Sabtu, 15 Januari 2011

Steak Lembut di Batu Panas pasti siip

Steak Lembut di Batu Panas pasti siip


Steak Lembut di Batu Panas

Posted: 14 Jan 2011 10:17 PM PST

STEAK yang satu ini cukup unik. Daging steak mentah ditempatkan pada sebuah batu panas berbentuk persegi dengan panas 400 derajat Celsius. Sesudah matang, tinggal dicocol dengan sambal.

Cara pengolahan steak seperti ini memang masih belum banyak ditemukan di restoran-restoran steak. Baru beberapa restoran yang mengadopsi cara pengolahan steak yang boleh dibilang cukup unik ini. Salah satunya Batu Panas Steak yang bisa Anda temukan di Jalan Kemang I No 12 C, Jakarta Selatan.

Sang pemilik, Vitri Yofianda Lubis, yang merintis usaha ini bersama sang suami, setidaknya sudah hampir tiga tahun silam mendirikan restoran tersebut. Awalnya mereka membuka sebuah tempat makan kecil tidak jauh dari tempat yang sekarang.

"Karena animo pengunjungnya bagus, maka kami memutuskan pindah tempat ke sini. Tapi yang di sana masih berjalan. Selain steak, kita juga menyediakan aneka nasi goreng," kata wanita yang disapa Yofi ini.

Dikatakan Yofi, pengolahan steak dengan menggunakan batu panas yang baru booming sejak lima tahun silam ini banyak disukai oleh pengunjung. Pasalnya, selain tingkat kematangan dapat ditentukan sendiri entah ingin rare, medium, atau well done, memasak daging steak menggunakan batu panas terbilang lebih menyehatkan ketimbang memasak daging melalui proses pembakaran. Nutrisi dalam daging tidak hilang. Lebih dari itu, pengunjung tidak perlu khawatir akan bahaya zat karsinogen yang bisa terdapat pada daging steak yang dibakar. Seperti diketahui, zat tersebut dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker.

"Orang Amerika biasanya yang lebih suka menyantap steak dengan cara ini," imbuh ibu dari dua anak ini.

Batu panas tersebut merupakan batu volcano yang awalnya berasal dari Jerman. Namun beberapa tahun belakangan ini, batu itu sudah banyak ditemukan di Indonesia. Sebelumnya, ada restoran steak yang menggunakan batu panas ini, namun berbentuk kerikil. Sementara restoran steak milik Yofi ini menggunakan batu panas yang berbentuk persegi.

Mula-mula batu panas dimasukkan dalam oven sekitra 10-15 menit. Setelah panas, batu lalu diangkat. Daging yang masih mentah ditempatkan di bata panas tersebut dan disajikan ke hadapan pengunjung yang memesan. Namun sebelumnya, daging dimarinasi terlebih dahulu dengan garam dan lada hitam selama beberapa menit agar menghasilkan cita rasa yang gurih. Nantinya daging akan matang sendiri karena suhu batu bisa mencapai sampai 400 derajat Celsius.

Nah, batu akan bertahan kepanasannya hingga empat jam. Jangan membiarkan daging terlalu lama di batu atau Anda memakannya secara perlahan. Nantinya daging malah akan menjadi hitam dan keras serta nutrisi dalam daging pun akan semakin berkurang. Bagusnya daging steak disantap selagi masih hangat. Steak disediakan bersama herb butter yang merupakan bumbu kunci Batu Panas Steak hasil racikan Yofi dan sang suami, saus barbeque (BBQ) dan mustard.

Kebanyakan pengunjung lebih suka mencocol daging steak dengan herb butter tanpa saus BBQ. Sebab,di dalam herb butter sendiri sudah kaya akan rasa yang membuat daging menjadi gurih. Daging sapi premium alias wagyu merupakan salah satu menu yang ditawarkan restoran ini dan sekaligus menjadi favorit.

Untuk daging wagyu dengan berat 150–200 gram dihargai sekitar Rp170.000, lebih murah daripada di hotel bukan? Tak heran, peminat daging ini cukup banyak. Terlebih lagi daging impor dari Australia ini memang sudah terkenal akan kelezatannya.

Yofi mengatakan, bukan hanya wagyu yang menggunakan daging impor, seluruh daging di restorannya menggunakan daging impor pula. Menurut dia, daging impor memang sudah terbukti kelembutan teksturnya daripada daging lokal. Inilah yang membuat rasa steak lebih mantap.

Apalagi kabarnya, daging impor berasal dari sapi yang makannya hanya biji-bijian atau sayur-sayuran pilihan dan tubuhnya sering dipijat. Pantas saja ketika dipotong dagingnya gurih dan lembut, bahkan nyaris tidak memerlukan tenaga untuk memotongnya.

"Hanya pakai garpu saja juga bisa (terpotong). Rasanya lebih lembut dan juicy," tambah Yofi.

Menu pembuka yang favorit di sini adalah escargot, calamari, dan mountain onion rings. Selain steak, ada pula piza dengan topping sosis, daging asap, atau ayam.

Restoran yang ini berkapasitas sekitar 50 kursi ini, terdiri atas dua lantai. Lantai atas bisa dipergunakan sebagai lounge atau tempat penyelenggaraan private party. Di lantai ini pula setiap harinya mulai pukul 22.00 WIB ada aksi DJ yang akan menyemarakkan suasana.

Seru juga makan steak sambil menikmati hentakan musik besutan sang DJ. Pada akhir pekan restoran beroperasi hingga pukul 04.00 WIB. Pengunjung restoran kebanyakan middle age atau 30 tahun ke atas.(Koran SI/Koran SI/ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: