Selasa, 09 November 2010

Street Food di Hotel Bintang Lima pasti siip

Street Food di Hotel Bintang Lima pasti siip


Street Food di Hotel Bintang Lima

Posted: 09 Nov 2010 03:09 AM PST

ANEKA jajanan yang biasa Anda temukan di kaki lima jalan raya kini dapat dijumpai di hotel berbintang. Bukan hanya asal dalam negeri yang "naik peringkat", namun juga jajanan dari negara lain di Asia Tenggara.

Anda pencinta kuliner bisa menjelajahi aneka jajanan ala kaki lima itu mulai 23 Oktober hingga 5 Desember 2010 di Restoran Sailendra yang berlokasi di Hotel JW Marriott Jakarta. Selama kurun waktu tersebut digelar festival jajanan jalanan khas Asia Tenggara yang merupakan kelanjutan dari festival serupa yang sukses digelar pada tahun lalu.

Sajian asal Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura bisa dinikmati di sini. Mengusung tema "Surf the South East Asian Turf Part 2",festival kali ini hadir dengan menu yang lebih komplet daripada tahun sebelumnya.

"Tahun lalu kami meraih sukses dalam festival ini. Karena ada banyak permintaan dari pengunjung, festival ini kembali diadakan dengan waktu yang lebih lama," ujar Marketing and Communication Manager Hotel JW Marriott Jakarta Ina Ilmiaviatta.

Festival ini menyajikan aneka jajanan yang merupakan kreasi Executive Sous Chef Hotel JW Marriott Jakarta Deden Gumilar dan Chef Cipta dari Restoran Sailendra. Sajian itu adalah hasil dari perjalanan kedua chef tersebut ke sejumlah daerah tujuan wisata di kawasan Asia Tenggara.

Setelah menjelajahi kota-kota besar di Asia Tenggara, mereka mencicipi dan membawa pulang resep rahasia street food populer dari setiap negara untuk disajikan secara autentik di Hotel JW Marriott Jakarta.Rasanya? Sudah pasti sangat menggugah selera.

"Kami menyajikannya secara buffetsaat lunch dan dinner dengan harga cukup terjangkau, yaitu Rp198.000++," kata Ina dalam acara peluncuran festival "Surf the South East Asian Turf Part 2" di Restoran Sailendra, beberapa waktu lalu.

Semua jenis makanan yang ada dalam festival ini tersaji sama seperti aslinya. Bak berada dalam sebuah pasar, aneka hidangan dijual di atas gerobak, di dalam keranjang, dengan pikulan, sampai konsep gerai.

Tiap menu lengkap dihadirkan dan dibuat semirip mungkin dengan menu di negara asalnya. Sebut saja bahn mi. Roti isi ala Vietnam ini dijual di atas gerobak besar.

Tidak ketinggalan pramusaji yang merangkap menjadi pedagang juga dihadirkan sebagai penjual bahn mi. Bahn mi merupakan jajanan sejenis sandwich, tetapi bisa dikatakan sebagai roti tangkup dari Vietnam.

Roti yang dipilih ialah roti baguette khas Prancis yang bentuknya menyerupai hotdog. Isi bahn mi beragam, misalnya suwiran ayam panggang, irisan sosis ayam, hati ayam, dan aneka sayuran di antaranya mentimun, selada, dan wortel, plus dilengkapi dengan lumuran mayones.

"Potongan cabai rawit menjadi pelengkap sekaligus penambah rasa pedas dan hangat pada menu ini," kata Chef Deden.

Street food Vietnam lain yang bisa dicoba yakni nam bo kho. Ini adalah salad tradisional yang menggunakan bahan baku pepaya.

Ada lagi vietnamese fried tofu salad dan tidak lupa kopi saring ala Vietnam, vietnamese coffee. Beralih ke panganan khas Bangkok,Thailand, ada sate campur bakar. Sate ini banyak dijual di pinggir jalan Kota Bangkok.

Adapun sate campur yang bisa dicoba, yakni sosis sapi, sosis ayam, bakso sapi, bakso ayam, dan bakso ikan. Namun, jangan kaget jika Anda melihat lele.Ya,di sana ikan lele juga ditusuk layaknya sate dan dijual di pinggir jalan. Hanya, tusukannya bukan dari kayu, bambu, ataupun lidi, melainkan batang sereh berukuran besar. Unik bukan?

"Sebelum disantap, sate dicelupkan ke dalam saus atau sambal yang bisa dipilih sesuai selera, di antaranya sambal Bangkok botolan, sambal kacang, atau kecap manis dengan irisan cabai rawit," kata sang chef.

Beralih lagi ke street food ala Malaysia, ada popiah,asam laksa,nasi kandar, dan penang char koey tiaw. Menu yang disebutkan terakhir adalah kwetiau lezat dengan campuran daging kerang dara sebagai pelengkap sekaligus pelezat makanan. Tidak lupa, minuman khas teh tarik menjadi menu yang wajib dipesan.

Adapun dari Indonesia, Chef Deden memilih masakan Padang sebagai menu yang dihadirkan dalam festival ini.

Selain karena banyak penggemarnya, masakan Padang memiliki varian yang beragam dan selalu menarik minat orang untuk mencicipi. Sebut saja daging cincang, ikan baby, daging rendang, gulai,dan aneka sambal.(SINDO//nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: