Selasa, 15 Februari 2011

Hidangan Yogyakarta Penggugah Selera pasti siip

Hidangan Yogyakarta Penggugah Selera pasti siip


Hidangan Yogyakarta Penggugah Selera

Posted: 14 Feb 2011 08:23 PM PST

SELAIN menjadi tujuan belajar siswa dari berbagai daerah, Yogyakarta juga dikenal sebagai kota yang memiliki kekayaan kuliner yang menggugah selera. Gudeg dan krecek contohnya.
 
Gudeg merupakan salah satu hidangan yang tak bisa dilepaskan dari nama Kota Yogyakarta. Sajian yang dikenal memiliki cita rasa manis itu menjadi panganan yang mencerminkan kekhasan kuliner kota tersebut.
 
Gudeg yang didominasi warna cokelat memang digemari, bukan hanya oleh masyarakat kota yang pernah menjadi ibu kota RI itu, juga penduduk Indonesia secara umum. Bahkan, kalangan ekspatriat yang datang ke sini pun menyukai gudeg.
 
"Tempat kami menyediakan aneka masakan khas Indonesia setiap hari. Salah satunya, nasi gudeg yang juga menjadi menu favorit para pengunjung, termasuk kaum ekspatriat. Justru orang bule di sini kerap mencari masakan Nusantara. Apalagi gudeg, mereka suka," ungkap Marketing Communications Executive Hotel Atlet Century Park Jakarta Teddy Tanoto.
 
Gudeg umumnya disajikan bersama nasi dan beragam menu pelengkap lain, seperti sambal goreng krecek, daging bumbu tekik, serta tahu, tempe, dan telur bacem. Gudeg adalah sajian yang menggunakan nangka muda sebagai bahan baku utama. Namun, tak sembarang nangka bisa dijadikan bahan gudeg. Nangka yang digunakan haruslah nangka merah karena jenis nangka tersebut tidak lembek sehingga tak mudah hancur saat dimasak. Soal pilihan nangka yang bagus, bisa dilihat di antaranya dari warnanya yang bersih, berbentuk sempurna, dan tidak keriput.
 
Menurut Executive Chef Hotel Atlet Century Park Jakarta Yuswono, untuk mendapatkan warna cokelat yang alami pada gudeg, daun jati bisa digunakan sebagai pewarna. Selain itu, nangka sebaiknya juga dimasak menggunakan api kecil dengan proses lima jam pemasakan agar bumbunya lebih meresap. Agar gudeg terasa lebih enak, biasanya menu tersebut harus diinapkan selama satu malam. Penggunaan santan kental ikut pula mempengaruhi kelezatan sajian ini.
 
"Saat sudah matang, sebelum disajikan, gudeg kembali disirami areh, yaitu santan kental yang telah dimasak," imbuh Yuswono.
 
Sebagai pelengkap, gudeg disajikan bersama sambal goreng krecek yang memiliki bahan dasar kerupuk kulit. Rasanya pedas dan agak sedikit manis. Saat ingin diolah, kerupuk kulit digoreng terlebih dahulu. Berbeda dengan gudeg, sambal goreng krecek hanya membutuhkan waktu pemasakan selama setengah jam.
 
Satu lagi menu khas Yogyakarta yang cocok disandingkan dengan nasi gudeg, yakni daging bumbu terik. Menu yang terbuat dari daging sapi yang bumbunya terlihat mirip opor ini mempunyai rasa yang tidak terlalu pedas, melainkan gurih berkat adanya santan.
 
Lalu, ada pula menu telur pindang yang dimasak bersamaan dengan gudeg. Tidak ketinggalan, tahu dan tempe bacem yang dimasak dengan gula jawa untuk memunculkan warna cokelat. Jika Anda suka pedas, bisa ditambahkan sambal terasi goreng pada nasi gudeg komplet tersebut.
(SINDO//tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: