Sabtu, 20 November 2010

“Nikmati Kuliner Kaya Rempah di The Gazebo” plus 2 more

“Nikmati Kuliner Kaya Rempah di The Gazebo” plus 2 more


Nikmati Kuliner Kaya Rempah di The Gazebo

Posted: 20 Nov 2010 02:52 AM PST

INDONESIA memang terkenal memiliki khazanah budaya yang beragam, mulai dari rumah adat, tarian, budaya, dan tak ketinggalan, kulinernya. Untuk itu, restoran The Gazebo menyajikan semua masakan yang berasal dari seluruh penjuru Nusantara.

Pemilik restoran The Gazebo, Franky Hartanto mengatakan, keyayaan rempah-rempah Indonesia menginspirasi restoran The Gazebo untuk mengusung makanan Indonesia tradisional dengan cita rasa modern.

"Menu unggulan yang sering dipesan konsumen adalah Tongseng dan Sop Iga Sapi yang pas di lidah. Untuk Sop Iga, ada dua jenis, yang bening dan rempah-rempah. Untuk yang rempah-rempah berbeda dengan sop iga di restoran lain. Aroma cengkeh dan kayu manisnya sangat terasa," papar bapak dua anak ini.

"Tongseng sendiri ada tiga jenis. Ada Tongseng Kambing, Tongseng Sapi ,dan Tongseng Ayam. Kami menambahkan daging sapi dan ayam untuk tongseng, karena ada orang yang ingin makan tongseng, tapi enggak mau makan Tongseng Kambing," ujarnya.

Selain Sop Iga dan Tongseng, masih banyak menu yang dimiliki The Gazebo, mulai dari Nasi Goreng, Cap Cay, Mi Goreng, Ayam Bakar, Ayam Goreng, Mie Ayam, Bubur Ayam, dan masih banyak lainnya. Untuk harga yang ditawarkan mulai dari Rp30 ribu sampai Rp8 ribu.

Sebagai pendamping makan, minuman istimewa di The Gazebo adalah Banana Surprise, campuran buah pisang, nanas, dan stroberi. Untuk dapat menikmatinya, Anda cukup merogoh kocek Rp10 ribu. Selain itu, ada pula jus, bandrek, es teh manis, lemon tea, dan aneka soft drink.

"Bulan Desember rencananya kami akan menyediakan yogurt dan tahun depan kami akan menambahkan menu makanan," jelasnya.

Jika tertarik, Anda bisa langsung datang ke Jalan Boulevard Raya WD 2. No. 6, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Restoran ini buka setiap Senin-Jumat pukul 10.00-22.00 WIB, sementara Sabtu dan Minggu pada pukul 06.00-22.30 WIB.(Pasha Ernowo//ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Home Cook Sehat, Unggulan My Hanoi Villa

Posted: 20 Nov 2010 02:03 AM PST

HIDANGAN Vietnam dikenal sehat. Di samping menggunakan bahan-bahan segar dan alami, kuliner khas Vietnam pun diolah tanpa penyedap rasa. Taste yang dihasilkan pasti berbeda, seperti ditawarkan My Hanoi Villa.

Coba perhatikan keunikan makanan Vietnam, banyak di antaranya menggunakan sayuran hijau, rempah-rempah, seafood, dan tak ketinggalan, aneka saus yang membuat masakan semakin menggoda. Belum lagi tambahan perasan jeruk lemon atau jeruk nipis yang menjadikan masakan terasa segar sekaligus harum. Adapun sayuran yang biasa digunakan, di antaranya bawang bombai, bawang putih, kemangi, lada segar Thailand, jeruk lemon, jeruk nipis, selada, dan toge.

Masakan Vietnam juga bebas dari penyedap rasa. Sebagai gantinya, digunakanlah kecap ikan. Di samping itu, karena Vietnam terkenal dengan masakan sehatnya, proses memasak tidak melalui pemanasan. Sebaliknya, masakan akan langsung diproses begitu tamu memesan, termasuk di My Hanoi Villa.

"Jadi di sini istilahnya home cook karena makanan langsung dimasak dan tanpa penyedap rasa," kata Manajer My Hanoi Villa Rigel DY Kasiuhe.

Kota Hanoi memiliki populasi sekira 6,5 juta jiwa yang sekaligus menjadikannya kota terbesar kedua di Vietnam. Tampaknya, kota ini bukan hanya atraktif untuk dikunjungi wisatawan. Lebih dari itu, masakan asal kota tersebut juga menjadi magnet bagi pencinta kuliner. Lihat saja, tidak sedikit restoran Vietnam di Jakarta khususnya, yang dibanjiri pengunjung. Tidak terkecuali My Hanoi Villa yang hadir pertengahan 2008.

Restoran tampak dipenuhi pengunjung, terutama pada jam makan siang dan makan malam. Bahkan pada akhir pekan, restoran dikunjungi lebih banyak tamu.

Bahan baku untuk mengolah masakan, menurut Rigel, banyak yang didatangkan langsung dari Vietnam, misalnya kulit lumpia sebagai bahan pembuat spring roll. Kulit lumpia ini sangat tipis dan berbentuk jala, sehingga dibutuhkan tangan orang yang ahli agar kulit lumpia tidak sobek.

Bahan impor tidak hanya kulit lumpia. Agar minuman kopi memiliki rasa serupa dengan kopi asal negerinya, maka biji kopi diimpor dari Vietnam. Bahan lain seperti soun, aneka saus, dan kecap ikan juga didatangkan dari sana. Adapun daging diimpor dari Selandia Baru. Sebab menurut Rigel, daging lokal terkadang masih keras meski sudah dimasak.

"Kami memang memakai daging impor karena tekstur dagingnya cepat empuk dan lebih juicy," ujar Rigel.

Menu yang tidak boleh dilewatkan di restoran Vietnam adalah hidangan Pho. Ini adalah mi ala Vietnam yang terbuat dari beras dan lazim disajikan dengan jeruk nipis, toge, serta lada yang bisa ditambahkan sendiri. Pho dihidangkan dengan daging yang telah diiris tipis. Ada pula yang menyajikan menu ini dengan dada ayam ataupun hati ayam.

Di Hanoi, rasa Pho yang ada di tiap daerah tidaklah sama. Bisa saja di suatu daerah pho terasa agak manis, sementara di daerah lain hidangan ini terasa lebih pedas.

Pho bukan satu-satunya hidangan istimewa di My Hanoi Villa. Ada pula pilihan sup yang cukup beragam. Coba saja Sour and Spicy Seafood Soup. Ini merupakan cream soup yang terasa asin dan sedikit pedas. Cocok untuk pembuka selera. Bagi penyuka hidangan laut, khususnya kepiting, jangan lewatkan Fabuilt, capit kepiting digoreng kering, lalu dicampur dengan jamur kuping dan disajikan dengan saus jamur.

Yang tak kalah menarik adalah Tom Bao Mia, daging udang giling yang dililit dengan batang tebu, mirip dengan sate lilit khas Bali. Hidangan udang juga tersedia. Coba saja pesan Grilled Tiger Prawn, udang dibakar dengan bumbu pedas dan disajikan bersama salad.

Sering makan sapi lada hitam? Maka Anda harus mencoba Bo Luc Lac, yakni daging sapi lada hitam dengan bumbu khas Vietnam. Ada pula Grilled Sexy Chicken. Dikatakan seksi karena ayam yang digunakan merupakan ayam tanpa tulang dan telah dibumbui dengan bumbu sereh salah satunya. Setelah dibumbui, ayam dibiarkan selama 3-5 jam. Pantas saja bumbunya meresap sempurna dan menghasilkan rasa yang mantap.

Hidangan ayam yang lain, adalah Ga Nguvi Huong. Ayam goreng yang dimasak menggunakan lima rempah berbeda, seperti sereh, lengkuas, dan kunyit. Porsinya cukup besar karena menggunakan setengah ekor ayam kampung. Jadi, bisa untuk sharing dengan kawan. Penasaran rasanya seperti apa? Coba saja datang ke restoran yang berlokasi di FX Lifestyle X'ntre, Lantai 7, Jalan Jendral Sudirman-Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan ini!(Pasha Ernowo//ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

XO, Saus Wajib Masakan China

Posted: 20 Nov 2010 01:06 AM PST

SUKA dengan masakan China? Jika ya, Anda pasti mengenal saus XO, saus yang wajib ada pada setiap masakan China. Nama saus XO diambil dari minuman konyak jenis XO (extra old).

Konyak XO populer di Hong Kong dan merupakan barang mewah bagi penduduk sana. Istilah "XO" lalu sering digunakan di Hong Kong untuk menunjukkan produk berkualitas baik. Menurut sejarah, pada 1980-an juru masak di Hong Kong sering memasukkan unsur-unsur masakan Barat.

Menurut artikel New York Times, rumah makan spesialis penghidang menu sirip ikan hiu, Sun Tung Lok yang dikelola keluarga Yuen, adalah pembuat saus XO yang pertama. Setelah itu, rumah makan hidangan laut di Kowloon bernama Fook Lam Moon mengikutinya. Mereka mulai membotolkan dan menjual saus racikan dapur restoran.

Kisah lain mengatakan, rumah makan hidangan laut East Ocean dan Tsui Hang Village-lah yang merupakan pencipta saus XO. Saus ini dipakai sebagai penyedap untuk berbagai jenis masakan tumis, mi, bubur, maupun dim sum. Selain itu, saus XO juga kerap dihidangkan di piring kecil sebagai teman minum, sebagai hidangan pembuka, atau sebagai penyedap jenis masakan lain semisal sambal.

Walaupun tiap saus dibuat oleh masing-masing koki dengan bumbu serta racikan yang berbeda, namun pada umumnya saus ini terbuat atas bahan hasil laut seperti ebi, teri, scallop kering, cabai, merica, dan dipadu dengan bumbu-bumbu dapur seperti gula, garam, juga minyak.

Saus XO tentu kerap digunakan pada masakan China Kanton sebagai bumbu penyedap. Saus ini diciptakan sekitar tahun 1980-an. Konon, resep saus XO merupakan rahasia dapur rumah makan hidangan laut di Hong Kong.

Tapi saat ini, saus XO banyak tersedia dalam kemasan botol, bahkan rumah makan di Hong Kong sering menjual saus XO hasil racikan sendiri di dalam kemasan botol. Salah seorang produsen saus XO yang terkenal adalah Lee Kum Kee, yang mulai menjual saus ini pada 1992.(Koran SI/Koran SI/ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: