Kamis, 04 November 2010

“Serunya Menyantap Soto Karak di Musim Hujan” plus 2 more

“Serunya Menyantap Soto Karak di Musim Hujan” plus 2 more


Serunya Menyantap Soto Karak di Musim Hujan

Posted: 04 Nov 2010 04:16 AM PDT

HUJAN yang kerap menguyur Jakarta belakangan ini tak salah membuat dingin seluruh tubuh. Tapi akan berubah hangat bila Anda menikmati soto, makanan berkuah dengan aroma dan hawa mengepul, memang pas disantap di cuaca dingin seperti saat ini. Dan, Soto Karak racikan Hj Emmy bisa menjadi jawabannya.

Soto Karak selain memiliki cita rasa yang khas, juga tidak mengandung bahan pengawet. Beragam menu makanan ada di Bogor. Mulai dari makan olahan beragam jenis ikan, ayam, daging dan sayuran.

Untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Hujan, soto yang awalnya disajikan untuk menu khusus keluraga ini telah berkembang menjadi bisnis kuliner yang cukup pesat.

Tampak puluhan pelanggan mengantre minta dilayani. Sang pemilik mengaku, pada saat weekend rumah makannya lebih ramai lagi. Karena itu, dia memberlakukan sistem buka satu jam lebih cepat dan tutup satu jam lebih lama dari hari biasa.

Meski merahasiakan cara meraciknya, namun Hj Emmy mengklaim masakannya higienis. Karena itu, Hj Emmy memastikan makanan dan minuman yang disajikan di kedainya merupakan Healty Food.

"Pokoknya bumbu dan rempah-rempah yang saya racik tanpa campuran bahan pengawet," katanya.

Selain menyediakan soto karak sebagai menu andalan, di warungnya juga tersedia soto campur, dan soto ceker. Keduanya disajikan dengan kuah beraroma rempah-rempah, pilihan yang dapat menggugah selera konsumen.

Ada pula menu nasi liwet bakar, ayam goring pencok, nasi sup iga bakar, iga bakar, sate ayam, sate kambing, nasi cola jreng, dan nasi cola kemul. Untuk dua makanan terakhir adalah menu baru dari Soto Karak dan dalam pengolahannya menggunakan capuran minuman bersoda.

Harga soto karak lengkap nasi dibanderol dengan harga Rp16.000, soto ceker dengan nasi diberi harga Rp13.000, sedangkan nasi sup iga bakar dipatok Rp30.000.

Pilihan minuman di rumah makan ini terdiri dari bir meriang, wedang jahe, wedang ronde, es the tarik, es kacang hijau, dan sebagainya. 

Namun ada satu menu minuman yang paling banyak diminta konsumen, yaitu jus ijo. Jus ini diolah menggunakan campuran sayur-sayuran dan buah-buahan ditambah pemanis alami. Untuk menikmatinya, konsumen cukup merogoh kocek Rp9.000.

Lokasi kedai yang berada pinggir jalan utama kota Bogor ini memiliki ruang cukup besar untuk menampung pelanggannya. Bahkan, disediakan pula ruang VIP bagi para tamu untuk keperluan arisan keluarga atau arisan.

Di akhir pekan, manajeman memanjakan konsumen dengan menghadirkan live music akustik musik lokal. "Ada juga menu sarapan sambal tumpeng yang ada hanya di akhir pekan," ungkapnya.

Nah, jika Anda ingin bertandang ke Soto Karak, Anda bisa mendatangi Jalan Jend Sudirman Nomor 30 Bogor. Jam buka setiap hari dari pukul 10.00-22.00 WIB.(Pasha Ernowo//nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Sup vs Soto

Posted: 04 Nov 2010 04:08 AM PDT

BERKUAH gurih dan lezat. Ini adalah ciri umum sup. Hidangan yang pantas dijadikan menu pembuka itu bisa berbentuk bening maupun kental. Kuahnya kebanyakan terbuat dari air kaldu.

Kaldu ini bisa dibuat dari tulang atau daging sapi, bisa juga dari daging ayam yang tak kalah gurih. Bila tidak sempat membuat kaldu, kita boleh menggunakan kaldu instan.

Kaldu ini berbentuk bubuk maupun blok atau cube yang mudah ditemukan di pasar. Sup kental yang biasa kita kenal merupakan pengaruh kuliner Barat. Sup ini lebih populer dengan sebutan cream soup.

Sup kental tidak cocok disantap dengan nasi, melainkan roti tawar, roti bakar, atau croutons alias roti tawar yang dipotong dadu kemudian dipanggang bersama sedikit mentega. Sajian ini sangat mudah dibuat dan bumbunya tidak beragam seperti halnya sup asli Indonesia yang tampil dengan kuah bening.

Sup jagung manis misalnya. Bahan yang diperlukan utamanya adalah jagung manis, corned beef, kaldu ayam instan, serta merica bubuk. Jagung tersebut diiris sampai terlepas bulirnya dan ditumbuk kasar, kemudian dalam pengolahannya menggunakan tepung terigu dan susu cair.

Barulah jagung tadi dituang. Jika kekentalannya sudah cukup, sup bisa diangkat. Mudah bukan cara membuatnya? Soto tidak jauh berbeda dengan sup.

Namun, bumbu yang digunakan lebih beragam dibandingkan dengan sup. Soto selalu menggunakan kuah kaldu dan di dalamnya dicampur dengan daging ayam maupun daging sapi atau jeroan.

Menikmati soto lebih enak ditemani perkedel kentang dan sambal cabai rawit atau sambal kemiri. Dua jenis sambal tersebut tak memiliki rasa, jadi tidak mengganggu rasa asli soto, melainkan hanya untuk meningkatkan rasa pedas tanpa mengubah rasa soto.(SINDO//nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

Ikan Bakar Khas ala Pondok Bakar Kambing-Kambing Babe

Posted: 04 Nov 2010 12:25 AM PDT

ANDA pencinta seafood? Jika ya, rumah makan yang satu ini mungkin telah akrab di telinga. Pondok Bakar Kambing-Kambing Babe, salah satu rumah makan dengan makanan berbasis hasil laut ini memiliki bumbu ikan bakar yang khas dan benar-benar meresap.

Ketika gaya hidup sehat heboh digalakkan, orang ramai-ramai mengubah pola makan. Bila sebelumnya, banyak orang mengonsumsi daging-dagingan, kini ikan lebih banyak dilirik. Santapan yang menjanjikan protein tinggi dan beberapa di antaranya rendah kolesterol. Melihat peluang itu, H Susilo menyambutnya dengan mendirikan rumah makan yang menjual ikan bakar.

Kendati hanya mengeyam Sekolah Menengah Atas, namun tak menyurutkan langkah bapak dua anak dan empat cucu yang akrab disapa Babe ini untuk mendirikan rumah makan yang menyajikan menu ikan bakar. Berdiri sejak 2007, Pondok Ikan Bakar Kambing-kambing Babe berhasil menjadi salah satu tempat kuliner favorit di Ibu Kota.

Ikannya baru dibumbui setelah dibakar setengah matang, sehingga benar-benar meresap ke daging ikannya. Semu warna merah memperlihatkan bahwa tanpa sambal pun bumbu ikan bakar ini sudah cukup pedas. Bumbu dengan teknik bakar yang menyatu diakui jadi faktor penentu kesuksesan.

Tapi kalau masih kurang pedas, jangan takut, terdapat sambal istimewa yang menyertai ikan bakar ini, khusus racikan dari pondok ikan bakar ini. Sambal selalu menjadi salah satu ciri khas rumah makan Babe yang disandingkan dengan ikan segar yang dipasok dari Muara Angke.

"Setiap harinya kami sedia sampai 500 ikan. Syukurlah, semuanya bisa habis terus. Jadi kita selalu sajikan ikan yang fresh," kata H Susilo saat berbincang dengan okezone di Pondok Bakar Kambing-Kambing Babe, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (3/11/2010).

Daftar menu yang ada, tertulis empat jenis ikan yang bisa dipesan. Ada ikan kambing-kambing, baronang, kuek, dan bawal. Selain itu, ada bebek goreng dan bebek bakar yang juga bisa dipesan.

Untuk minuman ada yang istimewa, namanya Jus Mbah Surip. Dengan perpaduan warna merah kuning hijau menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung. Selain jus Mbah Surip, tidak ada minuman yang istimewa selain teh, es kelapa, es podeng, es campur, es teler, marquisa, es jeruk, es krim sampai aneka pilihan soft drink.

Dari segi tempat jualan, rumah makan ini memang terletak di lokasi yang strategis. Untuk mencarinya tak sulit. Jalan Wahid Hasyim nomor 16 Gondangdia, Jakarta Pusat, tepatnya di bawah rel kereta api dengan jam buka dari pukul 09.00-23.00 WIB.

Jika tertarik ingin mencobanya, ikan yang dijual paling murah harganya Rp15 ribu-Rp40 ribu. Harga ini sudah termasuk nasi putih dan gratis lalapan.(Pasha Ernowo//nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: