Senin, 27 Desember 2010

“Serunya Bersantap di Gudang” plus 1 more

“Serunya Bersantap di Gudang” plus 1 more


Serunya Bersantap di Gudang

Posted: 27 Dec 2010 02:48 AM PST

KONSEP gudang ala permukiman Eropa tahun 1960-an di Sinou Kaffe Hausen tidak membuat Anda merasa pengap, kotor, dan berantakan. Justru sebaliknya, perasaan nyaman dan homey yang singgah di hati saat menyeruput kopi ataupun ngemil pancake.
 
Satu lagi restoran unik yang wajib Anda kunjungi jika tidak ingin disebut ketinggalan zaman. Namanya Sinou Kaffe Hausen. Belakangan, tempat ini banyak dibicarakan kalangan anak muda dan kaum sosialita sebagai lokasi hang out paling trendi. Tidak salah, karena Sinou Kaffe Hausen menawarkan suasana serta atmosfer yang menawan hati.
 
Sinou Kaffe Hausen yang terletak di Jalan Panglima Polim V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengambil konsep industrial rustiq warehouse dengan nuansa ala rumah di Eropa pada masa 1960-an. Tak perlu bingung melihat interior restoran dua lantai ini. Blueprint yang terdapat di dinding, tembok berlubang yang belum selesai dipoles, dan langit-langit yang tidak dicat memang disengaja dibuat.
 
Jadi, bisa dibayangkan bagaimana sebuah ruangan yang mirip gudang dengan desain interior yang dibuat seakan-akan seperti bangunan yang belum selesai dikerjakan, disulap menjadi tempat makan yang cozy dan homey. Apalagi banyak perabot recycle yang menghiasi Sinou Kaffe Hausen. Di sini Anda bisa temukan meja yang terbuat dari jendela kayu yang diberi empat kaki, cermin dari pintu lemari, atau kap lampu yang dikreasi dari sebuah pot bunga.
 
Ada juga meja dari tong minyak, radio jadul, dan masih banyak barang daur ulang yang didesain sendiri atau milik pribadi owner tempat ini. Jenis kursi yang disediakan pun berbeda-beda. Ada sofa, kursi kayu, serta kursi kecil berlapis busa yang lembut. "Kami memang berusaha mengalihfungsikan sebuah bangunan yang mirip gudang menjadi tempat makan dan meeting yang nyaman," kata Manajer Sinou Kaffe Hausen Sonny Aprian.
 
Dengan tambahan dekorasi painting modern artala Andy Warhol di sekeliling dinding ruangan serta balutan lampu temaram, menjadikan restoran yang beroperasi sejak 30 Desember 2009 ini memiliki daya tarik tersendiri. Nama Sinou berasal dari kata "si nok", yang merupakan panggilan anak perempuan dalam bahasa Jawa. Tambahan huruf "U" di belakang kata Sinou merupakan gambaran tangan yang sedang berdoa atau mangkuk rezeki yang terbuka ke atas. Sementara Kaffe Hausen berarti "rumah kopi" dalam bahasa Jerman.
 
Menurut Sonny, tempatnya membidik hampir semua kalangan dan profesi di segala usia. "Tidak tahu mengapa yang datang kebanyakan anak muda perempuan. Tapi, eksekutif muda dan keluarga juga banyak yang berkunjung," ujarnya.
 
Soal jenis makanan, Sinou Kaffe Hausen menyediakan beragam hidangan "Western" dan "European". Yang menjadi favorit, di antaranya sinou's famous ribs, yaitu ribs bertekstur padat dan besar namun lembut di lidah yang dipadukan dengan saus BBQ home made. Rasanya pas ditilik dari tingkat keasaman dan manisnya. Daging ribs-nya sendiri diimpor dari Amerika Serikat.
 
"Semua makanan dan racikan bumbu kami memang home made asli ala Sinou Kaffe Housen," imbuh Sonny.
 
Steak di sini juga jadi andalan, yaitu dad's sirloin wagyu steak dan mom's rib eye wagyu steak. Untuk pasta yang wajib disantap di restoran berkapasitas 180 orang ini adalah fettuccini carbonara serta spaghetti spicy seafood yang sangat sedap dan menggugah selera makan.

Buat pencinta buntut, tempat makan ini surganya. Coba cicipi grilled oxtail atau sup buntut panggang yang dibalur tepung krispi dan berlumur saus BBQ. Dengan baluran bawang putih yang cukup berlimpah, kuah sup buntut ini memiliki ciri khas yang terasa berbeda dibandingkan sup buntut di tempat lain. Ada juga meat ball baked rice, yakni nasi butter yang disajikan bersama saus home made, bakso daging sapi dengan rasa manis, lalu ditutup gratin cheese.
 
Sinou Kaffe Hausen juga terkenal akan menu sarapannya seperti french toast, pancake, dan waffle. Yang paling disukai di antaranya french toast original, yaitu roti tawar home made yang dipanggang serta disajikan bersama sirup maple dan butter. Untuk jenis pancake dan waffle, terdapat blueberry cheese roll pancake juga heaven choco waffle.
 
Sesuai namanya sebagai rumah kopi, di deretan menu minuman, restoran ini menyajikan beragam kopi racikan sendiri. Uniknya, kopi dihias dengan aneka macam lukisan. Kadang hewan, kadang pemandangan, kadang tulisan, bahkan juga gambar orang. Sentuhan seni sang barista terhadap secangkir kopi yang diseduhnya itu bahkan dapat dipesan khusus untuk tiap individu pelanggan. Teknik seperti ini dikenal dengan nama rosetta, istilah untuk menyebut seni gambar yang dibuat pada permukaan minuman.

Teknik ini banyak digunakan oleh barista di Italia untuk menyatakan rasa cintanya yang besar terhadap kopi. Jenis kopi yang tersedia, di antaranya hot very vanilla latte, ice green tea cappuccino, dan masih banyak lagi. Selain kopi, berbagai rasa minuman jus, teh, dan milkshake tersedia di sini.
(SINDO//tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.



image

Terhipnotis Menu Lezat Padi Restaurant & Cafe

Posted: 27 Dec 2010 01:32 AM PST

BERTANDANG ke Padi Restaurant & Cafe bak berada di tengah Kota Denpasar. Maklum, restoran yang terletak di Jalan Denpasar Selatan No. 1 Kuningan, Jakarta Selatan ini memang kental dengan sentuhan Bali.

Restoran bergaya modern-minimalis ini telah beroperasi sekira dua tahun belakangan. Letaknya yang di dalam Puri Denpasar Hotel, menyebabkan interior restoran sejalan dengan konsep boutique hotel bintang empat tersebut.

"Owner kami memang menyukai apapun yang bernuansa Bali. Kebetulan, hotel yang didirikan terletak di Jalan Denpasar. Jadi, untuk keseluruhan konsep, istilahnya klop," ujar Eka Kartika, Banquet Operation Manager yang ditemui okezone, belum lama ini.

Begitu masuk, nuansa nyaman dengan dominasi warna putih seakan menyambut pengunjung untuk menikmati pengalaman makan tak terlupakan. Pada area tengah, terdapat dua pohon plastik yang menyejukkan mata. Sementara, pada area kanan terdapat area non-smoking juga satu meja kayu Bali yang cukup panjang.

Padi Restaurant & Cafe cocok bagi Anda yang berencana menggelar acara, seperti arisan, temu keluarga, dan sebagainya. Restoran berkapasitas 110 orang ini menggunakan pernak-pernik Pulau Dewata yang terbilang effortless tapi mampu menyuguhkan atmosfer homey untuk Anda dan segenap keluarga.

Kalau Anda kira menu yang ditawarkan hanya sebatas sajian khas Bali, Anda keliru. Restoran menawarkan beragam menu, mulai dari menu nusantara, Asian, Western, European, hingga Fusion. Menarik bukan?

"Untuk rasa, kami menjamin kelezatannya. Chef Juhro sebagai Executive Chef telah begitu berpengalaman mengolah menu hingga cocok dengan lidah siapa saja, termasuk para tamu mancanegara kami. Bahkan, belum lama ini kami telah menerima penghargaan Juara 1 dan 2 untuk kontes memasak 'Luvinary Contest', berkompetisi dengan 22 chef hebat dengan restoran maupun hotel lain," sahut Eka.

Beberapa menu favorit, di antaranya Nasi Campur Denpasar, Chicken Salad Wantilan Karang Asem, Ayam Kung Pao, dan Es Campur. Nasi Campur Denpasar adalah tumpeng mini nasi putih dan kuning dengan lauk lengkap, mulai ayam goreng, tempe goreng, empal, terong balado, sayur lodeh, ayam suwir, sambal terasi, dan sambal matah. Sementara Chicken Salad Wantilan Karang Asem terasa menyegarkan karena terdapat potongan buah mangga selain potongan ayam, tauge, wortel, selada air, kacang, dan bawang merah yang dilumuri saus ikan. Untuk Ayam Kung Pao, kelezatannya telah disuguhkan secara unik oleh Padi dengan mangkuk khusus yang terbuat dari tepung beras yang digoreng.

"Beberapa menu kami memang sengaja disuguhkan dengan mangkuk khusus yang kami sebut crispy, terbuat dari tepung beras yang dicetak dan digoreng satu per satu dengan minyak yang sangat panas. Hal ini juga memungkinkan tamu menikmati crispy sambil ngobrol sesudah menghabiskan pesanannya," singgung Eka.

Sedangkan menu Es Campur sebagai penutup, merupakan perpaduan sempurna rasa manis dari sirup vanila dan susu dengan kenikmatan kolang-kaling home made Padi, nata de coco, cincau hitam, kelapa muda, nangka, tape, singkong, tape ketan, dan es serut yang membuatnya terasa sempurna.

Diakuinya, tamu asing yang berasal dari kantor embassy di sekitar Jalan Kuningan dan juga tamu hotel, merupakan kekuatan Padi. Mereka sudah bosan makan di hotel bernuansa mewah, karenanya mencari suasana lain dan memesan menu khas Nusantara yang justru lebih menarik.

"Para tamu hotel biasanya cukup ramai pada jam makan siang dan makan malam. Uniknya, para tamu mancanegara justru lebih menyukai menu khas nusantara, seperti Tumis Pare atau Terong Balado yang kami sajikan bergantian pada buffet. Bahkan, beberapa di antaranya bersikeras menanyakan resep," tutur Eka.

Padi Restaurant & Cafe menyediakan fasilitas Free Wi-Fi untuk Anda yang bermobilitas tinggi. Tunggu apa lagi? Kunjungi Padi Restaurant and Cafe sekarang dan nikmati pengalaman makan yang menakjubkan!(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.



image

Tidak ada komentar: