Senin, 21 Februari 2011

“Ikan Merah dari Kepulauan Riau” plus 2 more

“Ikan Merah dari Kepulauan Riau” plus 2 more


Ikan Merah dari Kepulauan Riau

Posted: 21 Feb 2011 02:57 AM PST

KEPULAUAN Riau memiliki banyak pulau. Luas wilayah lautnya lebih besar dari daratan. Hal ini membuat Kepulauan Riau memiliki potensi sumber daya kelautan yang berlimpah. Dari hasil laut tersebut, salah satunya menjadi makanan khas yang diolah dari ikan.

Sup Ikan Aulia, demikian nama salah satu makanan khas tersebut. Dari dulu, masyarakat Kepulauan Riau, khususnya masyarakat Kota Tanjungpinang, juga masyarakat di pulau-pulau kecil di sekitar wilayah Kepulauan Riau sudah mengenal makanan lezat ini. Tapi kenapa ada nama Aulia? Ternyata merupakan nama dari anak pemilik sup ikan.

Penjual sup ikan itu adalah Haji Hendri (40). Sebelum berkecimpung di dunia kuliner, dia bekerja di salah satu kantor notaris di Pekan Baru, Riau. Bosan bekerja sebagai karyawan, dia bersama sang istri kembali di Tanjungpinang, kota di mana istrinya dilahirkan dan dibesarkan.

Pada 1998, dia mendapat tempat berupa rumah toko dari mertuanya. Bangunan berlantai dua ini berukuran 4 meter x 10 meter. Di sini Hendri membuka usaha kedai kopi. Tak hanya kopi, dia pun melengkapinya dengan beragam menu sarapan pagi lain, seperti lontong, nasi lemak, dan kue muwih.

Rumah toko yang berada di Jalan MT Haryono, kilometer 3, ini dapat menampung antara 25 sampai 30 pengunjung.

"Awalnya, saya dan istri membuka kedai ini untuk menjual kopi dan sarapan pagi, macam lontong dan nasi lemak, tidak dikerjakan sendiri, tapi memanggil orang untuk berjualan bersama di sini. Mengenakan bayaran sewa kepada penjual sebesar Rp5 ribu saja per hari, dengan harapan kalau pembeli membeli lontong atau nasi lemak, pembeli akan memesan minuman," ungkap pria berambut plontos itu.

Namun, usaha Hendri belum mendapat respons positif dari pelanggan. Kedai kopinya tidak membawa hasil yang menggembirakan. Dengan kondisi itu, dia kemudian memutar otak untuk beralih usaha, dari jualan sarapan biasa yang sudah banyak dibuat orang, menjadi masakan sup ikan.

Sebagai permulaan, dan untuk coba-coba, dia memasak sup ikan dalam takaran yang hanya sedikit, sekitar satu hingga lima kilogram ikan merah. Berbeda dengan usaha sebelumnya, sup ikan ini mulai mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Orang-orang mulai terpincut.

Untuk membuat sup ikan yang khas, Hendri menggunakan bahan baku dan bumbu tertentu. Bahan baku tersebut adalah ikan merah yang sudah dipotong-potong. Ikan ini sudah disiapkan dari tulangnya. Sedangkan racikan bumbu dan kuah sudah disiapkan dalam tiga panci stainless steel besar untuk merebus kuah.

Irisan ikan merah ini kemudian dicampur ke dalam mangkuk bersama sawi asin, tomat, dan kuah. Sebelum dihidangkan kepada pembeli, sup ikan terlebih dahulu ditaburi bawang goreng, sambal cabai hijau, serta potongan jeruk.

"Biasanya pelanggan yang makan disini memakan sop ikan ditemani sepiring nasi. Dan tidak jarang membeli dengan cara dibungkus untuk dibawa pulang. Sedangkan untuk yang makan di sini, setelah menyantap sup ikan, guna mengurangi rasa amisnya ikan itu, saya menyediakan makanan pencuci mulut berupa bolu kamboja berwarna hijau, bikinan kakak ipar saya," tutur Hendri.

Kelezatan Sop Ikan Aulia kemudian menjadi perbincangan. Promosi dari mulut ke mulut oleh pelanggannya yang sudah pernah merasakan kelezatan sop ikan buatan Hendri membuat omzetnya sedikit demi sedikit meningkat. Usahanya membesar.

Makanan khas miliknya mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Dari yang semula hanya menghabiskan sekitar lima kilogram, kini mencapai tiga puluh kilogram ikan merah setiap harinya. Pembelinya pun mulai meningkat dan beragam. Tidak hanya masyarakat setempat, tetapi juga turis dari Singapura dan Malaysia. Turis-turis yang setiap Sabtu kerap berkunjung ke Tanjungpinang tak lupa mencicipi Sop Ikan Aulia.

Soal harga, relatif murah. Sup Ikan Aulia dengan sepiring nasi dijual dengan harga Rp18 ribu, per mangkuk. Para pengunjung dapat menikmati sup ikan ini dari pukul 08.00 WIB hingga menjelang petang. Hanya saja, kedai Hendri tidak buka setiap hari. Setiap Minggu, Hendri tidak membuka kedainya dengan alasan pembeli cenderung sepi. Dan di hari itu, dia juga lebih ingin beristirahat dengan keluarga saja.

Meski sudah memeroleh popularitas, Hendri belum membuka cabang. Bahkan, ketika orang lain berbondong-bondong mempatenkan hasil produksinya, dia malah tidak berusaha mendaftarkan nama sup ikannya.

Dia punya prinsip bahwa siapa saja boleh meniru sup ikan miliknya. Hanya saja, meski boleh membuat sup ikan yang sama, ia yakin rasa dan rezeki setiap orang tidaklah sama. Cerita diintisari melalui buku Jejak Kuliner Indonesia oleh JNE.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.



image

Acar Mi

Posted: 20 Feb 2011 11:31 PM PST

OLAHAN mie memang tak pernah bosan untuk disantap. Agar lebih variatif, kombinasikan mie dengan acar sayuran. Tak hanya nikmat, tapi juga bergizi.
 
Bahan:
350 gram mi basah, seduh air panas, tiriskan
50 gram kol, buang tulang daunnya, iris halus
30 gram tauge, seduh air panas, tiriskan
2 potong tempe tahu goreng, potong dadu
4 sdm kacang goreng
2 tangkai daun seledri, iris halus
2 sdm bawang merah goreng
 
Acar:
2 buah mentimun
50 gram gula jawa
250 ml air
5 sdm kecap manis
½ sdt garam
Cuka secukupnya
Pelengkap: sambal cabai rawit
 
Cara Membuat:
 
Acar: belah mentimun menjadi dua, lalu buang bijinya. Potong-potong sebesar dadu. Beri garam, cuka, dan gula. Simpan dalam wadah tertutup selama 30 menit. Sisihkan.
 
Kuah: campur bawang putih, gula jawa, air, kecap manis, garam, dan cuka. Masak sampai mendidih. Angkat dans aring. Sisihkan.
 
Tata mi, kol iris, tauge, tempe, tahu, acar, dan kacang goreng dalam sebuah mangkuk.
 
Taburi dengan bawang merah goreng dan seledri.
 
Siram kuah. Sajikan bersama sambal cabai rawit.
 
Resep ini disarikan dari buku "Kitab Masakan Kumpulan Resep Sepanjang Masa" karya Tim Dapur Demedia.
(tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Sambal Ayam Bakar

Posted: 20 Feb 2011 11:18 PM PST

KURANG lengkap rasanya jika menikmati ayam bakar tanpa dilengkapi dengan sambal dan lalapan. Biar lebih seru acara makannya, buat sendiri yuk sambalnya.



Bahan:
15 buah cabai merah
8 sdm kecap manis
1 ikat kecil kemangi, ambil daunnya
2 butir jeruk limau, ambil airnya


Cara Membuat:
Haluskan cabai merah, tambahkan kecap manis, dan daun kemangi. Beri air jeruk limau. Aduk rata. Sajikan sambal ini sebagai pelengkap ayam bakar kecap.

Resep ini disarikan dari buku "Kitab Masakan Kumpulan Resep Sepanjang Masa Karya" dari Tim Dapur Demedia.
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: