Jumat, 04 Maret 2011

“Nikmati Sushi Fresh & Lezat ala Sushi Tei” plus 1 more

“Nikmati Sushi Fresh & Lezat ala Sushi Tei” plus 1 more


Nikmati Sushi Fresh & Lezat ala Sushi Tei

Posted: 04 Mar 2011 04:34 AM PST

APA yang terbayang dalam pikiran Anda begitu kata sushi disebutkan? Mungil, bergizi tinggi, lezat, dan tersaji langsung begitu Anda pesan, seperti yang dikedepankan Sushi Tei dengan tagline-nya "A Good Deal of Sushi".

Bertandang ke salah satu cabang restoran Sushi Tei di Senayan City, Jakarta, Anda akan dijamu sapaan khas ketika memasuki restoran. Restoran Jepang otentik ini menghadirkan nuansa homey dengan penambahan dinding kaca sebagai sekat-sekatnya. Pencahayaan medium dengan aksen lampu gantung berbentuk bundar di area open kitchen sushi bar turut menghadirkan suasana seperti di rumah.

Saat okezone datang, beberapa orang terlihat sedang menikmati sajian sushi yang memutar secara otomatis di conveyer belt. Sushi disiapkan secara fresh oleh para chef dengan warna piring berbeda.

"Kita menamakannya color plate, di mana setiap sajian menu disajikan di atas piring warna tertentu untuk menentukan kisaran harganya," kata Cynthia Fransisca, Marketing Manager PT Sushi Tei Indonesia kepada okezone di Sushi Tei Senayan City, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sushi di atas piring warna putih dan biru muda dihargai Rp12.500, warna kuning Rp15 ribu, abu-abu Rp20 ribu, hitam Rp24 ribu, merah Rp29 ribu, gold Rp38 ribu, dan warna hitam Rp50 ribu.

"Sushi yang kita putar biasanya nigiri sushi, bunkan, dan makimono. Dan untuk menjaga kesegaran, sushi yang telah diputar selalu kami buang jika telah mencapai waktu 2 jam di atas belt. Kami selalu mencatat kapan satu menu sushi naik ke belt," paparnya.

Untuk rasa dan kualitas, Anda tidak perlu khawatir. Sushi Tei Senayan City sejak dua tahun lalu mendapatkan lisensi Hazard Analysis Crytical Control Point (HACCP) di mana seluruh proses, mulai dari tangan supplier hingga menu tiba di meja tamu, telah memenuhi standar sehingga seluruh prosesnya fresh dan sangat steril.

"Tahun lalu kami juga sudah memenangkan ajang bergengsi Adhikarya Wisata sebagai International Restaurant," tambah Cynthia.

Penasaran dengan menu andalan Sushi Tei? Chef Suyatno selaku Store Chef merekomendasikan beberapa menu, di antaranya aburi salmon roll, menu sushi berisi soft shell crab dengan topping salmon yang dibakar (half broiled) sebagai menu teranyar Sushi Tei dan Rainbow Roll sebagai menu favorit Sushi Tei. Keduanya menghasilkan dua rasa yang berpadu sangat nikmat di dalam mulut.

Ada pula menu salmon zukushi, terdiri dari salmon belly yakni bagian perut ikan salmon, telur salmon, dan daging ikan salmon yang begitu lembut di lidah dan begitu segar tanpa bau amis. Chef Suyatno mengatakan, menu salmon zukushi paling enak dimakan bersama dry chili.

Lain lagi dengan kinoko beef foil, menu sup yang terdiri dari mixed mushroom (shimeji kinoki shitake) dan beef slice sebanyak 80 gram untuk porsi perorangan yang menggunakan kuah udon dan penambahan butter untuk cita rasa lebih gurih.

"Salmon belly kenyataanya hanya terdapat 20 persen saja dari keseluruhan tubuh ikan salmon. Sementara penambahan butter pada kinoko beef foil menjamin rasa dan aromanya lebih nikmat," imbuh Chef Suyatno.

Terakhir, seafood cream pasta. Menggunakan udon, menu ini terdiri atas mix seafood dan saus krim yang terasa begitu lezat namun light saat dikecap mulut.

Sedangkan untuk minuman, Sushi Tei menyarankan tiga minuman terbaru, yakni virgin strawberry mojito, sushi tei sunset, dan green addict yang ketiganya merupakan minuman mocktail menyegarkan.

"Ketiga minuman ini dihadirkan sebagai alternatif lain seandainya bosan karena selalu memesan ocha panas ataupun hangat. Dijamin rasanya sangat segar," jelas Cynthia.

Untuk diketahui, Sushi Tei pun siap menerima outside catering dengan kisaran harga Rp5 juta sebelum tax dan service.

Jam beroperasi Sushi Tei Senayan City mulai pukul 10.00 WIB-22.00 WIB dan buka setiap hari. Sushi Tei juga menambahkan area lebih private untuk 4-12 orang.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tetap Irit Makan di Restoran Mahal

Posted: 03 Mar 2011 09:06 PM PST

SIAPA yang tidak ingin makan malam mewah. Mahal? Tentu. Anda harus cermat menghemat pengeluaran agar isi dompet tidak kebobolan hanya demi makan di restoran mewah.

Berikut ini beberapa trik hemat makan di restoran mewah, seperti dikutip laman eHow.

Minum segelas alkohol atau wine sebelum berangkat

Restoran mewah menghasilkan banyak uang dari minuman beralkohol atau wine yang mereka tawarkan.

Hanya minum air mineral di restoran

Beberapa restoran menawarkan air mineral kemasan botol yang berharga lebih mahal dibanding di luar restoran. Jadi, Anda bisa membawanya dari rumah. Atau, jika air keran restoran telah dimurnikan, tidak ada salahnya Anda meminta kepada pelayan. Tambahkan seiris lemon untuk rasa yang lebih segar.

Jangan boros dengan pesanan minuman

Jika ingin minum wine, pilih saja house wine. Restoran biasanya mematok harga lebih mahal untuk minuman yang diracik khusus.

Ambil sepotong roti saja

Jika di setiap meja terdapat keranjang berisi roti, ambil satu roti saja dan minta pelayan untuk memindahkannya dari meja. Agar lebih mengenyangkan, pesanlah sup.

Tiga kategori sekaligus

Selalu pesan appertizer, main course, dan side dish. Minta teman Anda melakukan hal yang sama agar Anda dapat saling mencicipi menu yang dipesan. Cara ini juga lebih jitu mengontrol porsi makan yang masuk ke dalam perut Anda.

Sharing makanan penutup

Jangan pernah malu menikmati satu menu dessert beramai-ramai. Selain lebih hemat, kalori yang masuk pun lebih terjaga.

Tinggalkan minuman kopi

Jika Anda ingin minum kopi usai makan, lebih baik minta bon dan cari kedai kopi terdekat. Itu lebih murah!(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: