Kamis, 31 Maret 2011

Belalang, Makanan Khas Gunungkidul pasti siip

Belalang, Makanan Khas Gunungkidul pasti siip


Belalang, Makanan Khas Gunungkidul

Posted: 30 Mar 2011 10:19 PM PDT

SELAMA ini belalang bagi sebagian besar masyarakat dianggap sebagai hama. Namun, beda halnya dengan masyarakat di Gunungkidul, Yogyakarta. Bagi mereka, belalang menjadi makanan mahal dan eksklusif, apalagi jika sulit untuk mendapatkan binatang yang satu itu.

Belalang atau dalam bahasa jawa disebut walang merupakan serangga herbivora dari sub-ordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Binatang yang satu ini banyak dijumpai dipinggir Kota Wonosari.

Di sepanjang jalan Wonosari-Semanu, dan Playen–Paliyan, menjadi favorit penjual belalang menjajakan dagangannya. Pasalnya, jalan tersebut banyak dilalui pengendara dari luar kota. Tidak sedikit pedagang yang mendatangkan dagangannya dari luar daerah, seperti Kulonprogo dan Purworejo.

Marjo salah seorang pedagang di Jalan Wonosari-Semanu mengaku, per hari dia menjual sekitar 700-800 ekor belalang, dengan memeroleh keuntungan sekira Rp100-150 ribu. Untuk mencari belalang, pria berusia 70 tahun itu menghabiskan waktu sekira lima jam per hari.

"Anak saya yang mencari belalang dengan menggunakan lem di sawah sekitar sini, dan saya yang menjualnya," kata Marjo saat ditemui di Jalan Wonosari-Semanu, Yogyakarta, Rabu (30/3/2011).

Pencari Belalang sudah menjadi pekerjaan sampingan maupun pokok oleh sebagian masyarakat Gunungkidul. Tak heran jika setiap sore Anda bisa melihat serombongan orang menggunakan sepeda membawa galah yang di atasnya menggunakan lem atau jaring, dan mencari belalang di sawah.

"Biasanya harganya cuma Rp200, namun karena kondisi cuaca sedang tidak bagus dan belalang sedang sulit sekarang dijual seharga Rp400," imbuh pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu.

Semeentara penikmat belalang asal Wonosari, Didit (35), mengaku hampir setiap minggu membeli belalang di daerah Semanu.

"Hampir setiap seminggu sekali saya membeli belalang ke sini, kami sekeluarga senang menikmati belalang karena cocok buat lauk dan cemilan, rasanya seperti udang," katanya.

Di sekitar Kota Wonosari, belalang goreng dijual per kemasan plastik berisi 8 dengan harga Rp4.000, dan per toples Rp60 ribu. Belalang goreng juga bisa ditemui di pusat oleh-oleh di sekitar Kota Yogyakarta. Namun bagi masyarakat yang tidak cocok mengudap makanan yang satu ini bisa menderita gatal-gatal.
(Markus Yuwono/Trijaya/nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.



image

Tidak ada komentar: