Kamis, 17 Maret 2011

Pesona Hidangan Asia dalam Suasana Kedai Kopi pasti siip

Pesona Hidangan Asia dalam Suasana Kedai Kopi pasti siip


Pesona Hidangan Asia dalam Suasana Kedai Kopi

Posted: 15 Mar 2011 11:40 PM PDT

WARUNG kopi yang umumnya berdiri di pinggir jalan dan berhawa panas, kini mulai berubah. Gerai Kopitiam yang menyajikan hidangan khas Asia dan kopi spesial berada di mal mewah berpendingin udara.


Tren gerai kopitiam atau warung kopi rasanya semakin terasa di antara para pencinta kuliner di Jakarta. Restoran bertajuk kopitiam semakin banyak menghiasi pusat perbelanjaan ataupun arena nongkrong warga Ibu Kota. Kehadirannya pun sepertinya disambut positif, tercermin dari ramainya pengunjung gerai tersebut, terutama di jam sarapan dan makan siang.

Kopitiam adalah istilah yang digunakan untuk kedai kopi di Malaysia dan Singapura. Namun, banyak yang mengatakan kalau sebutan kopitiam sudah lama ada di Kalimantan dan Sumatera. Istilah kopitiam berasal dari gabungan kata "kopi" (bahasa Melayu) dan "tiam" yang berarti kedai dalam bahasa Hokkien. Karena bentuknya kedai, maka wujud restoran ini umumnya sederhana.

Kopitiam terkenal dengan tipikal menu sarapan paginya, seperti telur rebus atau roti bakar dengan selai srikaya. Namun, berbagai pilihan makanan berat untuk siang dan malam hari juga tersedia dengan variasi yang menarik.
Salah satu gerai warung kopi yang semakin mengukuhkan tajinya adalah Kopitiam. Meski mirip dengan nama kedai dari negeri tetangga, restoran ini asli dimiliki oleh warga pribumi.

Marketing & Branding Manager Kopitiam Willy Anthony Pukarta menyatakan, Kopitiam termasuk gerai yang perkembangannya cukup pesat. Dalam satu tahun ini, Kopitiam berhasil mengembangkan diri dengan membuka enam outlet, yakni di The East Building Mega Kuningan, Mal Taman Anggrek, Gandaria City, Grand Indonesia, Pondok Indah Mal 1, dan Living World Alam Sutera.

"Untuk ke depan, kami akan buka cabang baru lagi dan rencananya ingin mencari tempat yang bisa buka hingga 24 jam. Selain itu, sekitar tiga hingga lima tahun mendatang kemungkinan kami akan membuka kerja sama franchise bagi yang berminat," kata Willy.

Menurut Willy, tak dipungkiri, hadirnya gerai Kopitiam tidak terlepas dari gaya hidup nongkrong di kedai kopi yang belakangan tengah jadi tren. Pihaknya yakin, seiring perjalanan waktu, kaum urban kelak tak lagi menjadikan aktivitas minum kopi sekadar untuk bersosialisasi, tapi sebagai sebuah kebutuhan.

"Mudah-mudahan tren ini akan terus berjalan dan selalu konsisten. Tempat kami semoga selalu eksis dan melayani kebutuhan pengunjung," harapnya.

Sesuai "kodratnya", Kopitiam menyajikan hidangan ala warung kopi dengan cita rasa masakan khas Asia. Misalnya dari jenis camilan atau untuk sarapan, terdapat menu traditional kaya toast. Ini adalah roti tawar panggang yang dioles selai srikaya dan mentega. Roti garing berpadu dengan srikaya dan mentega nan gurih menghasilkan rasa luar biasa. Cocok untuk menemani Anda di pagi hari atau ngemil di sore hari.

Anda juga dapat menikmati popiah alias lumpia khas Singapura yang bisa dipilih yang masih basah atau sudah digoreng. Disajikan dalam bentuk potongan, makanan ini berisi irisan halus sayuran, bengkuang, dadar telur, dan udang. Dilengkapi sambal dengan paduan bawang yang rasanya pedas asam, menjadikan popiah semakin istimewa.

Untuk menu berat, di sini tersedia singapore laksa. Laksa adalah mi kuning berbentuk agak besar dengan kuah kari yang pedas. Ini adalah masakan khas Peranakan, salah satu etnis campuran antara China dan Melayu di Singapura. Selain mi, bahan yang lain adalah tahu goreng, fish cake, telur rebus, udang, dan taoge. Jika di Indonesia mirip dengan laksa yang merupakan makanan khas Palembang.

"Racikan semua bumbu dan olahan kari untuk kuahnya semua kami buat di Singapura agar cita rasanya sesuai dengan aslinya," kata Willy.

Memang setelah dicicipi, singapore laksa di sini sangat orisinal. Rasa ebi dan terasinya kuat, dengan bumbu yang tidak terlalu kental. Kuah karinya juga nikmat dan pas di lidah dengan cita rasa agak pedas.

Kopitiam juga menyajikan mee siam. Berbeda dengan singapore laksa, mee siam menggunakan mi bihun. Sementara, isinya hampir sama. Ada juga nasi lemak. Kekhasan utama nasi lemak terdapat pada nasinya. Saat ditanak nasi dicampur sari kelapa dan sari pati domba muda sehingga kelegitannya sangat terasa di lidah.(SINDO//tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.



image

Tidak ada komentar: