Rabu, 16 Februari 2011

Cita Rasa Timur Tengah, Lidah Indonesia pasti siip

Cita Rasa Timur Tengah, Lidah Indonesia pasti siip


Cita Rasa Timur Tengah, Lidah Indonesia

Posted: 15 Feb 2011 09:59 PM PST

SERING menikmati masakan khas Timur Tengah dan India? Ada baiknya jika Anda berkunjung ke Darin Pratha dan Kebab Resto di Teraskota, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.

Darin sejatinya merupakan restoran franchise. Resto ini telah ada di beberapa titik di Jakarta, seperti Margo City dan Pejaten Village. Namun, resto Darin pertama hadir pada 2007 lalu di Malang.

"Darin di Teraskota sendiri telah hadir sejak 1 Februari dan di-launch secara resmi pada 5 Februari. Di sini, kami mencoba menghadirkan masakan khas Timur Tengah, India yang sudah diadaptasi ke lidah orang Indonesia," ujar Vivanti Ayu Damarsasi, salah satu owner Darin Teraskota saat ditemui di restoran tersebut, Selasa (15/2/2011).

Menurut wanita yang akrab dipanggil Vivien ini, adaptasi makanan salah satunya pada bumbu kari. Orang Timur Tengah - India dipercaya menyukai makanan dengan banyak bumbu kari, namun tidak demikian dengan orang Indonesia.

Oleh karena itu, porsi karinya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia tanpa harus menghilangkan cita rasa asli.

"Nasi biryani di restoran ini akan mengenalkan rasa campuran Timur Tengah – India. Selain itu juga layak untuk dicoba adalah kambing goreng yang bisa disantap dengan kentang goreng maupun nasi putih panas. Kopi Darin juga mempunyai rasa yang unik karena ada sentuhan rempah di dalamnya. Yang tak kalah penting, harga-harga di resto ini sangat kompetitif dibanding rasa yang akan dialami oleh lidah pengunjung," tambah Vivien.

Masih ada menu makanan lain yang patut dicoba, seperti kebab, nasi biryani kambing, pratha choco cheese, sambosa, dan swarma. Semua menu bisa dinikmati dengan harga di bawah Rp20 ribu.

"Semua orang sudah tahu kebab. Nasi biryani adalah nasi kambing khas Timur Tengah. Bedanya, daging yang kami gunakan adalah kambing yang masih berumur kurang dari 4 bulan sehingga cita rasanya menjadi beda dan khas. Sedangkan pratha choco cheese merupakan roti yang sebagian tengahnya ditaburi cokelat dan sebagian lain ditaburi keju," ujar Vivien.

Untuk mengelola Darin, Vivien tidak sendirian. Ia dibantu dua orang teman lain dengan beda profesi namun terkenal ahli soal masakan. Ruhan Tagar tercatat pernah menjadi chef assistant di tempat yang paling prestisius di Australia, Benelong Restaurant, Sidney Opera House, serta cook di restoran Twenty One, Double Bay, yang merupakan salah satu kawasan bergengsi di Sydney.

Sedangkan Muhammad Ichsan, perantauan kuliner yang telah menjelajah dari Sabang sampai Papua, serta mampu mengelola keuangan atau sistem pembukuan yang akurat. Tiga sekawan ini berharap mampu memberikan sesuatu kepada khalayak pecinta kuliner.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.



image

Tidak ada komentar: