minimalis, namun didesain elegan dan mewah. Untuk mengadopsi suasana tersebut, Cafe 5th Avenue berupaya menghadirkannya di Jakarta. Restoran ini tepatnya berada di West Mall Level 3A, Entertainment District, Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin No 1, Jakarta Pusat. Desain ruangannya dibuat ala rumah makan retro Amerika di era 1950-an, yang berasa nyaman dan hangat seperti berada di kota berjuluk The Big Apple itu. Adalah pasangan suami-istri Chef Juergen dan Anne Lukman yang berhasil mengabadikan itu semua.
 
Restoran yang mereka kelola kini bisa jadi merupakan destinasi favorit pencinta atmosfer bernuansa Western. "Konsep resto kami memang disesuaikan dengan desain arsitektur lantai 3A, Entertainment District, Grand Indonesia, yang meniru desain kota di dunia, termasuk New York dan pernakpernik di dalamnya," ungkap Anne.

Entertainment District di Grand Indonesia memang dirancang ala kota dunia, seperti New York dan Paris. Suasana New York misalnya, diwakili oleh desain rel kereta di lantai dan atap mal ini, lengkap dengan gerbong kereta yang mengidentikkan kota tersebut. Jika Anda sudah berada di lantai ini, mudah menemukan lokasi Cafe 5th Avenue.
 
Di bagian atas pintu masuk terdapat plang dan logo restoran dengan lampu berkelap-kelip. Di area depan juga terpajang etalase kaca yang berisi beragam daging mentah plus harga jualnya. Lokasinya dekat dengan area air mancur yang bisa menari. Meski terbilang mungil, resto yang beroperasi sejak April 2007 ini cukup mencuri perhatian pengunjung. Warna merah dan hitam mendominasi ruangan.

Dinding resto dihiasi lukisan art deco serta foto-foto klasik yang memberikan nuansa Western nan kental. Lampu gantung yang stylish berikut sofa nyaman makin menambah betah duduk berlama-lama di sini. "Konsep desain kami romantic casual. Jadi, mau datang santai bisa, yang agak resmi juga boleh," kata Anne.
 
Menurut dia, pengunjung yang paling banyak datang ke Cafe 5th Avenue didominasi kaum profesional, pegawai kantoran, ekspatriat, dan anggota keluarga. Yang pasti, kebanyakan berusia di atas 25 tahun. Untuk perbandingan tamu bule dan pribumi, Anne mengatakan seimbang. "Banyak juga karyawan dan pejabat kedutaan besar yang mendatangi kafe kami," ujarnya.
 
Anne menuturkan, pemilihan Grand Indonesia sebagai lokasi kafe mengingat daerah Bundaran Hotel Indonesia dan sekitarnya merupakan pusat landmark Kota Jakarta sehingga strategis untuk dicapai dari daerah manapun. Tempat ini juga dikelilingi gedung-gedung pencakar langit berupa perkantoran, hotel, serta apartemen, di mana orang yang berada di dalamnya menjadi pangsa pasar Cafe 5th Avenue.
 
Rata-rata, kata Anne, Cafe 5th Avenue didatangi 60 hingga 70 orang setiap hari. Saat weekend, jumlah tamu bisa melonjak hingga dua kali lipat. Pengunjung di sini umumnya pelanggan yang pernah mendatangi Cafe 5th Avenue sebelumnya dan kembali lagi karena puas dengan pelayanan serta kualitas tempat makan ini.
 
"Sekitar 80 persen pengunjung itu yang balik lagi, sementara sisanya yang hanya sekadar lewat. Kebanyakan mereka tahu tempat kami dari mulut ke mulut," ungkap Anne.
 
Berbicara menu yang dihidangkan, Cafe 5th Avenue menawarkan beragam masakan autentik ala Barat, terutama yang bercita rasa Eropa. Chef Juergen sendiri telah lama malang-melintang di dunia kuliner dan pernah bertugas di sejumlah hotel berbintang di Jerman, Swiss, Belgia, Australia, Inggris, dan Malaysia. Berdasarkan pengalaman profesionalnya itu, tidak heran menu yang terhidang sungguh menggugah selera. Kata Anne, bahan dan bumbu yang diolah di tempatnya semua diracik sendiri mulai dari nol. Karenanya, kesegaran serta mutu masakan menjadi prioritas utama.
 
Cafe 5th Avenue berkomitmen menyediakan sayuran organik dan tanpa bahan pengawet, bahan pewarna, dan penyedap rasa yang berakibat buruk bagi kesehatan. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga ingin membawa hidangan ala hotel berbintang ke restoran miliknya.

"Kualitas makanan dan servis kami rancang sekelas hotel bintang lima, namun dengan harga yang terjangkau dan lebih kompetitif. Setiap tamu yang datang kami layani dengan friendly sehingga mereka merasa nyaman," papar Anne.
(SINDO//tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

Tidak ada komentar: