Rabu, 30 Maret 2011

“Dange, Kue Khas Zaman Perang Asal Pangkep” plus 1 more

“Dange, Kue Khas Zaman Perang Asal Pangkep” plus 1 more


Dange, Kue Khas Zaman Perang Asal Pangkep

Posted: 29 Mar 2011 11:22 PM PDT

SULAWESI Selatan sebagai pintu gerbang Indonesia Bagian Timur memiliki beraneka ragam makanan khas tradisional yang tidak dapat ditemui di daerah lain. Salah satunya adalah dange, makanan khas sejak zaman perang yang banyak ditemukan di sepanjang jalan poros Kabupaten Pangkep.

Dange—sebagian besar orang Bugis sudah mengenalnya—selain nikmat disajikan dengan makanan jenis lain juga tahan lama dan bisa menjadi alternatif bagi penderita diabetes. Selain kaya kandungan karbohidrat, kadar gulanya termasuk sangat rendah ketimbang nasi.

Makanan ini berbahan dasar ketan hitam, parutan kepala muda, serta gula merah. Proses pembuatannya pun sangat sederhana dengan menggunakan tungku yang dibuat dari tanah liat. Sebelumnya, tungku dibakar di atas bara api hingga cukup panas, lalu adonan yang sudah siap dimasukkan ke cetakan yang telah dilapisi daun pisang.

Dange dapat bertahan berbulan-bulan. Tak heran bila pada zaman dahulu makanan ini dijadikan makanan pokok bagi para pejuang.

Kue ringan ini sangat terjangkau harganya. Dange menjadi makanan alternatif pengganjal perut untuk Anda yang tengah melakukan perjalanan jauh.(Slamet Basirun/SUN TV/ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Icip-Icip Makanan Yogyakarta di TIM, Yuk!

Posted: 29 Mar 2011 10:32 PM PDT

UMUMNYA, makanan khas Yogyakarta yang paling banyak orang ketahui adalah gudeg nangka dan bakmi Yogya, bukan? Pernahkah Anda mendengar sajian khas Kota Pelajar yang lain, seperti gudeg manggar, roti jok, bendul dan sate klatak?


Nah, buat yang penasaran apa dan bagaimana rasa suguhan tersebut, di acara "Pasar Kuliner Jogja" yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki mulai pukul 12.00 hingga 23.00 WIB, perut Anda akan dimanjakan oleh lebih banyak lagi cita rasa khas Yogyakarta yang sesungguhnya.
 
"Pada dasarnya, acara ini merupakan serangkaian acara yang diadakan oleh Indonesia Kita yang bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia dalam kesenian maupun kuliner sajian masakan Indonesia yang kali ini temanya, 'Jogja'. Di mana Kayan Production dipercaya untuk kesenian, yakni pertunjukan 'Laskar Dagelan', sementara Jalan Sutra diminta untuk menjembatani dari segi kulinernya. Kami telah menyediakan 17 stan, di mana empat kami datangkan langsung dari Yogyakarta adalah Ratengan Bu Warno Pasar Beringhardjo, Mbak Sopiah Kuncen, Coklat Roso dan Dagadu," sahut Lidia Tanod selaku Moderator Jalan Sutra kepada okezone yang ditemui di Pasar Kuliner Jogja, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (29/3/2011).
 
"Di sini, pengunjung akan menemukan makanan dari berbagai tempat di satu lokasi, di mana makanan yang disuguhkan merupakan sajian makanan yang tidak mudah ditemukan. Seperti mangut lele, oseng-oseng mercon, rujak es krim, misalnya, mungkin beberapa pengunjung belum pernah mendengar sebelumnya," sambung Lidia.
 
Berdasarkan pantauan okezone, harga yang ditawarkan untuk minuman berkisar antara Rp3.000-Rp7.000, sementara untuk makanan ditawarkan dengan harga sekira Rp20.000. Sayang, beberapa stan makanan terlihat kehabisan akibat serbuan pengunjung yang membludak sebelum makan siang, sehingga beberapa stan terpaksa memenuhi dagangan mereka dengan berbelanja bahan makanan lagi.
 
"Kami memang tidak menyangka akan seramai ini, bahkan ada stan yang berbelanja hingga 3 kali karena cepat sekali habis. Bahkan, ada stan yang sudah habis sebelum merapikan stannya. Kami sudah menyarankan kepada para pedagang untuk mempersiapkan porsi lebih banyak untuk esok hari (hari ini) untuk mengantisipasi lebih banyak pengunjung," imbuh Lidia.
 
Dijelaskan Lidia, dalam waktu dekat, rangkaian acara yang sama akan berlangsung kembali di tempat yang sama, namun dengan tema yang berbeda, yaitu Maluku.
 
"Kemungkinan pada Mei, tapi kami belum bisa memastikannya sekarang," jelas Erna Widosari selaku Member Jalan Sutra yang ditemui di kesempatan yang sama.
 
Mengintip ke salah satu stan yang juga ramai diserbu pengunjung; Bale Raos, yang disebut-sebut sebagai stan yang menyuguhkan hidangan khas kegemaran raja-raja Keraton Yogyakarta, seperti gudeg manggar, roti jok, beer djawa, bendul, dan wedang secang, akan menambah satu menu lagi untuk hari ini.
 
"Melihat antusias pengunjung, besok (hari ini) kami akan menambahkan satu menu lain yakni bistik jawa," tutur Sumartoyo selaku General Manager dan Founder Bale Raos yang ditemui usai melayani pengunjung.
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: