Sabtu, 06 November 2010

“Olah 'Sambel Iblis' Supaya Nendang” plus 3 more

“Olah 'Sambel Iblis' Supaya Nendang” plus 3 more


Olah 'Sambel Iblis' Supaya Nendang

Posted: 06 Nov 2010 06:15 AM PDT

Warung 'Mbak Jingkrak' memang terkenal dengan berbagai sambel yang akan membuat Anda semua gelagapan sampai jingkrak-jingkrak. Filosofi ini merasuk di menu Sambel Iblis.

Nah, Okezone berkesempatan untuk turut langsung dalam cooking class di Warung Mbah Jingkrak cabang Depok, Jalan Margonda Raya (seberang Apartemen Margonda), Jumat (5/11/2010).

Apa sih tip untuk mengolah cabe menjadi sambel iblis yang nendang itu?

Sediakan bahan seperti bawang putih 50 gram, cabe rawit merah 200 gram, tempe satu buah, dan bawang merah 50 gram. Lalu, siapkan bumbu seperti garam, penyedap rasa, dan gula pasir.

Untuk awalnya, bawang putih dan cabe rawit masing-masing direbus. Begitu juga tempe, bahan ini juga direbus, sementara bawang merah ditumis.

Setelah itu, masukan bumbu dan bahan untuk diolah. Tumbuk semuanya dan sambel iblis nikmat jika dicocol langsung dari cobek. Selamat menikmati!(Pasha Ernowo//nov)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

'Tanya Dulu', Pecel Lele Lela Tidak Hanya Lele

Posted: 06 Nov 2010 06:04 AM PDT

Lele, salah satu jenis ikan tawar yang popular karena mudah ditangkar. Olahan lele juga sangat banyak. Yang paling mudah adalah pecel lele.

Lele goreng lalu disajikan dengan terasi, plus lalapan segar. Bila bosan dengan menu pecel lele yang biasa dihidangkan ditenda-tenda pinggir jalan, rasanya pilihan yang satu ini tepat bagi anda yang ingin meraskan citra rasa lele dengan beragam macam olahan.

Pecel Lele Lela mampu menghadirkan beragam macam jenis olahan masakan lele hingga menjadi primadona baru bagi pencinta kuliner Nusantara. Pecel lele yang lebih popular ini belakangan juga digoreng dengan adonan tepung sehingga makin gurih reyah.

Memang beberapa menu yang ditawarkan seperti Lele Goreng Tepung yang terkenal dengan rasa gurihnya ditambah taburan rempahan tepung. Kemudian ada pula menu Lele Saos Padang yang begitu menggigit rasa pedasnya, akan memberikan kenikmatan bersantap yang tiada tara bagi konsumen.

Tidak ketinggalan pula menu Pece Lele Original yang masih terjaga keaslian rasa lele dengan daging yang empuk, gurih, dan sambel terasi, serta manu lele Fillet dengan pilihan aneka bumbu yang ditawarkan seperti saos padang, mentega atau tiram. Semua menu tersebut merupakan hidangan favorit para pelanggan di rumah makan yang menggunakan system waralaba tersebut.

"Kami ingin membuktikan bahwa pecel lele bisa dinikmati semua kalangan," ujar Betshy, Pemilik Pecel Lele Lela Cabang Margonda, kepada Okezone, belum lama ini.

Tidak ketinggalan menu 'Tanya Dulu', yaitu menu yang disajikan di antaranya lele saos tiram, lele lada hitam, lele baker afrika, lele asem manis, lele tomyam, dan lele teriyaki.

Pecel Lele Lela juga menyediakan makanan tidak olahan lele, seperti ayam saos padang, ayam bakar madu, ayam kremes dan cah kangkung tauco. Untuk minumnya ada aneka jus segar, es the stoberi, es lemon tea, dan lain-lain.

"Kami hadir di Margonda, Depok sebagai cabang yang ke-12," terangnya.

Pecel Lela juga selalu menjaga kualitas menu makanan yang disajikan. Tak heran karena dalam proses pengolahan masakanya menggunakan metode pengolahan alat penggorengan khusus, di samping tentunya lele yang dipilih langsung dan diambil dari peternak lele, dengan standarisasi kualitas yang telah dibakukan.

Suasana tempat bersantap yang bersih, sederhana, dan didominasi ruangan warna hijau dan kuning.

"Kami memilih warna ruang makan adalah hijau berpadfu dengan kuning, karena secara psikologis warna hijau itu bisa menambah selera makan," ujarnya.(Pasha Ernowo//nov)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Soto Gebrak, 'Senyum Boleh, Marah Jangan'

Posted: 06 Nov 2010 01:50 AM PDT

WARUNG soto tersebar di mana-mana. Penjual satu dan lainnya berusaha menyajikan racikan bumbu dan olahan yang bisa memikat lidah tamu. Rasa sedap diyakini jadi faktor ampuh untuk menjaga kesetiaan lidah. Namun di tengah persaingan yang kuat, faktor tadi dirasa tak cukup. Perlu ada sensasi lain agar tercipta ciri tersendiri.

Brak!!! Suara bantingan botol kecap yang beradu dengan papan kayu amat memekakkan telinga. Gelegarnya nyaris memenuhi seluruh ruang makan sederhana itu. Buat yang tak biasa, suara ini jelas bikin kaget. Hasil benturan tadi lumayan membuat jantung berpacu di atas rata-rata.

Seorang yang belum pernah berkunjung ke rumah makan ini sempat kaget waktu mendengar benturan ini. "Brakk!!!" Suara benturan botol kembali menggelegar.

Kalau sempat mampir ke Soto Gebrak Cabang Margonda, boleh jadi Anda akan dapat kehebohan yang sama. Asalkan jangan marah, gebrakan botol kecap akan mendapat sambutan "meriah". Suasana pun menjadi heboh.

"Biasanya, kalau ada tamu yang belum pernah datang ke sini, kaget dan langsung marah setelah mendengar gebrakan itu," ujar cak Ratno Subagyo (39), pemilik Soto Gebrak cabang Margonda Raya.

Untuk itu cak Ratno Subagyo, anak pertama dari cak Anton, begitu bapak tiga anak itu disapa, sudah menulis besar-besar moto rumah makan ini, "Senyum boleh, marah jangan."

"Perjalanan soto gebrak dimulai pada tahun 1973. Cak Anton memulainya dengan membuka warung kaki lima, di Jalan Setiabudi Raya. Kira-kira ada di belakang gedung Chaze Plaza. Pada 1981, tempat berdagang pindah ke depan SMUN 3. Selain di Setiabudi, soto gebrak bisa ditemui di Jalan Tebet Utara I, Kalibata Raya dan Margonda Raya ini," ungkapnya.

Nama itu mulai resmi dipakai sejak tahun 1991. Agar tak dijiplak, nama ini sudah masuk daftar paten. Sedangkan bunyi gebrakannya sendiri sebagai pertanda bahwa pesanan soto sudah siap diantar kepada pengunjung.

Popularitas soto ini terdongkrak karena sering ditongkrongi pelawak dari Grup Srimulat. Dari Alm. Subagyo, Kardjo ACDC, Tessy, Basuki, dan seterusnya. Waktu itu, tiap kali habis manggung di Ancol, mereka selalu makan di tempat Cak Anton.

Tertarik untuk mencicipinya? Datang dan duduklah lalu lihat daftar menu diatas meja. Anda dapat memilih jenis soto yang diinginkan. Ada soto, daging, soto ayam, soto campur jeroaan.

Sebagai pelengkap soto, ada pula berbagai jenis gorengan yang tersaji di atas meja makan, misalnya sate usus, sate telur, sate empal, telur asin, perkedel. Untuk minumnya tidak ada yang istimewa dari es the manis, es jeruk, marqisa, lemon tea, juice tomat, juice alpukat, teh botol, dan aneka soft drink.

Saat soto diantar pelayan, terlihat kuah soto berwarna kekuningan dan tidak menggunakan santan. Inilah ciri khas soto asal Jawa Timur. Diakui oleh Cak Ratno, dia memang ingin menunjukkan budaya dan makanan khas asal daerahnya.

Kuah soto sangat terasa bumbunya. Dagingnya sangat empuk dan cocok disantap bersama gorengan yang tersedia. Satu porsi soto dibandrol dengan harga Rp13 ribu s/d Rp15 ribu, plus nasi. Harga yang cukup murah demi menikmati cita rasa soto yang lezat sekaligus merasakan kaget!(Pasha Ernowo//nov)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Warung Mbah Jingkrak, Sedia Paket Mahasiswa!

Posted: 06 Nov 2010 12:32 AM PDT

MEMASUKI area Warung Mbah Jingkrak, Anda akan disambut oleh patung seorang nenek yang sedang berjingkrak, bagaikan senang menyambut cucunya yang datang berkunjung.

Jangan salah sangka, sang nenek ternyata bukan sedang berjingkrak kesenangan menyambut Anda, tapi tengah berjingkrak karena kepedasan! Pasalnya, resto makanan Indonesia satu ini punya menu makanan yang hampir seluruhnya bercitra rasa pedas.

Jika Anda berkunjung ke rumah makan ini, dari ruang depan saja Anda seolah-olah tengah memasuki rumah-rumah di wilayah Jawa. Mulai dari dinding bambu, hiasan yang sangat bernuansa Jawa, sampai para pelayan berpakaian batik.

90 Persen Pedas

Menurut Captain Warung Mbah Jingkrak, Eva Maelina, resto ini menawarkan makanan Indonesia dengan ciri khas masakan yang sangat pedas. Itulah sebabnya mengapa rumah makan di jalan Margonda Raya No. 291, Depok, ini dinamakan Warung Mbah Jingkrak.

Maskot seorang nenek yang sedang berjingkrak merupakan gambaran awal bagaimana pedasnya makanan-makanan Indonesia yang disajikan, sehingga siapapun yang memakannya dibuat berjingkrak-jingkrak saking pedasnya.

"Agar cita rasa dari masakan mbah jingrak tetap terjaga, kami mendatangkan koki-koki dari Semarang," tambahnya.

Di balik 90 persen menu makanan Indonesia yang bercitra rasa pedas, harga yang ditawarkan tidak turut menjadi "pedas". Pengunjung bisa menyantap hidangan display seharga Rp2.500 sampai Rp20 ribu.

Selain itu, ada menu nasi box seharga Rp11 ribu hingga Rp21 ribu, dan menu prasmanan seharga Rp40 ribu hingga Rp57 ribu.

Untuk bulan November ini, Warung Mbah Jingkrak ada menu paket mahasiaswa seharga Rp11.500 sampai Rp17.500. Anda yang tidak menyukai masakan pedas, bisa memilih menu-menu lain yang diolah tanpa cabai.
Tempat makan yang beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB ini, masih punya 77 menu lain yang tak kalah unik.(Pasha Ernowo//nov)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: